13.PANDANGLAH ULAR TEMBAGA ITU

Pertama,Ular tembaga yang dililitkan pada sebatang tonggak kayu yang tinggi adalah 
nubuat tentang Yesus Kristus yang akan datang yang mati tergantung di kayu salib bagi 
dosa-dosa kita (Yohanes 3:14-15). Sebagaimana bangsa Israel yang memandang dengan iman 
pada ular tembaga yang terpancang di tombak kayu itu menjadi sembuh dari ular yang 
mematikan, demikian juga untuk saat ini, siapapun yang memandang Yesus Kristus akan 
menemukan keselamatan dan kelepasan dari segala dosa dan masalah yang pernah ada.

Kedua,agar dapat lahir baru, kita perlu melihat Yesus Kristus yang dipaku di 
kayu-salib untuk menggantikan tempat kita. Kita semua telah digigit oleh ular dosa. 
Karenanya, dalam darah kita ada menglalir racun dosa yang sama, yang dahulu juga 
mengalir di dalam darah Adam. Agar dapat hidup tanpa dosa-dosa itu, kita harus 
memandang kepada Yesus Kristus yang tergantung di kayu salib.

Sepanjang umur hidup kita, begitu sering kita digigit oleh ular dosa. Tetapi, darah 
Yesus yang mulia itu selalu menyucikan dan menyembuhkan bila kita memohon ampun dari 
pada-Nya.

Ketiga, agar setiap hari dapat mengalami kasih Allah, kita pun masih harus tetap 
senantiasa memandang kepada Yesus Kristus. Siapa yang dapat sepenuhnya mengerti 
tentang kita dan tetap mengasihi kita dengan kasih abadi  dan sejati seperti kasih 
Yesus Kristus? Bila kita kebetulan berada dalam keadaan yang sangat kesepian dan 
kelelahan dalam perjalanan hidup ini, kadang-kadang kita berusaha mendapatkan 
penghiburan dari teman atau sanak keluarga. Namun kenyataan yang kita terima bukannya 
penghiburan tetapi justru kita sering menerima dari telunjuk yang dipakai untuk 
mengorek-ngorek luka yang lebih dalam. Atau mereka akan menaburkan garam pada luka 
kita yang masih menganga dan mengucurkan darah segar itu. Kehampaan di hati akan tetap 
tinggal tak tergeserkan, dan kita sama sekali tidak mendapatkan penghiburan. Walaupun 
demikian Yesus tetap mengasihi kita pun berdoa kepada Allah, sebagai jawaban-Nya, 
Allah berfirman

�Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang ; maka setiap orang yang 
terpagut, jika ia melihatnya (atau : memandanginya), akan tetap hidup� (ayat 8).

Musa patuh dan membuat seekor ular tedung dari bahan tembaga. Ular tembaga itupun 
dipasangnya pada sebuah tonggak yang didirikan. Ia meminta orang banyak yang telah 
terkena gigitan ular-ular berbisa itu agar memandangi ular tembaga buatannya. Hasilnya 
sungguh ajaib sekali. Begitu mereka menengadah ke atas dan memandanginya, mereka pun 
disembuhkan dan mereka tetap hidup.

 

14.YESUS KRISTUS ADALAH ULAR TEMBAGA KITA

Yesus Kristus adalah Ular Tembaga Kita

Ceritera tentang bangsa Israel yang memberontak dan mengomel melawan Allah itu adalah 
gambar kita semua orang yang bedosa yang ada di seluruh dunia. Sedangkan ular tedung 
yang berbisa itu adalah lambang dosa atau Setan. Bangsa Israel mati dengan penuh 
penderitaan sesudah digigt ular itu. Jika tidak bertobat, kita pun akan dihakimi dan 
dihukum dengan kematian karena dosa-dosa kita.

Kita hanya dapat disembuhkan dan dilepaskan dari racun bisa dosa dengan jalan 
memandang dan beriman kepada Yesus Kristus yang disalib. Itu digambarkan melalui 
pengalaman bangsa Israel yang dapat hidup karena memandang ular tembaga di pandang 
gurun itu dengan iman.

Mengapa Allah mengirimkan ular tedung yang berbisa itu kepada bangsa Israel?

Pertama, untuk menggugah kesadaran dalam diri mereka bahwa mereka telah berdosa kepada 
Allah karena persungutan dan omelan mereka melawan Dia dan Musa, hamba-Nya. 
persungutan, omelan, dan gerutu adalah dosa yang mendukacitakan hati Allah yang dapat 
menyulut murka-Nya. Semakin keras dan sukar situasi yang kita hadapi dalam kehidupan 
ini, kita harus makin bersyukur kepada Allah, bukannya menggerutu serta mengeluh di 
hadapan-Nya. Kita tidak selalu mengetahui bagaimana cara Allah memimpin kehidupan 
kita. Tetapi, satu hal yang harus senaniasa kita ketahui secara pasti ialah ia selalu 
memikirkan yang terbaik bagi kita. Dan lebih lanjut, segala sesuatu akan bekerja sama 
utuk membawa kita sampai ke Tanah Perjanjian yang dijanjikan-Nya, atau membawa kita 
kepada jawaban terhadap doa kita. Pengucapan syukur adalah nyayian Allah, omelan 
persungutan dan gerutu adalah nyayian iblis.

Kedua, Allah mengirimkan ular tedung yang berbisa itu kepada bangsa Israel agar mereka 
mau mengakui dosa yang telah dilakukannya, mereka mau bertobat, dan diampuni Allah. 
Sesudah menerima hukuman melalui gigitan ular berbisa itu, mereka menjadi sadar akan 
dosa-dosanya. Mereka juga menyadari, bahwa kehidupan mereka tidak dapat diselamatkan 
oleh kekuatan sendiri. Hal itu membuat mereka mencari pengampuan  dan keselamatan yang 
datangnya dari Allah sendiri. Sebagai tanggapan-Nya, Allah pun mengirimkan ular 
tembaga untuk menebus mereka. Sekarang ini pun, masa kesukaran dan musibah dalam 
kehidupan ini dapat menjadi titik balik bagi kita untuk mulai memandang kepada Yesus 
dengan iman, sama seperi bangsa Israel yang patuh dan memandang kepada ular tembaga 
yang dinaikkan ke atas tonggak itu. Dalam segala penderitaan dan kesengsaraan yang 
kita alami, Allah hanya mempunyai satu tujuan. Ia bermaksud memabwa kita �bertekuk 
lutut� di hadapan-Nya, mematahkan ketegaran tengkuk kita, dan membuat kita
 bertobat. Bila hal itu sudah terjadi, kita pun akan melihat Yesus.

Ketiga, tujuan Allah mengirimkan ular berbisa itu adalah membawa maut untuk 
orang-orang yang tidak bertobat dari dosa mereka, dan yang bahkan tidak mau peduli 
memandang kepada ular tembaga itu. Mereka yang cepat marah dan bersungut-sungut tetapi 
segera bertobat setelah digigit ular tedung akan langsung disembuhkan jika memandang 
ular tembaga yang dipancangkan Musa itu. Tetapi, mereka yang tidak mau berbuat 
demikian akan mati tanpa perkecualian. Saat ini pun banyak orang yang sampai ke akhir 
hayatnya tetap melawan Allah dan tetap tidak mau bertobat apalagi menerima Injil Yesus 
Kristus. Walaupun Allah telah �menghancur luluhkan� dan �mematahkan tulang-belulang� 
mereka melalui banyaknya musibah, sengsara, dan kesakitan yang diderita, namun tetap 
saja mereka menolak ketukan supaya membuka pintu hati mereka. Bagi orang-orang itu, 
tidak ada pilihan lain kecuali hukuman kebinasaan kekal dan hilang selama-lamanya.

Ular tembaga yang dililitkan pada sebatang tonggak kayu yang tinggi adalah nubuat 
tentang Yesus Kristus yang akan datang yang mati tergantung di kayu salib bagi 
dosa-dosa kita (Yohanes 3:14-15). Sebagaimana bangsa Israel yang memandang dengan iman 
pada ular tembaga yang terpancang di tombak kayu itu menjadi sembuh dari bisa ular 
yang mematikan, demikian juga untuk saat ini, siapapun yang memandang Yesus Kristus 
akan menemukan keselamatan dan kelepasan dari segala dosa dan masalah yang pernah ada.

 

Pertama, agar dapat lahir baru, kita perlu melihat Yesus Kristus yang dipaku di 
kayu-salib untuk menggantikan tempat kita. Kita semua telah digigit oleh ular-dosa. 
Karenanya, dalam darah kita ada mengalir racun dosa yang sama, yang dahulu juga 
mengalir didalam darah Adam. Agar dapat hidup tanpa dosa-dosa itu, kita harus 
memandang kepada Yesus Kristus yang tergantung tinggi di atas kayu salib.

Kedua, supaya setiap hari dapat disucikan dari dosa, kita pun masih tetap harus 
memandang kepada Yesus yang tergantung di kayu salib.

Sepanjang umur hidup kita, begitu sering kita digigit ular dosa. Tetapi, darah Yesus 
yang mulia itu selalu menyucikan dan menyembuhkan bila kita memohon ampun dari 
pada-Nya. 

Ketiga, agar setiap hari dapat mengalami kasih Allah, kita pun masih harus tetap 
senantiasa memandang kepada Yesus Kristus. Siapa yang dapat sepenuhnya mengerti 
tentang kita dan tetap mengasihi kita dengan kasih abadi dan sejati seperti kasih 
Yesus Kristus? bila kita kebetulan berada dalam keadaan yang sangat kesepian dan 
kelelahan dalam perjalanan hidup ini kadang-kadang kita berusaha mendapatkan 
penghiburan dari teman atau sanak keluarga. Namun kenyataan yang kita terima bukannya 
penghiburan tetapi justru kita sering menerima jari telunjuk yang dipakai untuk 
mengorek-ngorek luka yang lebih dalam. Atau mereka akan menaburkan garam pada luka 
kita yang masih menganga dan mengucurkan darah segar itu. Kehampaan dihati akan tetap 
tinggal tak tergeserkan, dan kita sama sekali tidak mendapatkan penghiburan. Walaupun 
demikian, Yesus tetap mengasihi kita dengan kasih yang tidak berubah. Dan bila kita 
memandang kepada-Nya, kita akan mendapatkan kasih dan penghiburan-Nya yang besar, yang
 selalu menyembuhkan luka di hati kita. 

Yang terakhir, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus merupakan Sertifikat yang 
membuktikan bahwa kini keselamatan itu betul-betul telah menjadi milik sah kita. Ia 
menandatangi �surat hak milik� keselamatan kita itu dengan darah-Nya sendiri yang 
sangat mulia. Bila rasa takut terhadap ketidakpastian, kebimbangan, atau rasa tidak 
percaya terhadap kehidupan yang tidak menentu merangkak masuk ke dalam hati kita, 
sekali lagi, kita harus memandang Yesus di atas kayu salib itu. Bila kita memandang 
Dia, kuasa kesembuhan Roh Kudus itu akan bekerja didalam diri kita. Roh Kudus  akan 
mengukuhkan kepastian keselamatan yang telah kita terima dan juga mencurahkan 
pengharapan, serta suka cita kehidupan yang baru. 

Raja Bebal yang ditolak Allah

Melalui Nabi Samuel Raja Saul menerima perintah Allah untuk memusnahkan bangsa Amalek 
yang jahat. Bangsa Amalek adalah penyembah-penyembah berhala dan memusuhi Tuhan. Allah 
mempunyai rencana untuk memelihara kesinambungan dan kemurnian bangsa Israel, agar 
melalui mereka Ia dapat dipermuliakan. Itulah sebabnya, Ia memerintahkan Raja Saul. 

�Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, 
dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun 
perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun 
keledai� (ayat 3).

Raja Saul mengerahkan segenap kekuatan tentaranya, dan kuasa Allah ia mengalahkan 
orang Amalek. Tetapi, ia ingin penghargaan manusia karena kemenangannya dalam perang 
itu. Saul pun berusaha mendapatkan hal itu dan ia mulai tidak taat pada 
perintah-perintah Allah. Yang dilakukannya ialah ia membiarkan raja Amalek hidup, 
begitu juga dengan domba, lembu, anak lembu, anak domba dan segala sesuatu yang baik 
dan berharga. Semua itu dibawanya pulang. Saul tidak mematuhi perintah-perintah Allah 
yang mengharuskannya membinasakan semua orang Amalek dan binatang peliharaan mereka. 

Dalam kemurkaan-Nya, Tuhan Allah menegur dengan keras ketidak patuhan raja Saul 
melalui Nabi Samuel. Ia menegaskan, bahwa tidak ada suatu korban dan persembahan yang 
dapat menggantikan kepatuhan kepada Allah. Bukankah kepatuhan pada Allah suatu perkara 
yang sederhana? Sekalipun demikian, Saul pertama-pertama lebih memilih bagaimana 
caranya supaya tidak dipermalukan didepan rakyatnya bangsa Israel. Saul tidak mau 
segera bertobat dengan hati tulus di hadapan Allah karena takut kehilangan muka. 
Akhirnya, raja Saul ditolak Allah, ia kehilangan takhtanya serta kehilangan hadirat 
Allah. Sebagai akibatnya, ia mati dalam keadaan yang menyedihkan pada waktu berperang 
melawan orang Filistin (I Samuel 34:4).

Apakah yang Dituntut Bapa Surgawi dari Kita ?

Jika kita membandingkan kehidupan Saul dan Daud, dengan jelas kita dapat melihat, 
bahwa Allah menuntut adanya kepatuhan dan pertobatan dari diri kita. Keduanya adalah 
apa yang dipilih sendiri oleh Allah, dan keduanya juga sama-sama melakukan banyak 
dosa. Cukup aneh memang jika Allah menolak Saul, tetapi pada pihak lain Ia mengampuni 
serta memulihkan Daud, walaupun Daud telah melakukan dosa-dosa yang keji.

Apakah alasannya? Memang ada satu alasan yang jelas. Pada saat Raja Daud berbuat dosa, 
ia betul-betul menyesal, hancur hati dan bertobat. Daud memang raja besar yang 
memerintah negara yang kuat. Namun pada saat ia melanggar perintah Allah, secara 
rendah hati ia mengakui kekeliruan fatal yang telah dilakukannya , dan ia segera 
bertobat. Begitu Nabi Natan datang, ia menelanjangi dosanya yang masih tersembunyi, 
Daud tidak membuat dalih bagi dirinya sendiri ketika pelanggaran yang ditegur. Daud 
cepat bertobat, dan berteriak memohon kemurahan serta pengampunan, tetapi sebaliknya 
Saul menyimpan kepahitan di hati, dan bahkan menjauhkan diri dari Allah. Bila Allah 
keadaan hati yang bertobat, Ia senantiasa penuh dengan kemurahan untuk mengampuni dan 
memulihkan. Pada saat Allah menyaksikan hati Daud yang rendah, Ia bukan hanya 
mengampuni, tetapi juga memulihkannya. (memulihkan berarti mengembalikan kekeadaan 
semula, sebelum kejatuhan itu terjadi). 

Berbeda halnya dengan Saul, ia dengan sengaja tidak mematuhi petunjuk yang 
diperintahkan Allah. Dan tidak hanya itu pada saat dosanya ditunjuk dan dikecam Allah, 
ia tidak mau bertobat. Saul justru berusaha membenarkan diri, dan mencari-cari dalih 
yang tidak masuk akal. Lebih jauh lagi, pada saat Samuel memberitahukan bahwa Allah 
telah menolaknya sebagai Raja Israel, Saul masih saja merengek-rengek dan memohon, 
agar ia tetap diijinkan memerintah sebagai raja. Ia tidak mau mengakui dosanya dan 
bertobat. Allah melihat hati Saul yang memang tidak tersentuh yang mau kembali dan 
bertobat kepada Dia itu. 

Tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang belum pernah berbuat dosa. Tanpa 
perkecualian, sepanjang kehidupan ini kita semua telah banyak melakukan dosa, 
tersandung, dan jatuh. Tetapi ada satu hal yang sama sekali tidak boleh kita lakukan 
dihadapan Allah, yaitu berdalih-dalih dan membenarkan kekeliruan yang kita lakukan.

Bila Allah mengetuk hati kita oleh Firman-Nya, satu-satunya yang harus kita lakukan 
ialah merendahkan diri di hadapan hadirat Allah yang kudus dan benar itu serta 
bertobat dari dosa-dosa kita. Bila itu kita lakukan, Allah bukan hanya hendak 
mengampuni, tetapi juga memulihkan kita dalam kasih dan kemurahan-Nya. Dengan 
demikian, tanpa menunggu lebih lama, kita dapat berdiri di hadapan-Nya dalam keadaan 
yang sudah di ampuni.

Sebab itu, bila anda berdosa, jangan menunda untuk bertobat dengan segenap hati dan 
mencari pengampunan yang dari Allah. Allah kita yang baik mengampuni Raja Daud juga 
akan mengampuni anda, kalau kita tidak bertobat secepatnya, kita akan menanggung 
akibat yang buruk, yaitu kita terpisah dari hadirat-Nya, sampai kita betul-betul mau 
bertobat.

 

15.BEJANA YANG DIPAKAI ALLAH

Sesungguhnya, kita semua ini di dunia hidup untuk mengejar keuntungan diri sendiri. 
Tetapi, orang-orang yang di pilih dan di panggil melalui Yesus Kristus hidup untuk 
memanifestasikan kemulian Allah. Dalam konteks itu, semua orang yang beriman kepada 
Yesus Kritus bejana-bejana yang dipilih oleh Allah sendiri.

Jadi, apakah yang harus kita lakukan untuk dapat menjadi bejana yang baik yang dapat 
dipakai Allah?

Pertama, untuk menjadi bejana yang di pilih Allah, kita harus dikuduskan oleh darah 
Yesus yang mulia. Kita harus memberikan diri dan hidup kita kepada Allah, dan 
membaktikan sepenuhnya. Kita harus berlutut di bawah kaki-Nya dan mengosongkan diri, 
agar benar-benar dapat dijadikan bejana yang sepenuhnya diabdikan untuk melayani Tuhan 
kita. Ini harus menjadi pengakuan kita, �O Bapa, ambillah aku. Laksanakanlah 
kehendak-Mu melalui diriku, dan permuliakanlah nama-Mu melalui aku, di mana pun aku 
berada.�

Kedua, untuk menjadi bejana yang dipakai Allah, kita harus memiliki �visi dan impian � 
yang sesuai denga Firman-Nya. Mata jasmani kita tidak menyaksikan bukti yang nyata. 
Telinga kita mendengar suara yang jelas kedengaran. Tidak ada bukti nyata di tangan 
yang menandakan bahwa Allah sedang menggenapkan rencana-Nya melalui kita kadang-kadang 
kita menjadi putus asa, kita harus tetap tegar berpegang teguh kepada keyakinan kita, 
bahwa Allah dapat melakukan segala perkara. Jika kita memiliki yang demikian mantapnya 
terhadap Tuhan, kita akan menjadi bejana indah yang dapat dipakai Allah.

Ketiga, supaya menjadi bejana yang dipakai Allah, kita harus mendisiplin diri untuk 
senantiasa mengucapkan syukur (artinya : menyuarakan pengakuan ucapan syukur itu) 
kepada Allah, bila diperhadapkan kepada keadaan yang bagaimana pun juga. Jangan 
mempedulikan betapa pun rumitnya keadaan yang menekan kehidupan Anda. Peganglah Firman 
Allah sebagai jawaban Anda, disertai dengan ucapan syukur itu. 

Dengan iman yang kukuh tidak tergoyahkan, patuhilah Dia tanpa ragu-ragu. Melalui iman 
anda, Roh Allah akan menaklukan dan mengendalikan situasi yang menjepit Anda itu, dan 
nama Bapa Surgawi kita akan di permuliakan. Bila kehendak Allah dilaksanakan melalui 
kita seperti itu, kita akan menjadi bejana mulia yang dipakai Allah. ( dilanjutkan 
minggu depan )

catatan :

Bila Anda ingin mengikuti  pelajaran-seri dari awal " Full Gospel Teologi ",silahkan 
add.member sendiri dalam 7 cell groups home-cell Full Gospel 
Indonesia,passwordnyaterteradi [EMAIL PROTECTED] dan bagi yang suka berita politik 
silahkan bergabung di milis Team Sukses PDS Surabaya di [EMAIL PROTECTED], kami 
sediakan bendelan foto-copy  berita-berkala "Team Sukses Mega-Hasyim-PDS " dapatkan 
foto copynya di Anugerah Copy Center Jl. Dharmawangsa 88 Surabaya.

Kaset tentang "cell groups Partai Damai Sejahtera " bisa dipesan lewat SMS 0812 327 
3886, harga 1 set ( 3 kaset ) Rp.60.000,- termasuk ongkos kirim, pembayaran lewat ATM 
BCA 088 4630 637 a/n Tjan Tiang Tjoe, Fax arsip setoran Anda disertai alamat penerima 
jang jelas ke 031- 3760198.

Ev.Bambang Wiyono.



                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Friends.  Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke