From: heru atmodjo 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, June 18, 2004 2:50 AM
Subject: Re: [temu_eropa] SURAT KEMBANG KEMUNING:MALAM FINLANDIA


Bung Kusni, perkenankanlah aku ikut share Surat Kembang Kuning Bung Kusni, yang 
menulis tentang Sini Cedercreutz.  Sayang aku tak sempat berkenalan dengan Michael, 
suaminya.
Pertemuan singkat di Brussel ketika kami mengunjungi Parlemen Eropa di Brussel,
Sini benar-benar berusaha memberikan agenda Hak Asasi Manusia yang maximal bagi kami, 
delegasi Indonesia ke UN HCHR ke Geneva, yang mendapat kesempatan berkunjung satu hari 
di Gedung Parlemen Eropa itu.

Kami telah dipertemukan dengan anggota parlemen terhormat, seperti MEP Herr Harmut 
Nassauer, Group of the European Peolple'Party of Federal Republic of Germany 
Christlich Demokratische Union Deutshlands ,  MEP Mr. Nirj Deva dari Group of the 
European People's Party of  United Kingdom Conservative and Unionist Party, MEP Mevr. 
Hanja Maij-Weggen of Netherlands Christen Democratisch Appel. Tetapi yang utama adalah 
Mr. Matti Wuori, The Group of the Greens di European Parliament dari Finlandia.

Sayangnya teman-teman kami di negeri Belanda kurang memberikan briefing lebih luas 
tentang kunjungan ke Brussel ini sebelumnya, sehingga rombongan kami kurang siap,  
tidak ada persiapan sebelumnya, serba spontan.  Dan memang medan HAM bagi Korban 65 
ini pada waktu, jujur saja merupakan hutan belantara, kita tidak kenal binatang apa 
itu HAM PBB.  Walau demikian terimakasih kami yang tak terhingga  kepada Sini 
Cedercreutz, yang menuntun kami mengenal medan HAM di Parlemen Eropa. Adalah karena 
jasanya kami dapat bertemu dengan Mr. Matti Wuori, yang simpatik dan memuji 
kepemimpinan Bung Karno, yang berani melawan arus politik PBB yang pincang, tidak 
mencerminkan keadilan, dan akhirnya Bung Karno memutuskan keluar dari PBB.  Politik 
Bung Karno, menurut Mr. Matti Wuori, masih relevant bagi perjuangan bangsa-bangsa 
sedang berkembang.

Aku setuju Bung Kusni, tidak ada kata perpisahan untuk Sini dan Michael karena dunia 
cinta kemanusiaan itu satu. Finlandia dan Indonesia sama tidak ada perbedaan lahir dan 
batin. Dari jauh aku ikut bersuara demikian.

Namun kemanusiaan yang mulia ini, bila dilakukan oleh negara-negara adikuasa,  kaum 
kapital besar, menjadi ironi,  menjadi panggung permainan, sehingga apa yang kita 
lihat dimana-mana hanyalah kemunafikan dari negara-negara besar. Hak Asasi Manusia, 
Kemanusiaan, menjadi pembungkus politik busuk, yang tidak lain hanyalah untuk 
mempertahankan hegemoni kapitalnya di dunia. Karena itu aku setuju Matti Wuori, untuk 
terus berjuang, untuk meningkatkan kesadaran negara-negara yang serdang berkembang 
tentang ketidak adilan, yang bertentangan dengan kemanusiaan.

Teriring salam hangat untuk Sini dan Michael yang berbahagia.

Heru Atmodjo


Budhisatwati KUSNI <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Surat Kembang Kemuning:

MALAM FINLANDIA

Sini Cedercreutz, antropolog Finlandia, yang menjadikan nelayan Amurang sebagai daerah 
penelitiannya dan telah membuat dirinya bagian dari Indonesia, dan Michael , suaminya 
direktur  perusahaan kertas Finlandia untuk Eropa Barat, akhirnya pada bulan ini 
kembali ke Helsinki. Semalam mereka menyelenggarakan pertemuan perpisahan dengan 
teman-teman dekat di Koperasi Restoran Indonesia termasuk dengan teman-teman Finlandia 
sehingga malam kemarin bisa dikatakan Malam Finlandia di Restoran Indonesia. Nyanyian 
Indonesia dari Ambon dinyanyikan oleh Alex dan istri disambut oleh nyanyian Finlandia 
dan sebagai hadiah sederhana saya membacakan sanjak "Kepada Sini Cerdercreutz dan 
Michael" di mana saya katakan bahwa "tak kuucapkan selamat jalan/karena cinta adalah 
negeri kita hidupi bersama selamanya". Koperasi Restoran Indonesia dan teman-teman 
Indonesia seperti Yita yang penari, Alex dan istrinya -- pegawai rendahan KBRI Paris , 
tapi paham benar arti persahabatan manusiawi --  memberikan tanda
kenangan kasihsayang persahabatan terbaik yang bisa diberikan kepada Sini dan Michael. 
Tak banyak kata pidato diucapkan karena kata agaknya sudah mencapai ambang batas 
kemampuan mengungkapkan segala perasaan yang terjalin di hati selama ribuan hari 
bersama.Semua hadirin bungkam dengan perasaan masing-masing dan mencoba 
mengungkapkannya dengan cara sendiri-sendiri. 

Yang kurasakan pada Malam Finlandia di Koperasi Restoran Indonesia malam ini  terutama 
dalil yang kupungut dari tengah-tengah Tragedi Sampit Berdarah Februari 2000 bahwa 
etnik dan bangsa hanyalah perbatasan semu bagi kemanusiaan. Bahwa seperti kata filosof 
Perancis Paul Ricoeur: "kebudayaan itu majemuk tapi kamanunsiaan itu tunggal". Kembali 
kurasakan betapa indahnya perdamaian dan betapa sulitnya ia diujudkan tapi ia bukan 
fatamorgana. Hal ini kemudian tertuang keesokan harinya dalam surat-surat kesan 
sahabat-sahabat Finlandia. Sini dan Michael dengan cara mereka sendiri mengukirkan 
persahabatan anak manusia kedua bangsa dan negeri -- penamaan bagi keragaman budaya 
tunggalnya kemanusiaan. Satu di utara, satu di selatan bumi. Kalau Rudyard Kipling 
hidup, barangkali ia akan segera mengkoreksi  pernyataannnya "Barat adalah Barat, 
Timur adalah Timur adalah Timur:Dua ujung tak pernah bertemu". Tapi ternyata di Malam 
Finlandia di Koperasi Restoran Indonesia semalam, nurani dan kasih
sayang dan persahabatan telah membantah Kipling. Kipling barangkali malu pada 
mentalitas dan pola pikir kolonialisnya dan ia berhak mengkoreksi diri, karena 
melakukan kekeliruan adalah hak setara dengan hak mengkoreksi kesalahan. Kesalahan 
hanyalah petunjuk keterbatasan manusia yang selalu dibatasi oleh syarat sosial dan 
sejarah zaman yang membuat kita tak sanggup membaca realita. Syarat-syarat sosial , 
sejarah dan zaman yang tidak tidak dipahami atau disalahtafsirkan sering  menampar 
keras wajah keangkuhan dalam berbagai bentuk, seperti merasa diri serba dan serba tahu 
sebagai cara menarik perhatian oleh kehampaan jiwa.

Di Malam Finlandia semalam sama sekali tidak ada sedikitpun terpecik tanda-tanda 
demikian. Yang menonjol adalah sikap  saling menghargai perbedaan dan keragaman. 
Keragaman yang justru mengentalkan rasa persahabatan dan solidaritas. Ketika Sini 
nmemperlihatkan tandamata demi tandamata dari teman-teman Indonesianya yang diserahkan 
kepadanya dan Michael pada malam itu, saya membayangkan betapa  kelak tamu-tamu yang 
datang ke rumah mereka di Helsinki membayangkan Indonesia, budaya dan manusianya. 
Barangkali orang-orang itu akan seperti Aleksander yang Agung membayangkan 
negeri-negeri katulistiwa sebelum ia dan pasukannya menyerbu ke Timur. Hanya tentu 
saja berbeda dengan Aleksander yang Agung, orang-orang Finlandia yang kelak datang ke 
rumah Sini dan Michael di Helsinki membayangkan dengan bayangan masing-masing rasa 
persahabatan orang Indonesia yang telah dijumpai oleh Sini dan Michael. Belum sampai 
di Helsinki keesokan harinya, teman-teman Finlandia , bersurat melalui e-mail kepada
Sini menyatakan kebahagiaan dan kegirangan mereka memperoleh kesempatan hadir di Malam 
Finlandia di Koperasi Restoran Indonesia. Mereka tidak pernah membayangkan adanya 
malam persahabatan demikian. Tidak terbayangkan, tidak sama dengan tidak ada. Dan 
ternyata yang tidak terbayangkan itu memang ada. Barangkali jarak demikian melukiskan 
keterbatasan daya bayang dan imajinasi anak manusia sekaligus menggambarkan betapa 
hidup tetap satu misteri di mana tersimpan antara lain keindahan tak terduga. 
Persahabatan dan kasihsayang tulus antar anak manusia adalah salah satu keindahan tak 
terlukiskan dan ia ada seperti telah diperlihatkan oleh Malam Finlandia di Koperasi 
Restoran Indonesia semalam -- malam melepaskan Sini dan Michael kembali ke Helsinki.

Ketika meninggalkan Koperasi Restoran  Indonesia di antar dengan mobil yang dibawakan 
oleh Michael, saya melirik bulan di langit musim semi di atas Paris dikitari oleh awan 
kelabu. Perjalanan sekian puluhtahun terhampar kembali di hadapan mata saya  dengan 
segala rupa cerita.  Ingin saya namakan koperasi sederhana ini pangkal dari sebuah 
jembatan pelangi dan di atasnya berjalan bergandengan sekian putera-puteri bumi dengan 
rasa kemanusiaan mereka. Saya melihat kemanusiaan tak obah sebagai dbunga mei [may 
hoa] yang tumbuh di tengah putih salju. May hoa ini pun kusaksikan di Malam Finlandia 
ketika Laurent menyerahkan serangkum bunga kepada Sini dan Michael mengungkapkan 
perasaannya.  Kembali dan lagi-lagi kusaksikan di jembatan pelangi  ini kemanusiaan 
itu tunggal  sedangkan etnik dan bangsa hanyalah perbatasan semu.

Tak kuucapkan selamat jalan kepada kalian Sini dan Michael karena kita hidup selamanya 
di sebuah negeri indah bernama cinta dan kemanusiaan.

Paris, Juni 2004.
---------------
JJ.Kusni

[Non-text portions of this message have been removed]


Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/temu_eropa/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


            
---------------------------------
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!

[Non-text portions of this message have been removed]


      Yahoo! Groups Sponsor 
            ADVERTISEMENT
           
     
     


--------------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links

  a.. To visit your group on the web, go to:
  http://groups.yahoo.com/group/temu_eropa/
    
  b.. To unsubscribe from this group, send an email to:
  [EMAIL PROTECTED]
    
  c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke