From:  "Bagus Pramono" <[EMAIL PROTECTED]> 
Date:  Sun Jun 20, 2004  5:14 pm 
Subject:  TEAMWORK EMPOWERMENT

ADVERTISEMENT
Click Here
 
TEAM WORK EMPOWERMENT 


Sang Legenda juara dunia mobil Formula Satu asal Jerman Michael Schumacher mendapatkan 
prestasi yang luar biasa dengan meraih Juara Dunia 6 kali tidaklah lepas dari tangan 
dingin direktur teknik Ferrari Ross Brawn dan si Boss Jean Todd. Ketika Tahun 1996 
keluar dari Benetton dan bergabung di Ferrari; Schumacher mempunyai satu syarat dengan 
memboyong Ross Brawn bersama-sama masuk kedalam timnya. Schumacher begitu yakin dia 
tidak bisa bekerja sendirian, dia perlu pendukung dalam kesuksesan karirnya. Demikian 
juga semua elemen yang paling kecil sekalipun dalam Ferrari Team memberikan andil 
dalam World Championships yang sepertinya cuma milik Schumacher saat ini. Kita melihat 
disini bahwa prestasi didapat dari sebuah kelompok kerja (team work). 


TEAM-WORK LEADERSHIP 

Zaman sekarang dimanapun sepertinya tidak berlaku lagi sebuah kepemimpinan dengan 
model dictatorship. Rakyat dimana-mana sepertinya sudah pintar-pintar tidak mau 
dipimpin dengan model kekuasaan yang absolute. Sistem Demokrasi menjadi primadona 
negara-negara di dunia masa sekarang. 

Gaya �one man show leadership� sangat tidak populer lagi; Indonesia sudah kenyang akan 
hal ini walaupun dulu dikemas dengan bungkus �demokrasi terpimpin� tetapi ini hanya 
sebuah istilah saja; yang sebenarnya saat itu kita dipimpin oleh seorang �raja�. 
Betapa seorang presiden mempunyai kuasa yang absolute. Hasilnya memang tidak selalu 
jelek; rakyat bisa aman, ada pembangunan, dan lain-lain. Tetapi jika ini kelamaan ada 
ekses-ekses yang buruk diantaranya korupsi pada kelompok-kelompok yang dekat dengan 
penguasa, penyalahgunaan kekuasaan dan berbagai akibat lain. 

Di Indonesia setelah gerakan Reformasi, terjadi macam-macam kekacauan; sehingga ada 
banyak orang yang kembali merindukan Bapak kita yang lama untuk memimpin. Namun apakah 
ini hal yang relevan ?. Kita sedang masuk kedalam Era Baru Indonesia, marilah kita 
masing-masing menjadi bagian dalam Indonesia Baru. 

Pemimpin yang kita butuhkan adalah sebuah Team Pemimpin ; bukan �one man show 
leadership�. Kita harus cermat memilih team kepemimpinan mana yang paling menjanjikan 
dalam arah menuju Indonesia baru. Kita sedang ke arah itu dan sedang dalam proses, 
mungkin Indonesia bisa digambarkan sebagai seorang ibu yang sedang sakit beranak, maka 
jangan suka mengecam jika masih terjadi hal yang tidak cocok. Menyembuhkan bangsa yang 
sedang sakit parah memerlukan waktu. Kita tidak boleh menuntut sebuah perubahan yang 
�revolusioner�. Kita harus mengerti betapa susahnya menghapus sebuah sistem yang sudah 
solid dalam 32 tahun itu. Tetapi mari kita bersama-sama memberikan andil dalam 
mewujudkan negara dan bangsa yang bersatu untuk maju. Kita mulai dari lingkungan kita 
yang terkecil, di keluarga, di masyarakat, berdisiplin, berbudaya dan ini akan 
memberikan andil pada skala yang lebih luas. Saya yakin ada masa depan yang cerah bagi 
Indonesia. 


WARNA KEPEMIMPINAN 

Amatilah kira-kira warna apa yang akan dipakai oleh pemimpin baru kita nanti. Apakah 
Demokrasi Nasionalis, Pluralis, Teokrasi atau yang lain? Sistem Pemerintahan yang 
represif masa sekarang akan selalu mendapatkan sorotan yang tajam dalam diskursus 
(wacana) yang bernama HAM. Demikianpun sistem pemerintahan yang teokrasi akan juga 
bersifat represif dan pasti akan melanggar ham-nya orang yang punya kepercayaan lain. 
Fundamentalisme dapat menjadi sesuatu yang mengerikan, entah dari agama mana pun. 
Agama-agama yang hampir seluruhnya mempunyai tujuan luhur yaitu perdamaian; tetapi 
atas nama agama pula telah terjadi begitu banyak kerusuhan. 

Kriteria yang bagaimana yang harus dimiliki pemimpin? Berpenampilan berwibawa?, enak 
dilihat? haruskan dia (kelihatan) pandai? Haruskan dia pintar dalam berbahasa? 
Mengenai ini saya ingin berceritera tantang sosok perempuan dengan kepribadian luar 
biasa Shirin Ebadi, pemenang Nobel Perdamaian 2003. Bahasa Prancis atau Inggrisnya 
lemah. Satu-satunya bahasa yang dikuasai hanya Parsi, bahasa ibu. Tapi itu ternyata 
tidak penting. Kiprah Ebadi di negaranya memberikan andil yang penting dalam 
pemerintahan Presiden Kathami. Pada masa kepemimpinan Kathami, Iran menjadi negara 
yang lebih demokratis dan toleran setelah sedemikian lama dikuasai oleh sistem 
teokrasi yang represif tersebut. Kita melihat disini bahwa keberhasilah pemimpin juga 
karena andil dari orang-orang dibelakangnya. 

Kadang kita terlalu under-estimate terhadap figur pemimpin; mampukah dia? layakkah 
dia? pintarkah dia?. Tetapi itu semua bukan hal yang paling menentukan. Pemerintahan 
adalah sebuah team yang terdiri dari berbagai elemen, ada presiden, wakil presiden, 
para menteri, team-team penasehat, dan lain sebagainya. Elemen-elemen itulah yang 
menentukan keberhasilan sebuah team-work leadership. Perlukah seorang pemimpin yang 
multi-talents? Hal tersebut tidak tentu dilarang tapi yang terlebih penting adalah 
kebijaksanaan yang dimiliki pemimpin itu. Kemampuan untuk bisa memberdayakan potensi 
masing-masing anggota team-work, dan keharmonisan dalam bekerja�sama. Seorang pemimpin 
yang dominan, lama-kelamaan akan mengarah ke dictactorship; Kita sudah melihat 
contoh-contoh nya, bukan?!. Kebijaksanaan-kebijaksanaan yang diproduksi oleh 
pemerintah tidak boleh ditentukan oleh �satu orang saja�, melainkan harus melalui 
kesepakatan sebuah dewan yang ada dalam pemerintahan (consensus building). 


WOMAN EMPOWERMENT 

Haruskah seorang pemimpin itu laki-laki? Walaupun Tuhan menetapkan laki-laki adalah 
kepala dan istri adalah penolong yang setia. Namun ada beberapa keadaan dimana 
Allahpun memakai seorang perempuan. Contohnya Deborah seorang nabiah di Efraim yang 
tinggal diantara Rama dan Betel menjadi hakim orang Israel ketika itu. Dibawah 
pimpinan Tuhan, dia menyuruh memanggil Barak dan memerintahkannya supaya mambawa 
sepuluh ribu orang bani Naftali dan bani Zebulon untuk membebaskan Israel (Hakim-Hakim 
4). Saya mengangap disini Deborah yang memimpin pembebasan bangsa Israel ini 
menempatkan dirinya juga sebagai seorang penolong. Deborah mempunyai team-work, 
sebagai seorang perempuan mungkin dia kurang mampu berjuang sendirian dan mempimpin 
pasukan, tetapi dia mampu mendelegasikannya kepada Barak untuk melakukan visi mulianya 
itu dan mereka merupakan sebuah team-work yang solid. 

Walaupun tidak sepenuhnya setuju dengan �faham feminisme�; tetapi saya percaya bahwa 
seorang perempuan juga diperlengkapi oleh Tuhan untuk bisa memimpin pada saat 
diperlukan. Apabila negara kita pernah dipimpin oleh seorang perempuan; maka 
berbahagialah kaum feminis, bahwa Indonesia telah mencapai titik �kesetaraan gender� 
yang istimewa. Sebaliknya ketika sebuah kelompok mempersoalkan �gender� dalam 
kepemimpinan, dan ditambah lagi dengan keluarnya Fatwa Haram terhadap pemimpin 
perempuan, maka hal demikian adalah sebuah �penganiayaan� dengan menggunakan dalih 
agama. 

Kita telah melihat sejarah banyak sekali perempuan-perempuan Asia yang cukup 
berprestasi dalam kepemimpinannya contohnya adalah Indira Gandhi, Gloria 
Macapagal-Arroyo, Benazir Bhutto, Chandrika Bandaranaike Kumaratungga, dan Megawati 
Soekarnoputri. Sesuatu hal sepertinya seragam bahwa mereka mempunyai ayah yang juga 
pernah menjadi pemegang kekuasaan yaitu sebagai perdana menteri atau presiden di 
negaranya. Deretan nama ini akan semakin panjang bila menyebut Corry Aquino dan 
Sirimavo Bandaranaike (3 kali terpilih sebagai PM Srilanka yang juga merupakan the 
world�s first woman Prime Minister pada tahun 1961.) Sirimavo menjadi Perdana Menteri, 
setelah suaminya terbunuh bersama dengan menantu lelakinya oleh lawan politiknya. 
Kiprahnya ini diteruskan oleh anak perempuannya Chandrika menjadi presiden Srilanka 
sejak tahun 1994 sampai sekarang. Kemudian Makiko Tanaka menjabat sebagai Menteri Luar 
Negeri perempuan yang pertama di Jepang, juga mempunyai ayah yang pernah malang 
melintang dan
 memberi warna pada dunia perpolitikan di Jepang selama kurun waktu 29 tahun. Yang 
saat ini masih ditunggu kiprahnya lebih lanjut adalah Park Geun Hye putri dari 
Presiden Korea Selatan Park Chung Hee. Itu semua adalah contoh-contoh 
perempuan-perempuan yang berprestasi dalam memimpin. 

Ketika seorang perempuan diizinkan Allah untuk memimpin, itu bukanlah berarti dia akan 
hanya menjadi seorang pemimpin saja tetapi dia juga ditempatkan sebagai seorang 
penolong yang setia dalam keadaan yang diperlukan dan ini bukan berarti mengeleminasi 
peran laki-laki, seperti halnya Nabiah Deborah dan figur-figur lain dalam Alkitab. 
Ratu Esther memerankan peran penting bagi keselamatan bangsanya dan juga mempunyai 
team-work yang bernama Mordekhai. Posisi Mordekhai di luar lingkungan istana sedangkan 
Esther di dalam lingkungan istana. Figur Mordekhai sebagai rekan-sekerja sungguh 
istimewa; Mordekhai beriman bahwa Tuhan pasti tidak akan diam, melihat umat-Nya 
hancur. Hal ini karena Mordekhai melihat di sepanjang sejarah bangsa Israel; Tuhan 
memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan, menuntun ketika dalam kesulitan. 
Mordekhai beriman pada masa yang lalu, jadi Tuhan pasti juga akan memimpin pada masa 
sekarang. Mordekhai bahkan mampu menggugah Esther, ketika Esther mulai terlena
 menikmati kedudukannya sebagai ratu dan lupa posisinya sebagai umat Tuhan (Ester 
4:13-14). Jadi bolehlah kita menimbang, apakah ada Mordekhai-Mordekhai masa sekarang 
di sekitar calon-calon presiden itu. 


TEAM KEPEMIMPINAN YANG BERWIBAWA 

Kita semua tentu menginginkan seorang pemimpin yang "presents him/herself 
presidentially" atau figur yang benar-benar menjadi icon bangsa kita yang membuat 
negara bangga dan hormat terhadapnya. Tetapi terlebih penting adalah hasil kerja dari 
�team-work leadership� itu. 

Bilamana sebuah Team Kepemimpinan itu meraih wibawa didepan mata rakyat?. Adalah 
ketika mereka membuktikan bahwa mereka adalah team yang mempunyai Integritas!. Bukan 
hanya obral janji melainkan membuktikan apa yang dijanjikannya itu. Satu hal yang 
membuat sebagian besar orang enggan mendengar omongan politikus-politikus adalah 
karena mereka tidak sepenuhnya merasa yakin bahwa figur itu akan membawa mereka menuju 
ke tujuan yang mereka janjikan. Apakah pemimpin itu sudah dikenal sebagai seseorang 
yang mempunyai integritas? Bila ya, maka dia layak menjadi seorang pemimpin bagi 
bangsa ini. Team Kepemimpinan harus membuktikan bahwa mereka adalah terdiri dari 
orang-orang yang berdedikasi/ komit terhadap pemulihan negara ini. Yang berani 
menghadapi resiko, pantang menyerah, mau melakukan perubahan bagi Indonesia ke arah 
yang lebih baik. 

Kepemimpinan yang efektif memerlukan pembinaan kesepakatan umum (consensus building) 
dan penggalangan dukungan seluas mungkin terhadap kebijakannya. Inilah kehebatan hasil 
kerja team-work. Gaya-gaya �oneman show leadership� atau �pemimpin yang berjalan semau 
sendiri� bertentangan dengan prinsip bekerja dalam kelompok (team work), prinsip 
pembagian kerja dan pendelegasian wewenang, adalah mutlak diperlukan dalam usaha 
mengatasi krisis sosial-ekonomi yang terpuruk. 

Maka pilihlah dan ujilah masing-masing team capres-cawapres dan orang-orang 
dibelakangnya untuk 5 Juli dan 20 September 2004 nanti. 

Selamat memilih 
God with us! 



Blessings, 
Bagus Pramono
June 21, 2004



                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke