Salam,
Berikut ini saya forwardkan tulisan M.Rosyid Ridlo berkenaan Pembelaan diri dari PKS
yang saya kutip dari milis JIL.
Karena itu, kepada simpatisan PKS agar tak perlu bingung-bingung, sebab menurut saya
bahwa keberadaan AR saat ini merupakan yang terbaik dari kader-kader yang nggak baik
itu.
Dalam kaedah Usoolul Figh itu disebutkan, bila ada dua kemudharatan yang bertemu dalam
satu kesempatan, maka pilihlah mudharatnya yang lebih ringan. Nah, memang semua
kandidat-kandidat presiden yang ada itu tidak ada yang suci dan bersih. Tapi yang
paling banyak sui dan bersihnya, tentulah wak AR kita itu.
Demikian,
IzaM -
=========
From: "M.Rosyid Ridlo"
Date: Fri, 18 Jun 2004 14:11:34 +0700
Subject: ~JIL~ Pembelaan diri dari PKS
Saya ingin berkomentar sedikit ttg dilema yg membebani para petinggi PKS saat ini, sbb
:
1. Kalau menimbang 5 pasangan capres yg ada maka menurut PKS semua capres yg ada
adalah org2 yg sekular, hatta AR sekalipun sdh bbrp kali berjanji tdk akan membawa
negara ini menjadi berdasarkan syariat Islam, AR pun mendirikan partai yg sekular,
mengucapkan selamat NATAL dsb, yg kesemuanya ini bertentangan secara diametral dg
idiologi PKS. Oleh karenanya bagi PKS antara kelima capres yg ada tdk ada yg beda dlm
idiologinya (kita tdk perlu membahas HH, krn sikapnya yg plin-plan mendudukkannya sbg
hanya ingin "mempolitisir" syariat Islam demi untuk kepentingan sesaat). Hanya memang
jk berdasarkan kaidah AKHAFU-DHARAR, AR memang unggul dimata para petinggi PKS, krn ia
yg plg clean dan reformis. Cuma masalahnya berdsrkn kalkulasi politik sangat sulit
bagi AR bs masuk putaran kedua, krn merajalelanya para "begundal politik" yg akan
menghalalkan segala cara untk menjegal "org2 bersih" menjadi pimpinan negara ini ("the
invisible hand" yg kuat dan bermain yg telah disinyalir oleh DPP
-PKS adalah : lobbi para konglomerat dr chinese-overseas, kepentingan klp kristen
garis keras dan kepentingan AS). Oleh karenanya mendukung AR bg PKS adalah sama dg
kaidah : IDZAJTAMA'AL KHASHIR BIL KHASHIR FASHARA KHASHIRAINI (Jk yg kalah bertemu dg
yg kalah pula, maka hasilnya adalah 2 kali kalah). Tp inipun masih menjadi
pertimbangan dlm kalkulasi politik PKS (artinya blm final).
2. PKS melihat bhw kondisi bangsa ini sdh sedemikian parahnya diobok2 oleh kepentingan
AS, dan akan lbh banyak lagi para aktifis yg akan ditangkap dan lembaga2 Islam yg akan
dibubarkan jk Gerakan Islam tdk segera masuk ke lingkar utama kekuasaan. Perlu
diketahui bhw sekarang semua lembaga2 Islam yg punya hubungan ke Timteng telah diputus
keuangannya, di Indonesia lembaga2 spt WAMY, Lajnah Da'wah wa Ta'lim, Hay'atul
Ighatsah, Jami'atur Rahmah, Hilal al-Ahmar, dll telah kesulitan mendptkan dana dan
kemungkinan besar akan dibubarkan karena terputusnya sumber dana. Di lain pihak
penangkapan besar2an thd para aktifis dan tokoh Islam yg vokal di berbagai negara
Islam semakin menjadi2, baru2 ini Imam mesjid Nabawi, Syaikh Ali al-Hudzaifi dan bbrp
tokoh ulama lain telah ditangkapi di Saudi Arabia, demikian pula di Kuwait, UAE,
Qatar, dll. Sehingga masuk ke lingkar kekuasaan dan berusaha melakukan pengereman
sekuat tenaga dg cara yg paling
halus dan sebaik2nya, serta menunjukkan pemahaman Islam yg moderat adalah sesuatu yg
niscaya dilakukan oleh PKS ke depan.
3. Maka DPP pun melihat kepd capres yg lain yg punya peluang untuk menang tapi paling
ringan madharatnya, diantaranya adalah Wiranto-Wahid. Mesin politik GOLKAR plus PKB
dianggap oleh PKS cukup kuat untuk mengimbangi poros yg makin tajam ke arah kubu
SBY-Kalla dan Mega-Muzadi. WW pun telah menjanjikan 3 kursi mentri strategis bagi PKS
jk mau mendukungnya (diantaranya bidang DIKNAS yg sangat diincar oleh klp Kristen).
Cuma kemudian "the invisible hand" mencium rencana strategis PKS ini dan mengetahui
betapa bahayanya, jk mesin politik GOLKAR yg sangat berpengalaman dan mengakar di
panggung politik RI bertemu dg mesin PKB yg juga berbasis masa kelompok santri
terbesar di RI dg PKS yg dianggap kelompok Islam muda kaum menengah yg militan. Shg
disebarlah berbagai isu2 murahan, spt: PKS mendpt dana (dari Wiranto) 100 M, atau PKS
mendpt dana 50 M, atau PKS mendpt dana 10 M, atau Anis Matta (sekjen PKS) adalah
menantu Wiranto, atau DR Hidayat adalah msh saudara sepupu Wiranto, dsb u
ntuk mengganjal agar koalisi tdk terjadi. Hal ini tdk menyurutkan konsistensi para
petinggi PKS, krn sblm itupun ketika kampanye legislatif sdh banyak isu yg ditebar
(spt mendpt dana dr AS, kepanjangan tangan dr intelijen/Soeripto, dll) tp sama sekali
tdk digubris. Tp tdk sampai disitu para "the invisible hand" lalu melakukan "makar
besar" untuk juga berusaha mengganjal WW masuk ke putaran 2 dg membuat kegamangan
dikalangan para petinggi GOLKAR dan PKB shg mengakibatkan tdk sungguh2nya mesin
politik GOLKAR dan PKB mendukung habis2 an pd WW. Hal inilah yg membuat PKS menahan
diri untuk segera membuat keputusan,
4. Keputusan yg dibuat oleh PKS akan sangat menentukan bagi kepentingan bangsa,
walaupun demikian konstituen PKS blm tentu memahami apa yg sebenarnya terjadi, dan apa
rencana2 besar (the big plan) yg diinginkan oleh PKS thd bangsa ini. Dg demikian para
petinggi PKS dihadapkan pd dilema, apakah akan mengikuti keinginan kuat dr arus bawah
(yg hanya melihat strategi kulit tanpa mengetahui betapa bahaya yg sdg dihadapi bangsa
ini ke depan, dimana 5 th ke depan akan banyak hal yg bisa terjadi pd bangsa ini)tp dg
demikian PKS mendapat keuntungan untuk mempertahankan citranya dan ini akan sangat
baik bagi "kepentingan diri PKS sendiri" dan perolehan suaranya ke depan. Atau,
pilihan kedua adalah "mengorbankan kepentingan dirinya", dan mendapatkan caci-maki
publik serta hujatan dr konstituennya (kecuali tentunya para kader-intinya), dan
menjadikan dirinya sebagai "tumbal" tp bisa berbuat semampunya untuk menyelamatkan
negeri dan ikut serta dlm ganjal-mengganjal untuk menentukan calon
pemimpin negeri ini, tentunya niat baik tsb baru akan diketahui dampaknya entah pd
beberapa tahun atau puluh tahun ke depan (persis spt ketika nabi SAW melakukan
perjanjian Hudhaibiyyah). Tapi apa untungnya memikirkan semua kepeningan dan kerumitan
urusan ini bagi PKS sendiri?? Jawabnya : Tidak ada!! Semua keuntungan adalah bagi
kemaslahatan ummat dan perbaikan mereka, adapun bagi PKS maka tambatan telah ditarik
dan perahu telah dikayuh, tdk ada lagi jalan untuk mundur, tercapainya tujuan
kemaslahatan bagi ummat, atau lbh baik hancur badan menanggung beban karenanya. Apakah
ini sebuah politik yg rasional?
Jawabannya inilah rasionalitas kami, terserah tuan menganggapnya sbg sebuah
rasionalitas atau sbg sebuah kebodohan...
Lalu kapan keputusan akan dikeluarkan, perkembangan terakhir yg disebutkan di atas
membuat mkn alotnya pertimbangan yg hrs diambil, dan mungkin keputusan malah baru akan
dikeluarkan pd putaran kedua kelak (?), WA MAKARUU WA MAKARALLAAH WALLAAHU KHAIRUL
MAAKIRIIN...
Nabiel Fuad Al-Musawa
Zamhasari Jamil
Pelajar Islamic Studies
Jamia Millia Islamia, New Delhi, India
Website: http://jmi.nic.in
Website KBRI: http://www.kbri-newdelhi.org
Yahoo! India Matrimony: Find your partner online.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/