21.06.2004

Iran Mengancam Memproduksi Uranium yang Diperkaya  
   
TEHERAN:
Iran menyampaikan ancamannya untuk kembali memproduksi
uranium yang diperkaya. Hari Sabtu lalu juru runding
Iran untuk masalah atom, Hassan Rohwani menjelaskan,
setelah keputusan Badan Energi Atom IAEA, Iran merasa
tidak lagi terikat perjanjian dengan Uni Eropa yang
dicapai bulan Oktober lalu untuk menghentikan produksi
uranium yang diperkaya. Badan Eneregi Atom
Internasional (IAEA) di Wina (Austria) memutuskan
sebuah resolusi yang antara lain mengungkapkan
kurangnya kesediaan kerjasama dari pihak Iran dengan
tim pemeriksaan.

(Iri rasanya jika mengetahui Iran sudah cukup maju
dalam teknologi nuklir, kapankah Indonesia mengikuti
langkah Iran?)

---------------------------------------------------
Al Qaida Membenarkan Tewasnya Abdul Aziz al Muqrin  
   
RIYADH:
Kelompok El-Khaida membenarkan tewasnya Abdul Aziz al
Muqrin, seorang pimpinannya di Arab Saudi. Abdul Asis
al Muqrin bersama tiga orang lainnya tewas dalam
tembak menembak dengan aparat keamanan di Riyadh,
setelah kelompoknya memenggal kepala seorang sandera
warga Amerika Serikat. Seorang penasehat pemerintahan
Arab Saudi menyatakan, negaranya akan meningkatkan
perang anti teror.
-------------------------
Kasus Korupsi Perdana Menteri Israel Ariel Scharon  
   
YERUSALEM:
Keputusan pihak kejaksaan Israel untuk tidak membuka
proses pengadilan korupsi terhadap Perdana Menteri
Ariel Scharon, terus menyulut aksi protes. Dua anggota
parlemen dari pihak oposisi menyampaikan sebuah petisi
kepada Mahkamah Tinggi, agar menarik keputusan pihak
kejaksaan tersebut. Hari Rabu lalu, kelompok anti
korupsi juga menyampaikan keberatannya. Jaksa Agung
Israel Meni Masus sebelumnya mengungkapkan, sehubungan
dengan kurangnya bahan bukti maka tidak dilakukan
proses pengadilan korupsi terhadap Ariel Scharon yang
dituduh terlibat bisnis tanah.
-----------------------------------------------------
India dan Pakistan Sepakat Menghindarkan Konflik Atom 

   
NEW DELHI:
Pembicaraan antara India dan Pakistan untuk mencegah
konflik atom, berakhir dengan kesepakatan konkrit.
Kedua belah pihak menyepakati untuk membuka apa yang
disebut saluran hubungan telepon " hot -line" antara
kementarian luar negeri. Dalam pernyataan bersama pada
akhir perundingan selama dua hari diungkapkan, dengan
hubungan telepon langsung hendak dihindarkan salah
pengertian serta mengurangi resiko berkaitan dengan
senjata atom yang dimiliki kedua negara. Sementara
hubungan telepon langsung antara petinggi militer, yng
dijalin selama ini, akan ditingkatkan. Pembicaraan
yang diselenggarakan di New Delhi, untuk mempersiapkan
pertemuan wakil Kementerian Luar Negeri kedua negara
tanggal 27 dan 28 Juni mendatang.
 

 

 

 



                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
http://promotions.yahoo.com/new_mail


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke