--- In seni-wayang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- rehat : mengakrabi "rasa".
Kehidupan rohani, apalagi Timur, selalu berawalkan "olah-batin", olah-
rasa atau dulu disebut 'ngelmu'. Kita olah batin agar sejiwa, sesuai
prinsip hidup, yang kita terima didalam hati. Mengolah, menggarap,
ibarat paman tani : menyediakan ubarampe/alat, membajak/garu/cangkul,
menjaga kesuburan tanah. Bukan sekadar mengolah. Begitupun sekaitan
Rasa. Batin disiapkan untuk ditanami, kehidupan rohani. Itu terjabar
dalam lelaku.
Benih kehidupan rohani itu berbagai, walau segi olah rasanya serupa.
Bedanya pada niat dan tekad manusianya untuk hidup terarah ke cita
rohani. Olah rohani bisa sambil lalu, bisa dengan sungguh. Bisa acak-
acakan atau bertekun. Kehidupan rohani yang diterima didalam hati
punya konsekuensi olah rasa bertanggungjawab.
Mengawali hidup rohani niscaya memumpun hidup nyata dan tantangannya.
Kita terima yang baik, kita tolak yang bertentangan dengan pandangan
hidup sejati. Belajar makin berbakti pada arti kehidupan.
Apa itu bakti ?
Ambil contoh sederhana. Anak berbakti pada orangtua. Artinya
memberikan hak-haknya sebagai ayah-ibu. Larangannya dijauhi,
perintahnya dipatuhi. Bakti itu niscaya selalu, kapan dan dimanapun.
Dan bukan sekadar hiasan bibir.
Begitupun dengan kehidupan. Wewalering bebrayan dan arti kehidupan,
itulah tantangan hidup rohani, melalui pemahaman sangkanparaning
dumadi (asal & tujuan kehidupan). Kelekatan duniawi, kebendaan,
kenikmatan, memuja 'diri-sendiri', itulah contoh pelanggaran hidup
rohani.
Orang mengaku beriman kepada Tuhan, namun nyatanya percaya sekaligus
membantah. Orang melakukan KKN, ma-lima, ia hidup sebagai warga
masyarakat yang baik saja tak bisa, ia sama sekali belum mulai
kehidupan rohani, malah mengumbar nafsu. Lebih berat lagi menjadi
orang yang merohani, yang tak boleh melanggar wewaler baik dalam laku
maupun dalam batin. Biarpun disembunyikan, melanggar wewaler itu
tetap diluar olah rasa. Masih banjir ketaksenonohan bergelora di
batin dan krenteg. Padahal meninggalkan wewaler berarti tidak
melakukan, tidak menginginkan, tidak melamunkannya.
Benih kehidupan rohani itu bhinneka.Tiap orang mempertanggungjawabkan
jiwanya sendiri. Manusia memiliki kehendak bebas, tanpa paksaan
langsung apapun.
Benih kehidupan rohani ada yang tak kekal, ada yang kekal.
Yang TIDAK kekal misalnya : kanoragan, kautaman.
Sedangkan yang KEKAL : kasukman, kamuksan. Inilah kasampurnan. Cara
mendalami dan terapkannya disebut olah batin (ngelmu) tadi. Jadi
cara, bukan benihnya sendiri.
Kanoragan, kautaman, kasampurnan, masing-masing berbeda. Menurut asal
dan tujuannya, menurut pangkal daya yang digunakan, saling berbeda
Kanoragan, tak jarang tertaut magic, sedangkan kautaman, biasa
dikatakan ngelmu putih. Kanoragan, pangkalnya daya roh, jin, setan.
Tujuannya kepuasan hidup, kebahagiaan pribadi. Larangannya melanggar
pantangan ilmunya.
Kautaman, pangkalnya daya sukma manusia. Tujuannya keutamaan hidup
atau kebahagiaan bersama, larangannya melanggar wewaler bebrayan
maupun pantangan ilmunya.
Kasampurnan, bisa kasukman dan semu-kamuksan, bisa pula kamuksan
sejati. Kasukman pangkalnya daya gaib Gusti Allah, tujuannya UripJati
di dunia, larangannya melanggar wewaler bebrayan dan pepacuh
Pangeran. Kamuksan, pangkalnya juga daya gaib Tuhan, tujuannya
kebebasan/kemerdekaan dan kebahagiaan kekal.
Benih kehidupan rohaninya ?
Yang mengada dalam kesadaran manusia beserta aku dan kehendaknya :
Kanoragan : nafsu manusiawi --- tujuannya kepuasan (akan kebutuhan).
Kautaman : budi kemanusiaan semesta -- urip utama
Kasampurnan : rahmat / kurnia Gusti.
Hidup utama adalah hidup baik dan benar menurut pandangan khalayak :
tanpa cela di budi - mulus hing budi
lakukan kendali diri - meper hing karsa, nyandhet
melakukan pelepasan diri - tanpa pekareman
kendalikan lidah - alus hing wicara
mudah mengerti/mafhumi - tanggap hing sasmita
tak ragu-ragu - sepi hing panggrayang
sabar dan rela - sabar lan lembah manah
setia budi - antepan bebudene
mudah memaafkan - sugih pangaksama
tak mengharap balas jasa - sepi hing pamrih
bersopan santun - grapyak sumanak
kasih sayang sesama - asih hing liyan (Others)
mengasuh/didik sesama - ngemong hing liyan
melindungi sesama - ngayomi hing liyan
suka menolong - becik lelabuhane
menjauhi budi rendah hewani - sirik hing kanistan
menjauhi sifat kejam fitnah - adoh hing daksiya
tidak menonjolkan diri - tan mburu alem
Budi kemanusiaan ada dalam diri tiap kita. Manusia punya budi,
manusia bukan hewan. (bersambung 2)
--- End forwarded message ---
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/