na, bagaimana sebaliknya. sejarah "men-jadi" hakim.
damai di surga, damai di bumi.
--- Islam emansipatoris:
GATRA Edisi 33/X3 Jul 2004
AGAMA
Mematahkan Argumen Orientalis
Seorang penganut Kristen Ortodoks menulis disertasi tentang syariat
Islam. Bangga sebagai Kristen sekaligus mencintai Islam. Menumbuhkan
pemahaman yang objektif antarpemeluk agama.
KARANGAN bunga bertuliskan mabr�k (selamat) menghiasi pintu masuk dan
latar panggung utama auditorium Pascasarjana Akademi Kepolisian di
Distrik Abbasea, Kairo, Mesir. Malam itu, Sabtu 19 Juni, ada acara
istimewa. Seorang mahasiswa S-3, Mayor Jenderal (Polisi) Dr. Nabil
Luka Babawi, penganut Kristen Ortodoks, akan mempertahankan disertasi
tentang syariat Islam. Judul lengkapnya, Al-Huq�q wa al-W�jib�t Ghayr
al-Muslim�n fi al-Dawlah al-Isl�miyah wa Atsaruhu fi al-Amn al-Qawm�
(Hak dan Kewajiban Non-muslim dalam Negara Islam dan Pengaruhnya
terhadap Keamanan Nasional).
Ujian terbuka disertasi yang istimewa itu menghadirkan dewan penguji
para ulama terkenal Mesir. Menteri Wakaf Mesir, Prof. Dr. Mahmud
Hamdi Zaqzuq, bertindak sebagai ketua dewan penguji. Sedangkan
anggotanya terdiri dari Prof. Dr. Ali Jumah, pakar ilmu ushul fiqih
dan Mufti Mesir, Prof. Dr. Muhsin Al-Abbudi, guru besar ilmu hukum
umum di Akademi Kepolisian, dan Mayor Jenderal (Polisi) Dr. Muhammad
Hafidz Al-Rahawan, Direktur Program Pascasarjana Akademi Kepolisian
Mesir.
Ikut hadir adalah para gubernur dan beberapa menteri. Dr. Usamah al-
B�z, penasihat politik luar negeri Presiden Mesir Husni Mubarak,
misalnya, tampak khusyuk mengikuti acara sampai selesai. Media cetak
dan televisi, baik dari Mesir maupun dari dunia Arab lainnya, juga
meliput secara luas.
Jarum jam menunjukkan pukul 20.30 waktu setempat ketika Prof. Dr.
Hamdi Zaqzuq membuka sidang. Dalam pengantarnya, Zaqzuq menegaskan
perlunya kesepahaman antarumat beragama. "Kesepahaman tersebut tidak
bisa dicapai kecuali jika antarpemeluk agama saling mengenal ajaran
agama lain," katanya. Menurut dia, disertasi Dr. Nabil merupakan
langkah kongkret dan maju agar umat beragama saling mengenal ajaran
agama lain.
Kesempatan pertama setelah pengantar diberikan kepada Nabil Luka
(Lukas) untuk memaparkan garis besar isi disertasi. Menurut Nabil,
latar belakang disertasi tersebut ditulis sebagai perlawanan terhadap
serangan orientalis yang mengaburkan sejarah dan ajaran Islam.
Serangan tersebut semakin gencar terutama sejak 11 September 2001.
Pers Barat, terutama pers Yahudi, tidak hanya menyerang agama Islam,
juga agama Kristen. "Saya sebagai pemeluk Kristen dan peneliti
terpanggil untuk memberikan bantahan kepada kaum orientalis, terutama
dalam masalah Islam. Dalam mengkaji Islam, saya independen, objektif,
tidak fanatik, dan tidak berapologi," ia menegaskan.
Salah satu poin terpenting yang dibantah dari pendapat orientalis
adalah tentang hak dan kewajiban nonmuslim dalam sejarah negara
Islam. "Selama ini kaum orientalis menggambarkan Nabi Muhammad
menindas komunitas nonmuslim. Padahal kenyataannya tidak," tutur
Nabil. "Pendapat orientalis tersebut bisa menjadi bibit perang agama.
Ingat, perang agama tidak kalah ngerinya dari perang nuklir," Nabil
memperingatkan. Semua agama menyerukan pada kedamaian, bukan
pertikaian.
Untuk memperkuat pendapatnya, Nabil mengutip Al-Quran surah Al-
Baqarah ayat 208 dan Al-Anfaal ayat 61. Ayat-ayat Injil pun
dikutipnya, antara lain Injil Lukas, "Segala keagungan milik Allah di
tempat tertinggi dan di bumi yang penuh kedamaian." Demikian juga
dalam Injil Yohanes, "Kedamaian Aku tinggalkan untukmu, dan kedamaian
Aku anugerahkan kepadamu."
Disertasi Dr. Nabil setebal 500 halaman lebih yang terdiri dari enam
bab itu juga membahas toleransi Islam terhadap kaum nonmuslim sampai
masalah perang. Hak-hak yang berhubungan dengan akidah nonmuslim
dalam negara Islam juga dikupas. Dengan menyitir beberapa ayat Al-
Quran dan hadis, Nabil menggambarkan bahwa Islam mengakui prinsip
kebebasan beragama, dengan memperbolehkan pemeluk agama nonmuslim
mempraktekkan ajaran keagamaannya.
Dalam disertasinya, Nabil menceritakan utusan Kristen rombongan
Najran yang diperbolehkan salat oleh Rasulullah di Masjid Nabawi.
Padahal, telah tampak perbedaan di antara Islam dan Kristen melalui
dialog. Tetapi Rasulullah mengakui keberadaan mereka dan menghormati
keyakinan mereka dengan memperbolehkan salat di Masjid Nabawi. Nabil
mengutip sebuah hadis terkenal, "Man adz� dzimmiyan faqad �dz�n�''
(Barang siapa menyakiti ahl dzimmi [komunitas nonmuslim], maka dia
telah menyakitiku [Muhammad]). Ataupun hadis, Lahum m� lan�
wa 'alayhim m� 'alayn�n (Hak dan kewajiban ahl dzimmah [komunitas
nonmuslim] sama dengan hak dan kewajiban kita [muslim]).
Nabil juga menolak anggapan bahwa perang-perang yang terjadi pada
masa Nabi Muhammad tujuannya untuk mengumpulkan harta rampasan,
seperti selama ini dituduhkan kalangan orientalis. Karena, ketika
Nabi wafat, beliau meninggalkan wasiat utang kepada seorang Yahudi.
Nabi Muhammad selama hidup tidak tinggal di istana-istana mewah
seperti Kaisar Persia dan Kaisar Romawi, tapi tidur beralaskan
pelepah daun kurma. Bukti tersebut menunjukkan bahwa tuduhan
orientalis tidak benar.
Setelah selesai memaparkan garis-garis besar disertasi, dibuka sesi
penilaian dan kritikan terhadap disertasi. Sesi ini sangat hangat,
seru, dan penuh humor. Beberapa kali antara Nabil dan Ali Jumah
terlibat perdebatan dan saling interupsi. Ali Jumah memberi catatan
kritis dengan gaya relaks dan santai.
Jumah mengkritik disertasi Nabil karena tidak memiliki paradigma.
Nabil menolak, "Paradigma saya untuk menolak pendapat orientalis."
Ali Jumah menjawab, "Itu bukan paradigma, melainkan tujuan penulisan
disertasi." Ali Jumah juga mengoreksi kesalahan-kesalahan tata bahasa
Arab dari ilmu nahw dan sharraf. Menurut mantan Ketua Institute of
International Islamic Thought wilayah Timur Tengah dan Afrika itu,
Nabil Babawi dalam mengutip hadis-hadis tidak melakukan prosesi
metode pengeluaran hadis (takhr�j al-had�s) untuk meneliti kekuatan
dan kelemahan sebuah hadis. Yang sangat parah, menurut Ali Jumah,
dalam mengutip beberapa data, Nabil tidak merujuk pada sumber-sumber
primer, tapi mencukupkan pada sumber-sumber sekunder.
Menghadapi kritikan Ali Jumah, Nabil senantiasa menjawab dengan
polos, "Iya, saya mengaku salah, dan saya berjanji memperbaiki
risalah ini." Ali Jumah menimpali, "Anda memang murid yang taat dan
cerdas." Perkataan Ali Jumah disambut derai tawa penonton.
Setelah melewati ujian dan perdebatan selama empat jam, akhirnya
dewan penguji memutuskan menerima disertasi Dr. Nabil dan memberinya
gelar doktor dalam bidang syariah Islam dengan nilai "baik sekali"
(jayyid jiddan) berikut penghargaan. Ketika menutup sidang, Prof. Dr.
Hamdi Zaqzuq mempersilakan peneliti, baik muslim maupun Kristen,
saling menulis ajaran agama lain agar tumbuh pemahaman yang baik dan
objektif terhadap agama lain.
Ketika ditemui Gatra selepas sidang disertasi, Nabil menegaskan
kembali komitmennya untuk terus menggalakkan dialog antaragama. "Saya
seorang Kristen Ortodoks dan saya bangga dengan agama saya, tapi saya
juga mencintai Islam. Dan kita memulai persatuan itu dengan saling
memahami di antara kita dengan benar dan objektif," katanya.
Mohamad Guntur Romli (Kairo)
---------------------------------
NABIL Luka Babawi, 61 tahun, adalah orang pertama di luar Islam yang
memperoleh gelar doktor di bidang syariah. Gelar doktor yang baru
diraihnya itu adalah gelar ketiga. Doktor pertama diperoleh dari
Akademi Kepolisian Mesir dalam bidang ilmu kepolisian, tahun 1992,
sedangkan doktor kedua dalam bidang hukum pidana didapat dari
Universitas Kairo, tahun 1995. Saat ini, Nabil juga sedang
mempersiapkan disertasi untuk meraih doktor keempat yang akan diuji
oleh Pimpinan Gereja Kristen Ortodoks di Alexandria, Bapa Shanuda III.
Di Mesir dan dunia Arab, nama Nabil sudah terkenal dalam dinamika
pemikiran keagamaan. Ia memiliki sederet karya dalam bidang keislaman
dan kekristenan. Dalam bidang keislaman, ia pernah menulis Muhammah
al-Haq�qah wa al-Iftir�' (Nabi Muhammad antara Fakta dan Cela),
Zawj�t al-Ras�l (Istri-istri Rasul), Intisy�r al-Isl�m bi al-Sayf
Haq�qah am Iftir�' (Isu Menyebarnya Islam dengan Pedang: Antara
Hakikat dan Muslihat), dan Al-Irh�b Shin�'ah Ghayr Isl�miyah
(Terorisme Produk Luar Islam).
Khusus dua karya terakhir di atas mendapat pujian dan rekomendasi
dari Lembaga Penelitian Islam Al-Azhar (Majma' al-Buh�ts al-
Isl�miyah) untuk diterjemahkan ke dalam perlbagai bahasa dunia.
Menurut Sawt Al-Azhar, koran mingguan milik Al-Azhar, "Nabil Babawi
adalah seorang Kristiani yang taat dan mampu berempati dengan umat
Islam. Karya-karyanya begitu kuat dan objektif karena berasal dari
nonmuslim yang menegaskan bahwa Islam adalah agama damai, bukan agama
kekerasan."
Sedangkan dalam ajaran Kristen, Nabil menulis buku tentang Musykilah
al-Aqb�th fi Mishr (Problem Koptik di Mesir), Sayyidah al-'Adzr�'
(Maryam Sang Perawan), Sayyid al-Mas�h (Nabi Isa), dan Al-Wihdah al-
Wathaniyah fi Mishr (Kesatuan Nasionalisme di Mesir). Nabil juga
tercatat sebagai anggota MPR Mesir. Sosok Nabil tampil sebagai
pemersatu, sekaligus intelektual yang punya semangat tinggi di bidang
keilmuan.
---------------------------------
--- End forwarded message ---
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/