[EMAIL PROTECTED] wrote:To: [EMAIL PROTECTED]
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Sat, 19 Jun 2004 11:17:09 +0200 (MEST)
Subject: [pdimega] Kivlan Zen Somasi Wiranto

Sinar Indonesia Baru 19 JUni 2004

Kivlan Zen Somasi Wiranto


Jakarta (SIB)
Kisruh antara mantan Kas Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen dengan mantan
Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto berlanjut. Berawal dari pengungkapan
kasus Pam Swakarsa, Kivlan pun menyomasi Wiranto.
Somasi telah dilayangkan Kivlan pada 16 Juni 2004 lalu. Somasi diluncurkan
karena Kivlan menganggap Wiranto yang kini menjadi calon presiden dari
Partai Golkar itu telah menyerang pribadi dirinya dan telah melakukan
pencemaran nama baik.
"Somasi sudah saya layangkan tanggal 16 Juni lalu, karena Pak Wiranto
menyerang pribadi saya. Dia mengatakan, kasihan istri saya karena bangkrut
bisnisnya," ujarnya ketika dihubungi detikcom, Jumat (18/6). Tidak hanya
Wiranto yang disomasi Kivlan.
Kivlan juga menyomasi tiga orang lainnya, yaitu Suaidi Marasabesssy (tim
sukses Wiranto), Yan Juanda Saputra (kuasa hukum Wiranto), dan Wakil Ketua
Umum DPP PKB Mahfud MD. Semuanya disomasi, karena dinilai Kivlan telah
mencemarkan nama baiknya.
"Suaidi menyatakan saya pembohong besar dan menanyakan apakah saya tidak
bertuhan. Yan Juanda menyatakan saya stres. Dan Mahfud MD menyatakan saya
meminta-minta jabatan panglima TNI dan meminta proyek," kata dia.
Dalam somasinya, Kivlan meminta mereka mencabut pernyataannya dan
diberitakan di media. Kivlan memberi waktu kepada keempat orang itu selama
satu minggu sejak 16 Juni.
"Kalau sampai batas waktu yang ditentukan tidak mengindahkan, maka saya akan
menempuh langkah hukum berikutnya. Kita akan menuntut mereka ke pengadilan,"
jelas Kivlan.
Kivlan menegaskan, selama membuka kasus Pam Swakarsa, dirinya tidak pernah
menyerang pribadi seseorang. "Saya punya fakta dan saksi. Tapi, mengapa
mereka menyerang pribadi saya. Ini namanya pencemaran nama baik," ujarnya.
Yan Juanda: Somasi Kivlan Lucu
Sementara itu, Kuasa hukum Wiranto, Yan Juanda Saputra, pun menganggap
tindakan Kivlan itu lucu.
"Kalau tidak ada aksi, kan tidak ada reaksi. Dia yang memulai aksi,
konsekuensi ya ada reaksi. Jangan mau menang sendiri, dong. Kalau kita yang
disomasi, ya jadi jadi lucu. Dimana logikanya," kata Yan Juanda Jumat
(18/5).
Saat itu Yan Juanda ditanya tanggapan soal somasi dari mantan Kakostrad
Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen kepada Wiranto, Suaidi Marassabessy (anggota
tim sukses Wiranto), Wakil Ketua umum PKB Mahfud MD, serta Yan Juanda
Saputra selaku Ketua Tim Hukum Litigasi Wiranto.
Somasi dilayangkan tim kuasa hukum Kivlan Zen, Abdullah Subur, pada 16 Juni..
Alasannya, pernyataan dan tanggapan Wiranto cs atas pernyataan Kivlan telah
melebar dan terjebak pada penghinaan dan menyerang serta merendahkan Kivlan..
Terhadap dalil tersebut, Yan Juanda balik bertanya, "Kita tanya Pak Kivlan,
apakah ini bermula dari kita atau yang bersangkutan. Yang membuka ini siapa..
Siapa yang mencemarkan, siapa dicemarkan. Jangan lempar batu sembunyi
tangan, dong."
Ditegaskan Yan Juanda, yang dilakukan pihaknya adalah membela diri terhadap
tuduhan Kivlan Zen. "Kita hanya defence. Sebagai pengacara, wajar membela
klien. Saya kira pembelaan saya masih diterima publik. Jadi kalau Pak
Wiranto, saya, Pak Suaidi, Pak Mahfud yang disomasi, ini logikanya
bagaimana?"
Yan Juanda pun menyatakan tidak mau terbawa dalam permainan Kivlan Zen.
Sebab, menghadapi orang stres itu serba sulit.
Ketika diingatkan pernyataannya itu, menyebut Kivlan stres, bisa terkena
somasi lagi, Yan Juanda sambil tertawa menjawab, "Ya, itu lah. Kita jadi
susah. Mau bilang apa, nanti salah. Misalnya, Anda yang bikin masalah dengan
saya. Saya menanggapi Anda, masa salah."
Tentang atas somasi Kivlan, Yan Juanda memastikan akan ada langkah hukum
yang diambil. Namun ini masih harus dirapatkan dengan Wiranto, Suaidi, dan
Mahfud MD yang masih sibuk kampanye dalam rangka Pemilu Presiden. "Tapi
pasti akan ada langkah hukum," tegasnya.
Kubu Wiranto Minta Fadli Zon Jangan Membuat Fitnah
Fadli Zon, yang menerbitkan buku karya Kivlan Zen, mengaku sempat mendapat
ancaman dari massa pro Wiranto untuk membubarkan acara bedah buku yang
digelarnya. Kuasa hukum Wiranto, Yan Juanda Saputra, membantah hal itu dan
meminta Fadli Zon tidak menyebar fitnah.
"Jangan mengada-ada dan membuat fitnah. Itu bukan sikap yang baik. Apalagi
tidak terbukti. Yang edukatif lah. Kita menyesalkan itu," kata Yan Juanda
Saputra,  Kamis  malam.
Ancaman yang diterima Fadli Zon, Direktur Institute for Policy Studies yang
juga dikenal sebagai sohib Prabowo Subianto, memang tidak terbukti. Acara
bedah buku Kivlan berjudul "Konflik dan Integrasi TNI AD" di aula Perpustaan
Nasional, Jl Salemba, Jakarta, Kamis (17/6) siang hingga sore kemarin
berjalan lancar.
"Aman-aman saja kan. Ngapain kita mengganggu orang yang sedang punya hajat.
Kita kalau punya hajat juga tidak suka diganggu. Dan, Pak Wiranto tak pernah
punya pemikiran seperti itu," tukas Yan Juanda.    Yan Juanda kemudian
mengingatkan Fadli agar tidak mempermasalahkan hal-hal kecil seperti ancaman
lewat layanan pesanan singkat atau SMS. Sebab pesan seperti sulit dilacak
darimana asalnya. Misalnya, ia sering mendapat ancaman atau kecaman oleh
orang yang tidak setuju atas komentarnya di pers tentang perseteruan Kivlan
dengan Wiranto.
"Saya telepon balik, tidak bisa diangkat. Jadi, ngapain mempersoalkan
hal-hal seperti ini. Belum tentu pesannya dari orang bersangkutan. Tidak
boleh suudzon," begitu imbauan Yan Juanda untuk Fadli Zon.(detikcom/s)


-- 
Disclaimer

This e-mail and any attachment is for authorised use by the intended
recipient(s) only. It may contain pure confidential information and/or be 
subject to legal privilege. It shoud not be copied, disclosed to retain
other party. If you are not an intended recipient then please promptly 
delete this e-mail. Thanks You

(Diese E-Mail enth�lt vertrauliche und/oder rechtlich gesch�tzte 
Informationen. Wenn Sie nicht der richtige Adressat sind oder diese E-Mail 
irrt�mlich erhalten haben, informieren Sie bitte sofort den Absender und 
vernichten Sie diese Mail. Das unerlaubte Kopieren sowie die unbefugte 
Weitergabe dieser Mail ist nicht gestattet. Danke)

"Sie haben neue Mails!" - Die GMX Toolbar informiert Sie beim Surfen!
Jetzt aktivieren unter http://www.gmx.net/info


Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/pdimega/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke