Salam, Bang Mastro, saya kira terlalu dini bila kita langsung mengatakan bahwa memaksakan Islam fundamentalis bersikap "demokratis" adalah jauh panggang dari api. Seperti yang saya tulis terdahulu, bahwa benar memang IM menginginkan berdirinya khilafah Islamiyah, tapi untuk mencapai tujuan itu, IM sendiri tidak main asal hantam kromo saja, melainkan IM sendiri memiliki cara tersendiri untuk mencapai tujuan (baca: mendirikan negara Islam) itu.
Nah, adanya sikap salah kaprah yang terjadi selama ini, bukanlah karena disebabkan oleh ideologi yang dianut oleh IM sendiri, tapi yang belum pas itu adalah cara mereka yang menyerap jalan pemikiran IM itu sendiri. Hal ini sebenarnya tidak hanya berlaku dalam IM saja, tapi semua pendidikan kita boleh dikatakan salah kaprah semua. Dalam bidang umum, misalnya, kita dituntut untuk menghafal pancasila, terus diberikan suatu contoh dengan perumpaan membantu orang tua untuk melewati jalan. Lantas muncul pertanyaan, sikap membatu org tua ini termasuk sila keberapa? Inilah model pendidikan kita. Yang ditanamkan adalah hafalan, bukan hayatan. Menghafali, bukan menghayati. Begitu pula dengan fenomena yang terjadi pada IM. Baru membaca satu karya IM yang menyebutkan ttg hasrat pendirian negara Islam, terus yang membaca langsung menelan bulat pemikiran semacam itu, tanpa pernah memperlajari secara lebih jernih lagi dengan membuka mata, mata hati dan mata pikiran. Bila kita bergerak pada lingkaran yang telah ditetapkan dans sesuai dengan jalur yang ditentukan, niscaya tak akan ada lagi kesalahafahaman dalam segala perbuatan menuju manusia berbangsa, bernegara yang sehat dan bijaksana. Sekali lagi, terima kasih buat bang Maestro dan wassalam, IzaM - --- In [EMAIL PROTECTED], "maestro" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Tanggapan dikit. > untuk memaksakan islam fundamentalis bersikap "demokratis", saya rasa ini > memang jauh dari api. maksudnya, orang-orang semacam IM, sering salah kaprah > memasukkan hal-hal teologis kedalam semua unsur segmen kehidupan. pada > muaranya, menurut pendangan mereka, yang ada hanyalah "hakimiyah lillah", > atau "hakimiyatullah" atau seperti yg tercermin dalam ma'alim fi torieqnya > sayyid qutb. Lantas kemana demokrasi, atau ujud dari "hakimiyah basar" (HB)? > Orang-orang IM, terus terang menolak HB, yang ada dibenak mereka, bagaimana > caranya menghancurkan suatu tatanan politik yg ada (otomatis yg non- islam). > bahkan berpartisipasi dalam suatu pemerintahan non-muslim saja dianggap > kafir !? ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

