06.07.2004

Galaksi Bima Sakti yang terus bergolak  
  
 
(Supernova di dalam awan Magellan besar adalah salah
satu galaksi satelit Bima Sakti)  
  
  
Galaksi Bima Sakti, tempat di mana Tata Surya berada
ternyata terus bergolak. Terdapat banyak misteri
menyangkut sifat materi di galaksi berbentuk cakram
ini. Semakin banyak data dikumpulkan maka semakin
kompleks teori yang dikembangkan. Sekali lagi
terlihat, apa yang disebut "materi gelap" menjadi
jawaban manjur bagi hampir semua persoalan astronomi.

Manusia di Bumi, selalu ingin tahu, bagaimana situasi
alam semesta tempat mereka tinggal. Sampai dengan awal
abad ke 20, masih belum diketahui, seberapa besar
sebetulnya galaksi Bima Sakti, tempat dimana Matahari,
sebuah bintang yang ukurannya tidak terlalu besar,
yang merupakan sumber kehidupan bagi Bumi berada di
pinggirannya. Tahun 60-an diketahui, galaksi Bima
Sakti berbentuk cakram dengan lebar sekitar 100.000
tahun cahaya, dan ketebalan sekitar 3.000 tahun
cahaya. Di dalamnya terkandung sekitar 100 milyar
bintang. Jadi memang benar, jika kitab suci
mengatakan, manusia ibaratnya hanya setitik debu di
alam semesta ini.

Mula-mula para ahli astronomi menduga, semua sistem
galaksi terbentuk di awal sejarah di alam semesta,
sekitar 13 milyar tahun lalu, dan setelah itu
kondisinya relatif stabil. Namun seiring dengan
semakin majunya teknologi pengamatan alam semesta,
baik dengan menggunakan teleskop terestrial, maupun
teleskop ruang angkasa semacam Hubble, diketahui bahwa
galaksi-galaksi di alam semesta tetap bergolak.
Galaksi Bima Sakti misalnya, diamati memiliki lapisan
terluar, yang kondisinya mirip dengan saat terciptanya
alam semesta setelah Dentuman Besar (Big Bang).

Kawasan luar Bima Sakti ternyata diselubungi awan gas
yang amat panas yang bergerak dengan kecepatan amat
tinggi. Matahari dan semua bintang di dalam Bima
Sakti, melakukan rotasi terhadap pusat galaksi, dengan
kecepatan sekitar 200 kilometer per detik. Sementara
awan gas amat panas di selubung luar Bima Sakti,
melakukan rotasi dengan kecepatan sampai 400 kilometer
per detik. Penelitian selanjutnya, juga menemukan
selaput awan gas, diantara kawasan Bima Sakti dan
lapisan awan gas berkecepatan tinggi, yang memiliki
kecepatan lebih rendah dan relatif lebih dingin.
Pertanyaan para ahli astronomi adalah, apa arti dari
keberadaan dua lapisan awan gas panas, yang volumenya
amat besar tsb?

Sistem tidak terisolasi

Pada tahun 1963, ahli astronomi Jan Oort dari
Universitas Leiden di Belanda mengajukan hipotesa,
pada fase akhir pembentukan galaksi, tersisa massa gas
di perbatasan gaya gravitasi galaksi. Baru setelah 10
milyar tahun, gas ini mencapai cakram galaksi Bima
Sakti, berupa awan gas panas berkecepatan amat tinggi.
Hipotesa Oort tsb memenuhi kebutuhan para ahli
astronomi, untuk membuat model matematis untuk
menerangkan komposisi gas di berbagai galaksi.
Diyakini, pada bagian inti bintang diproduksi
elemen-elemen berat dan ketika bintang meledak,
disebarkannya ke seluruh alam semesta.

Bintang yang baru lahir, menangkap elemen berat ini,
dan di sisi lainnya juga memproduksi elemen serupa,
hingga volumenya bertambah besar. Jadi, jika sebuah
galaksi berkembang dalam sistem tertutup, dipastikan
galaksinya mengandung bintang-bintang generasi baru,
yang memiliki elemen berat dalam jumlah lebih besar.
Namun kenyataannya, penelitian para ahli astronomi
menunjukan, hampir semua bintang di sekitar Matahari,
tidak tergantung dari umurnya, memiliki elemen berat
yang volumenya relatif sama. Kesimpulannya, galaksi
Bima Sakti berkembang tidak dalam situasi terisolasi.,
melainkan ada gas inter-galaksi yang terus memasok
materi baru dari luar.

Pada tahun 70-an ahli astronomi Paul Saphiro dan
George Field dari pusat penelitian Astrofisika
Harvard-Smithsonian di Cambridge AS, mengeluarkan
hipotesis, awan gas berkecepatan tinggi tsb, merupakan
semacam sumber elemen awet muda bagi galaksi. Menurut
hipotesa Saphiro dan Field, gas yang terpanaskan dan
terionisasi oleh bintang-bintang raksasa, membentuk
semacam atmosfir galaksi pada korona Bima Sakti. Di
atmosfir, gas yang terionisasi mendingin, dan
melakukan rekombinasi, selanjutnya gas tidak bermuatan
kembali jatuh ke permukaan galaksi. Dengan cara itu,
terbentuk semacam sirkulasi gas secara permanen antara
cakram dan korona di galaksi Bima Sakti.

Arus Magellan dan materi gelap

Akan tetapi, hipotesa Oort atau model sumber elemen
awet muda bagi galaksi dari Saphiro dan Field, tidak
mampu menerangkan sifat dari awan gas berkecepatan
amat tinggi tsb. Teka-teki awan gas berkecepatan
tinggi, semakin rumit ketika pada tahun 70-an
ditemukan apa yang disebut arus Magellan. Arus
Magellan adalah struktur gas seperti busur yang
melewati galaksi Bima Sakti. Arusnya mengikuti jalur
rotasi awan Magellan besar dan kecil, yakni dua
galaksi dekat Bima Sakti yang bersifat seperti
satelitnya Bima sakti. 

Pada tahun 1996 lalu, Leo Blitz ahli astronomi dari
Universitas California di Berkeley mengajukan teori
baru. Dengan menganalisis sifat awan berkecepatan
tinggi maupun arus Magellan, diperkirakan keduanya
berasal dari galaksi-galaksi lokal yang lebih kecil,
yang ditarik oleh gaya gravitasi Bima Sakti. Sisa gas
itulah yang kemudian membentuk awan gas berkecepatan
tinggi yang amat panas. Sekitar 30 tahun lalu memang
ada teori seperti itu, namun dipatahkan karena diduga
awan gas sebesar itu, pastilah tidak stabil. Namun
Blitz mengukuhkan kembali teori lama itu dengan unsur
baru yakni materi gelap (black matter).

Leo Blitz menyebutkan, sebagian besar massa awan gas
itu adalah materi gelap. Kandungan gasnya relatif
kecil. Dengan teori itu hendak diterangkan bahwa awan
gas berkecepatan tinggi, sebetulnya memiliki kerapatan
sekitar 10 kali lipat yang lebih besar dari
perhitungan selama ini. Itulah sebabnya awan gas itu
tetap stabil karena dapat bertahan akibat gaya
tariknya sendiri. Dengan hipotesa tsb, juga beberapa
masalah astronomi dapat terpecahkan. Misalnya saja,
hipotesa mengenai terbentuknya galaksi, yang kini
diduga mengandung lebih banyak materi gelap, ketimbang
materi kasat mata. Kini pertanyaannya, hipotesa mana
yang benar? 

Sifat lebih kompleks

Ternyata penelitian lebih lanjut di sepanjang tahun
90-an memberikan lebih banyak data baru, mengenai awan
gas misterius di sekitar galaksi Bima Sakti ini.
Ternyata, sifat gas berkecepatan tinggi jauh lebih
kompleks dari perkiraan semula. Artinya, semua
hipotesa mungkin tepat karena masing-masing berkaitan
dengan fenomena yang ada dalam kompleksitas tsb.
Sebagian gas, mungkin memang berasal dari waktu
pembentukan galaksi, sesaat setelah dentuman besar.
Atau juga memang berasal dari sirkulasi sumber elemen
panjang umur.

Juga teori pertukaran energi dan gas dengan arus
Magellan, juga tidak keliru. Sebab galaksi bukan benda
langit yang stabil seperti yang diduga setengah abad
lalu. Galaksi merupakan kawasan yang terus bergolak,
yang mempengaruhi dan dipengaruhi galaksi lainnya.
Galaksi kecil bisa hilang ditarik gravitasi galaksi
lebih besar atau sejumlah galaksi kecil bergabung
menjadi galaksi raksasa. Disinilah kesulitannya untuk
menarik kesimpulan. 

Para ahli terus meneliti komposisi gas di galaksi Bima
Sakti dan galaksi lainnya, untuk dapat mengetahui
asal-usul alam semesta kemudian meramalkan siklus
hidupnya dan bagaimana nanti akhir dari alam semesta
ini. Sebuah gambaran yang amat abstrak, karena yang
dibicarakan di sini adalah rentang waktu milyaran
tahun atau jarak ratusan ribu sampai jutaan tahun
cahaya. Pengamatan galaksi tetangga Bima Sakti
menunjukkan, banyak diantaranya dikelilingi galaksi
lebih kecil yang terdiri dari elemen gas dan materi
gelap yang masih misterius. Awan gas berkecepatan
tinggi di galaksi Bima Sakti mengingatkan, bahwa kita
hidup dalam sistem bintang yang sangat aktif, yang
dalam sekejap dapat memusnahkan seluruh penghuni Bumi
dengan planetnya sekaligus.
 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke