Kamis, 17 Juni 2004 - 03:48 WIB
Dari dialog lintas agama di Sulut
Indonesia Butuh Pemimpin Nasionalis dan Religius Sejati BITUNG - Jelang Pemilihan 
Presiden 5 Juli mendatang, tak sedikit komponen masyarakat melaksanakan kegiatan. Tak 
terkecuali Gerakan Intelektual Muda Kristen (Gimkris) Bitung, kemarin (16/06) 
menggelar dialog lintas agama, di Wisma Pelaut Internasional. Dialog yang menghadirkan 
pembicara Ketua DPP GAMKI Audi Wuisan, STh dan Sekretaris NU Sulut Ulias Taha dengan 
moderator tokoh pemuda Bitung, Ir Maurits Mantiri mengupas tentang pemimpin bangsa ke 
depan, dalam telaah struktur dan kultur politik. 
Dalam dialog berupa tanya jawab tersebut, umumnya peserta yang hadir baik kalangan 
mahasiswa, guru, tokoh-tokoh agama, politisi, serta arat pemerintah sepakat kalau 
pemimpin bangsa ke depan harus berjiwa nasionalis dan religius sejati. Seperti apa 
tipe pemimpin Indonesia seperti itu?
Sesuai pemaparan kedua narasumber, bahwa bentuk dan sifat pemimpin yang nasionalis, 
artinya mampu menangkal disintegrasi bangsa, menghargai pluralisme, melindungi 
minoritas, punya keberanian, solidaritas, serta memperhatikan pemerataan pembangunan. 
Sedangkan, bentuk dan sifat pemimpin religius, orang yang mempertemukan iman dengan 
praktis, berkarakter, santun dan value. 
�Dalam tataran nasionalis, bahwa sejarah Indonesia adalah catatan emas yang mengantar 
terbentuknya NKRI. Dan momentum sejarah tersebut adalah nilai perjalanan NKRI, dan 
inilah bentuk kontrak sosial dari para founding fathers kita. Mengenai religius bukan 
agama tapi keimanan seseorang,� ujar Mantiri menyimpulkan.
Sementara itu, Ketua Panitia Dialog, Maxi Rumuat didampingi Sekretaris Gimkris Bitung 
Drs James Lumentah mengatakan dialog ini digelar tidak ada muatan kepentingan politik 
namun sebagai pranata sosial sehingga umat beragama bisa berperan dalam kemasyarakatan 
aktual. Juga memiliki terjemahan, persepsi dan terminologi yang sama ke depan, untuk 
membangun Indonesia yang lebih demokratis dan berkeadilan sosial perlu dipimpin 
seorang yang memiliki kapasitas dan kapabilitas serta berjiwa nasionalis dan religius 
sejati. Ditambahkan, juga sebagai kekuatan moral dan sosial, kedepan umat beragama 
dapat mewarnai dan memainkan peran sebagaimana yang diletakkan founding fathers. 
�Artinya, dalam membangun ke depan, NKRI di tengah konfigurasi perubahan sosial perlu 
diayomi pemimpin bangsa yang visi dan misi lintas sektoral demi terwujudnya penegakan 
supremasi hukum, menghargai kesetaraan dan hak-hak sipil,� ujar Maxi.(Komentar)

 (supereditor)


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke