Neraca akhir Piala Euro 2004

Oleh: Wolfgang van Kann  
  
Dengan kemenangan langsung 1-0 atas Portugal, secara
mengejutkan untuk pertama kalinya Yunani menjadi juara
Eropa. Tetapi Portugal dan tim kecil lainnya juga
layak merasa menjadi pemenang. Mereka terbukti
berhasil mendepak tim raksasa sekuat Jerman, Italia,
Inggris, Perancis atau Spanyol di babak awal. 

Tepat 50 tahun setelah keajaiban di Bern dimana dalam
piala dunia di Swiss tahun 1954, tim nasional Jerman
untuk pertama kalinya menjadi juara dunia sepakbola,
begitulah kisah ibarat dongeng itu terulang di
Portugal. Dengan merebut gelar juara Eropa, Yunani
membuat kejutan besar sama seperti Jerman membuat
kejutan sepakbola di tahun 1954 lalu. Tentu saja
seperti halnya kesuskesan Jerman di tahun 1954,
keberhasilan tim Yunani merupakan hasil dari gabungan
semangat bertanding amat tinggi, kesiapan para pemain
yang amat besar, serta jangan dilupakan peranan serta
prestasi pelatihnya. 

Ketika pelatih Jerman, Otto Rehhagel datang ke Yunani,
sebetulnya ia praktis dinilai tidak pantas mengurus
tim nasional. Namun, seperti yang sebelumnya terjadi
dalam karirnya sebagai pelatih, Rehhagel sekali lagi
membuktikan, bahwa ia adalah pelatih yang mampu
membangkitkan motivasi dan minat para pemain. Kemudian
dengan cepat ia mengenali, kemampuan mana yang sudah
ada dan mana yang masih kurang. Berdasarkan hal itu,
ia merancang sistem bertahan yang efektif. Digabung
dengan semangat bermain, kecepatan serta kemampuan
memutuskan dalam situasi yang menentukan, juga
kualitas bermain dikembangkan secara total. 

Namun pemenang Piala Euro 2004 bukan hanya Yunani.
Juga Portugal yang sama-sama menjadi finalis serta tim
yang dianggap kecil lainnnya, dapat ikut merasakan
sebagai pemenang. Sebab, dari sejumlah tim raksasa di
Eropa, hanya Belanda yang lolos ke babak semifinal.
Sementara Jerman, Spanyol, Inggris, Perancis dan
Italia yang jika digabungkan sedikitnya mengumpulkan 9
gelar juara dunia sudah tumbang di babak-babak awal. 

Dengan itu, trend yang sudah kelihatan sejak Piala
Dunia tahun 2002 terus berlanjut. Memang pada akhirnya
dengan Brazil dan Jerman sebagai finalis Piala Dunia
2002, kembali dua raksasa sepakbola tampil lagi ke
depan. Akan tetapi jangan dilupakan, terdapat dua tim
kuda hitam yang lolos ke babak semifinal yaitu Turki
dan Korea Selatan. Penjelasan untuk perkembangan
semacam itu adalah cukup banyaknya pemain unggul dari
negara-negara kecil yang saat ini bermain di liga-liga
terbaik Eropa dan dari sana mendapat nilai tambah bagi
prestasinya. 

Dimana para pemain bintang?

Tapi berbicara soal pemain dipertanyakan, mana pemain
bintang yang ditunggu-tunggu seperti Zinedine Zidane
dari Perancis, Raul dari Spanyol, David Beckham dari
Inggris atau Totti dari Italia? Bersamaan dengan
kegagalan timnya, bintang-bintang sepakbola dunia ini
juga ikut tenggelam. Mereka juga harus dipandang
sebagai pecundang dalam kejuaraan Piala Eropa kali
ini. Di posisi mereka, kini muncul bintang-bintang
baru, seperti Rooney dari Inggris, Ronaldo dari
Portugal, Robben dari Belanda, Ibrahimovic dari Swedia
atau Baros dari Ceko yang juga menjadi top scorer
piala Euro 2004. Semuanya pemain berusia antara 18
sampai 22 tahun. Memang patut diduga bahwa di Portugal
telah terjadi sebuah perubahan generasi. 

Dan pada akhirnya sepakbola itu sendirilah yang
menjadi pemenang besar dalam kejuaraan Eropa 2004.
Tidak pernah dalam piala Eropa terjadi sebegitu banyak
pertandingan yang sangat bersemangat. Tidak diragukan
lagi, kita menyaksikan piala Eropa yang menyuguhkan
permainan paling cepat dan paling ofensif. Tentu saja
dengan sistem bertahannya, Yunani kelihatan sedang
melawan arus namun sebenarnya tidak begitu. Dalam
permainan, kelihatan bahwa Yunani jauh lebih cepat dan
lebih banyak menyerang dibandingkan dengan Perancis
atau Jerman. Juga Yunani selalu siap memanfaatkan
setiap momentum dan peluang untuk menyerang. Hal ini
seringkali tidak terlihat pada tim-tim besar.
Pokoknya, setelah piala Eropa tahun ini, di masa depan
para pecinta sepakbola tidak perlu khawatir lagi.

-----------------------------
(Ini hanya hipotesis, Kenapa pemain-pemain sepakbola
Indonesia payah-payah? Pemain sepakbola Indonesia
payah-payah mungkin karena kecanduan narkoba. Ketika
mereka bertanding di pertandingan-pertandingan lokal
mereka masih boleh pakai narkoba sehingga ketika
bertanding di tingkat lokal keliatannya oke-oke.
Tetapi ketika bertanding di tingkat internasional atau
sebagai tim nas barulah mereka ketahuan "narkobanya",
alias letoy ketika bertanding tanpa narkoba, karena
pengawasan pada event-event internasional sangat
ketat. Mana ada pecandu narkoba bisa lari 2 putaran
lapangan tanpa pakai narkoba? Mana ada Piala Dunia
yang pemainnya (sebelum bertanding) boleh nyedot dulu
atau nyuntik dulu? Ya ketahuan. Kalau seorang pemain
ketahuan sebagai pecandu, langsung pecat. Mana ada
pecandu bisa jadi pemain hebat? Cari yang lain.)  
 



                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
http://promotions.yahoo.com/new_mail


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke