http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-84%7CN
Kamis, 1 Juli 2004 Ratna Batara Munti: �Keluarnya Ampres Sarat Kepentingan Politis� Jurnalis : Eko Bambang S Jurnal Perempuan.com-Jakarta. Keluarnya Amanat Presiden (Ampres) terhadap RUU Perlindungan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan RUU Pekerja Di Luar Negeri dinilai oleh sejumlah pihak sarat dengan kepentingan politik Presiden Megawati dalam menghadapi pemilu presiden yang akan berlangsung 5 Juli 2004 mendatang. Pendapat tersebut seperti yang diungkapkan oleh Ratna Batara Munti dari LBH APIK Jakarta dan Wahyu Susilo dari Migrant Care Jakarta. Menurut Ratna, keluarnya Ampres ini jelas sekali sarat dengan kepentingan politis. �Saya kira ini motifnyanya jelas politis ya, bayangkan Ampres itu turun 5 hari menjelang Pilpres, dan kita tahu Magawati ini kan juga mencalonkan diri menjadi Presiden. Kalau Megawati memang mempunyai komitmen dengan masalah ini, seharusnya Megawati sudah mengeluarkannya sejak pembahasan terakhir di DPR beberapa waktu yang lalu�, ujar Ratna. Ratna menambahkan �Saya berpendapat dan menganggap bahwa pengesahan Ampres oleh Megawati saat ini bukan karena kapasitasnya sebagai presiden, tetapi lebih menjadi calon presiden. Kalau Megawati mau disebut sebagai presiden yang mempunyai kepedulian tinggi kepada masalah perempuan, maka Megawati harusnya mengesahkan RUU ini beberapa waktu yang lalu disaat hangat-hangatnya pembahasan. Sekarang kan jelas, karena butuh dukungan baru Megawati mengeluarkan Ampres, coba kalau Megawati tidak mempunyai kepentingan politis, mungkin sampai sekarang Ampres tidak akan pernah diturunkan, �ujar Ratna. Namun demikian, meskipun dinilai masih sarat kepentingan politis, Ratna menilai turunnya Ampres ini pada satu sisi yang positif dan juga harus kita manfaatkan semaksimal mungkin. Ratna juga memperkirakan bahwa proses pelaksanaanya kedepan mungkin jauh lebih kompleks karena tidak mungkin dibahas oleh anggota legislatif saat ini. RUU tersebut kemungkinan besarnya akan dibahas oleh anggota legislatif yang baru dan itu berarti butuh pemahaman baru yang tidak mudah mensosialisasikannya. Sementara itu berkaitan dengan tiga hal yang menjadi keberatan presiden didalam pembahasan RUU tersebut, Ratna berpendapat bahwa untuk masalah Kadaluarsa Kasus dan Kompensasi mungkin masih bisa di negosiasikan, namun kalau masalah Marital Rape itu tidak bisa dihapus. �Marital Rape adalah ruhnya RUU A KDRT, dan tidak mungkin ditiadakan. Kalau pemerintah khawatir dengan kesulitan bukti, maka persoalannya bukan berarti kasus tersebut tidak bisa diajukan. Dalam konteks ini biasanya persoalannya terletak pada pihak kepolisian yang mempunyai budaya untuk mengajukan bukti yang bisa dilihat mata. Menurut saya kita masih bisa menggunakan bukti saksi korban dan bukti yang lainnya, dan itu tidak perlu meniadakan pasal mengenai Marital Rape. Yang dirubah adalah budaya pembuktian di kepolisian saja,� ujar Ratna. Selain Ratna, Wahyu Susilo dari Migrant Care juga menilai Ampres tersebut penuh dengan nuansa politis. �Keluarnya Ampres ini tidak lebih dari kepentingan sesaat Presiden Megawati untuk menggali suara masyarakat. Megawti juga tidak bisa menjamin bahwa dalam waktu dekat RUU tersebut bisa disahkan menjadi Undang-undang. Megawati saya kira sudah memperkirakan ini semua dan dijadikan alat untuk lolos pada putaran pertama,� Kata Wahyu. Meskipun menilai keluarnya Ampres ini sudah terlambat, namun Wahyu masih berharap bahwa keluarnya Ampres ini sungguh-sungguh untuk membantu buruh migran bukan untuk menjaring suara. Wahyupun menilainya sebagai peluang yang bagus, sehingga dirinya dan teman-teman yang peduli buruh migran segera menyiapkan diri untuk berperan aktif dalam mensahkan RUU tersebut. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

