Megawati, Dalam Diam Ia Bekerja Untuk Bangsa Ini
oleh : Peter A. Rohi
www.fullgospelindonesia.net
 
Dibawah kepemimpinan Megawati pemikiran untuk mengembangkan kepribadian bangsa tumbuh 
kembali. Tapi tentu tak semudah itu. Dia harus memulai dulu dengan membayar utang 
negara yang telah melilit bangsa ini mencapai lebih dari Rp.1.000 Triliun. Artinya 
tiap orang di negeri ini memiliki utang Rp.5 juta.
 
Sementara itu keadaan perbankan masih mengalami krisis. Pemerintah masih membutuhkan 
dana Rp.729 Triliun untuk menyelamatkan sistem perbankan. Ibarat sebuah kapal, bukan 
saja bocor dan penuh dengan air, tetapi propeller ( baling baling ) sudah jatuh, 
kemudi patah pula, sementara badai menyerang ditengah gelombang yang menggelora. Dalam 
keterpurukan seperti itu Megawati harus meyenyelamatkan kapal bangsa ini.
 
Megawati telah mengambil langkah yang tepat membentuk tim ekonomi yang kuat.Hanya 
dalam tiga tahun masa pemerintahannya, hasil yang dicapai tim ekonomi ini luar biasa. 
Tak satu pun pengamat luar negeri yang menilai dia gagal, karena mereka obyektif dan 
jujur mengakui , bahwa dia memulai dari keadaan yang terpuruk. Dan mereka menamakan 
tim ekonomi Megawati sebagai The Dream Team. Benar benar mengagumkan.
 
Lucunya, banyak orang mulai mengincar kursi kepresidenan setelah tahu bahwa kapal 
bangsa ini sudah mampu berlayar.Tinggal menambah kecepatan berlayarnya saja. Kebocoran 
( korupsi ) sudah ditekan sehingga untuk biaya rutin negara cukup dari pajak, tidak 
perlu pinjam lagi dari luar negeri seperti pada masa Soeharto. Bahkan pajak yang 
diterima pemerintahan Megawati selama tiga tahun melebihi yang diperoleh selama 32 
tahun pemerintahan Soeharto.
 
Utang luar negeri yang US $ 131,24 miliar sudah berhasil dilunasi 42,71 % sehingga 
tinggal US $ 75,18 miliar. Sambil bayar utang, Megawati masih mampu menaikan 
pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya. Khusus untuk tahun 2004 pertumbuhan ekonomi 
mencapai 4,5%.
 
Kemajuan itu yang membuat banyak yang tergiur untuk menjadi presiden. Karena tinggal 
enaknya saja. Konyolnya, mereka pura pura tidak melihat kemajuan yang dicapai 
Megawati. Padahal mereka tahu, ukuran tingkat kemajuan suatu bangsa diukur dari 
kelayakan transportasi dan komunikasi. Pada masa pemerintahan Megawati, harga tiket 
pesawat sama dengan tiket kereta api. Jumlah pembelian mobil meningkat tajam. Sepeda 
motor yang dibeli kelas bawah mencapai 2.500.000 atau 5 kali dari tahun 1998.
 
Pemakaian telepon seluler begitu menanjak. Dari setengah juta pada tahun 1996 menjadi 
lebih dari 20 juta pada tahun 2004. Artinya kenaikan lebih dari 40 kali lipat yang 
sebagian besar dipakai kelas bawah sampai ke desa desa. Konyolnya, justru dari dalam 
mobil yang dibeli, melalui handphone yang pada masa Soeharto masih suatu yang mimpi 
bagi mereka, sambil menikmati kemakmuran begitu, mereka masih tega menyebar isu: 
Megawati tak berbuat apa apa.
 
Sebagaimana para pengeritik melayu selalu tak berbobot dan tak mampu memahami 
keseluruhan strategi pembangunan Megawati. Seperti  ayahandanya, Megawati berfikir 
jauh kedepan. Dia mendirikan 8.000 buah sekolah dan memberi beasiswa bagi 8 juta 
pelajar di seluruh pelosok tanah air untuk menumbuhkan satu generasi yang cerdas.
 
Megawati memang harus tegar terhadap fitnah,juga fitnahan melalui media massa. Banyak 
media massa yang tak tahu, bahwa urusan undang undang adalah urusan legislatif. Urusan 
pengadilan adalah urusan yudikatif. Reformasi menuntut eksekutif tak ikut intervensi 
kewilayah yudikatif dan legislatif. Dan Megawati telah menaati itu dengan baik agar 
masuk ke bagian paling substansial dari reformasi. Sayangnya, banyak pakar dan juga 
pers yang berfikir masih dalam bingkai Soeharto.
 
Mega hanya tersenyum membaca dirinya disamakan dengan Sumanto sikanibal, atau dengan 
foto model, atau bahkan diisukan mengangkat isu 27 Juli 1996 untuk menjatuhkan Susilo 
Bambang Yudhoyono. Mega tahu persis, kalau ia melakukan somasi pasti ia menang, 
melalui pencemaran nama baik. Tetapi ia tak mau sebagian anak bangsa akan kehilangan 
nafkah karena sebagai seorang presiden ia bisa menuntut triliunan rupiah karena 
pencemaran nama baik.
 
Megawati cukup bersabar, kesabaran yang juga diwarisi dari ayahandanya Bung Karno. 
Kalau Bung Karno mau lawan Soeharto siapa bilang tak bisa? Tetapi berapa banyak darah 
anak bangsa akan mengalir?
 
Penulis adalah Wartawan Senior, Kepala Media Megawati Center.

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke