Kiriman : mailto:[EMAIL PROTECTED]
Beritakan Keberhasilan Bu Mega! Mengapa berita berita ini tidak di expose?
MENURUT SunTzu, ahli strategi perang dari Cina, langkah strategis pertama
untuk menang perang adalah mengenal betul diri kita sendiri. Mengukur secara
cermat potensi dan sumber daya, sekaligus merumuskan kompetensi yang kita
miliki. Beberapa hari yang lalu, topik kompetensi ini dibahas oleh beberapa
teman, dan kampanye calon presiden (capres) dijadikan kasus studi.
Menurut teman-teman, capres Susilo Bambang Yudhoyono secara unik sudah
memanfaatkan salah satu kompetensi yang dimilikinya. Yaitu tampang keren dan
ganteng, dibandingkan capres lainnya. Lihat saja iklannya yang bergaya ABG
dan secara "hard-selling" mengiklankan kegantengan Susilo Bambang Yudhoyono.
Capres yang lain tidak banyak berbeda. Rata-rata masih juga berjualan di
seputar kompetensi kepribadian mereka masing-masing.
Anda ingat ungkapan "It's the economy, stupid"? Ungkapan ini dipopulerkan
oleh ahli strategi politik, James Carville, dan menjadi slogan politik Bill
Clinton pada 1992. Strategi itu luar biasa manjur. Lewat isu ekonomi ini,
Presiden George Bush yang saat itu baru saja menang Perang Teluk dan
berhasil memukul Irak dapat dikalahkan secara telak oleh Bill Clinton.
Isu ekonomi selalu populer dalam setiap kampanye politik negara mana pun.
Malah dalam polling yang dilakukan National Leadership Center pada Maret
lalu, 52% calon pemilih mengatakan bahwa masalah ekonomi adalah isu utama
mereka dalam menentukan pilihan di pemilu. Masalah KKN yang bergelora selama
kulminasi reformasi pada 1998/1999 hanya mampu menempati posisi kedua dengan
skor 17%.
Uniknya, masalah ekonomi ini malu-malu diangkat dalam kampanye pemilu
presiden kali ini. Belum ada satu capres pun yang secara gamblang
berkampanye dengan platform ekonomi yang jelas.
Kalaupun ada, masih sebatas
janji dan visi umum. Menurut gosip, hal ini pula yang menyebabkan seretnya
sumbangan dana pemilu dari kalangan pengusaha.
Ironisnya, selama tiga tahun terakhir justru terjadi pemulihan makroekonomi
Indonesia secara spektakuler. Misalnya saja, keberhasilan Indonesia lulus
dari IMF, yang telah memulihkan kepercayaan publik terhadap ekonomi
Indonesia. Kalau kita simak laporan ekonomi Bank Indonesia, pada tahun 2000,
simpanan ketiga dana masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito masih di
bawah Rp 300 trilyun. Pada 2004, dana ini telah melewati Rp 900 trilyun
lebih. Inflasi dan bunga SBI malah mencapai titik terendah dalam 20 tahun
terakhir ini.
Kegiatan ekonomi telah bergeliat kembali.
Pertumbuhan penjualan sepeda motor
telah melewati jumlah 3 juta, jauh di atas angka sebelum krisis. Bunga
pinjaman bank untuk KPR, misalnya, turun di bawah 10%. Penjualan retail
tumbuh di atas 17% terus-menerus sejak 2001. Dan mencapai puncak pada 2003,
menjadi 19% lebih. Malah, menurut BPS, jumlah penduduk miskin di Indonesia
turun dari 38,7 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi 37,2 juta jiwa pada 2003.
Yang bikin saya geli, prestasi ekonomi sebagus ini tidak diklaim sebagai
prestasi oleh kubu capres Megawati. Ini peluang dahsyat yang begitu saja
dibiarkan lepas. Kubu Megawati gagal menerapkan jurus perang pertama Sun
Tzu.
Gagal menganalisis dan memformulasikan kompentensi yang bisa jadi
miliknya, sehingga momentumnya hilang.
Namun mungkin saja keberhasilan
ekonomi selama tiga tahun terakhir ini memang bukan prestasi langsung dari
kabinet yang sekarang.
Ketika cerita ini saya sampaikan kepada Mpu Peniti, mentor saya, beliau
hanya tertawa, dan bersiul, menirukan lagu Koes Plus, Kolam Susu. Beliau
mengingatkan, kalau saja ada capres yang sungguh-sungguh mau menggarap
ekonomi Indonesia secara serius, kita bisa mewujudkan cita-cita yang selalu
dikumandangkan Bung Karno. Dengan sumber daya yang ada, bukan tidak mungkin,
sebelum 2010 kita bisa mewujudkan "Indonesia yang gemah ripah loh jinawi".
[EMAIL PROTECTED]
[Intrik, GATRA, Edisi 31 Beredar Jumat 11 Juni 2004]
--
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/