Surat Kembang Kemuning:

KAPAL ALTERNAT [1]

Kapal Alternat [lihat: foto terlampir!] memang berbentuk sebagai sebuah kapal, tapi 
juga menjadi nama dari sebuah Organisasi Non Pemerintah [Ornop] Perancis yang dibentuk 
pada tahun1980. Dihitung dari sejak berdirinya maka sampai sekarang Alternat sebagai 
sebuah ornop sudah hampir berusia seperempat abad. 

Untuk memahami apa-siapa ornop yang menggunakan nama Alternat ini, mau tidak mau saya 
didorong untuk mencermati apa arti kata Alternat yang tentu saja tidak bisa dilepaskan 
dari kata itu sendiri. Karena pemilihan nama, penggunaan kata tentunya bukanlah 
sesuatu yang berada di luar kesadaran dan apalagi tanpa nama alias asal-asalan. 

[Dalam hal penggunaan istilah dan berkata-kata, barangkali orang Indonesia lebih suka 
berkata-kata daripada berbahasa dengan sadar. Malangnya kebarangkalian ini, terlalu 
banyak buktinya sehingga menggejala dan menggiring orang yang mencermati Indonesia 
untuk sampai pada hipotesa bahwa kesadaran berbahasa orang Indonesia masih minim. 
Orang Indonesia belum sampai pada tingkat kesadaran berbahasa, tapi baru sampai pada 
taraf berkata-kata, termasuk mereka yang ingin menjadi penyair dan menyebut serta 
minta diakui sebagai penyair -- orang-orang yang bekerja menggunakan bahasa dan kata. 
Lebih hebat lagi ada yang tanpa malu menyebut diri pujangga! Akibatnya bisa 
dibayangkan taraf yang bagaimana dan apa yang dicapai oleh sastra Indonesia, apalagi 
jika ditakar dari taraf sastra dunia,  sastra Indonesia seperti berada pada taraf 
bocah bermain-main kelereng, terutama semenjak dan setelah Orba].


Kata "alternat" berkaitan dengan kata dasar "altener" yang dalam bahasa Perancis 
menurut Winarsih Arifin dan Farida Soemargono berarti "berganti-ganti, 
berselang-seling, silih berganti, bergantian" [lihat: Winarsih Arifin & Farida 
Soemargono, "Kamus Perancis -Indonesia", Gramedia , Jakarta, 1991, hlm.31]. Dari kata 
dasar atau kata kerja "alterner" inilah kemudian lahir kata benda dan kata sifat 
"alternatif[ive] yang antara lain berarti "pilihan lain, antara dua kemungkinan; 
alternatif : mana yang  benar dan mana yang tidak masuk akal [Ibid,hlm.31]. Sedangkan 
kata "alternat" yang muncul pertama kali  dalam bahasa Perancis pada tahun 1797, 
berarti "hak untuk menduduki kedudukan pertama secara bergiliran" dan juga berarti 
"rotasi budaya" [Robert, 1981: 54]. Kamus Besar Bahasa Indonesia [Departemen Pendidik 
dan Kebudayaan & Balai Pustaka, 1988], memberikan pengertian yang tidak jauh berbeda: 
"pilihan di antara dua  atau beberapa kemungkinan" [hlm.24].

Setelah mendengar keterangan Eric Sapin, penanggungjawab Kapal Alternat, saya kira 
kata "alternat" yang dijadikan sebagai nama ornop dan sekaligus sebagai nama kapal 
ini, sevara iide memang  dekat dengan pengertian "rotasi budaya", tukar-menukar budaya 
antar bangsa berangkat dari pandangan Paul Ricoeur, filosof terkemuka Perancis, bahwa 
"kebudayaan itu majemuk dan kemanusiaan itu tunggal". 

"Nama Alternat kami gunakan dengan merujuk pada ide altermondialisme, alterglobalisme. 
Merujuk pada sikap alternatif terhadap masalah lingkungan hidup, pada masalah 
Utara-Selatan, kemajemukan budaya, tunggalnya kemanusiaan dan keadilan serta HAM [hak 
asasi manusia]" , ujar Eric menjawab pertanyaan penulis. "Pandangan inilah yang 
menuntun kegiatan kami sebaga sebuah ornop dan secara kongkret di Kapal Alternat ini. 
Kapal Alternat merupakan forum bersama putera-puteri bumi yang mendambakan kehidupan 
manusiawi di planet kecil kita ini", tandas Eric Sapin. "Dengan berkembangnya 
Masyarakat Komunitas yang tahun ini beranggotakan 25 negara, kami merasa kian 
terdorong, karena dengan perkembangan jumlah anggota Komunitas Masyarakat Eropa, 
Komunitas makin mempunyai bobot dunia. Kami ingin memberikan sumbangan kepada dunia 
dan kemanusiaan dengan  menggunakan bobot ini", tambah Eric. "Melakukan sesuatu di 
sini, dengan bobot Komunitas yang demikian akan mempunyai dampak solidaritas di 
negeri-negeri lain", lanjut Eric menjawab pertanyaan penulis.Sikap begini dirumuskan 
dengan slogan "Agir ici et l�!" [Melakukan sesuatu di sini sekaligus melakukan sesuatu 
di sana!]. 

"Kapal AIternat adalah forum internasional untuk saling belajar dan saling mengenal 
bagi komunitas-komunitas berbagai bangsa dan negeri  yang  ada di  Paris", lebih 
lanjut Eric menjelaskan tujuan Kapal Alternat.     

Kecil masih memang ornop Kapal Alternat ini sekarang. Dan ia merupakan satu-satunya 
ornop Perancis yang membuka forum internasional di atas sebuah kapal. Tapi apakah 
karena ia kecil lalu ia tidak mempunyai perspektif?  Terhadap pertanyaan ini, saya 
ingin mengambil perbandingan Gerakan Hijau yang pada tahun-tahun pertama saya datang 
ke Perancis, masih sangat kecil. Tapi karena program mereka tanggap zaman dan 
aspiratif, sekarang Gerakan Hijau merupakan salah satu kekuatan politik yang tidak 
bisa diabaikan oleh siapapun. Pada saat Perancis dikuasai oleh koalisi majemuk 
partai-partai  kiri, Gerakan Hijau telah turut ambil bagian. Dan sejak itu Paris 
khususnya, dan Perancis umumnya, melihat dampak serta pengaruh nyata dalam kehidupan 
dari Gerakan Hijau dalam soal lingkungan, seperti masalah polusi. Baik partai kiri 
atau kanan yang berkuasa, isu lingkungan senantiasa menjadi masalah yang tidak luput 
dari perhatian dan diurus oleh kementerian khusus. Pengaruh ini pun nampak dengan 
adanya jalur khusus bagi sepeda di Paris, denda bagi kendaraan-kendaraan yang 
menimbulkan polusi besar, adanya saat dalam satu minggu Paris bebas mobil, dan 
lain-lain....Gerakan Hijau banyak sekali melakukan dobrakan-dobrakan mengagetkan tapi 
disambut oleh masyarakat. Dalam konteks ini, barangkali gerakan alterglobalisme yang 
sedang mencari dan merumuskan bentuk dirinya, bisa dipandang satu alternatif bagi 
kehidupan bersama yang manusiasi di planet kita. Alternatif ini di Indonesia banyak 
didorong oleh ornop seperti INSIST Jogyakarta melalui penerbitan dan jaringan serta  
sistem pengkaderannya. Dalam hal ini secara serta-merta ingatan saya melayang kepada 
Anu Loenela [antropolog Finlandia] dan alm.Mansour Fakih. Meninggalnya Mansour adalah 
suatu kehilangan besar bagi gerakan altnernatif negeri dan bangsa kita.     


[Bersambung...]



Catatan:
Foto-foto terlampir diambil oleh JJK.
Foto pertama melukiskan keadaan Sungai Seine dengan latar belakang Gedung Perpustakaan 
Fran�ois Mitterrand; sedangkan foto kedua JJK sedang mewawancarai pimpinan Kapal 
Alternat, Eric SAPIN ditemani  oleh Soejoso dari Tim Penanggungjawab Koperasi Restoran 
Indonesia, Paris.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke