terbukti bahwa indonesia adalah negeri terkorup di dunia, kalau definisi korupsi adalah mengurangi kualitas untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. inilah tugas presiden yang terpilih nanti untuk memeriksa dan menghukum KPU karena telah melakukan korupsi di depan mata seluruh bangsa ini. atau sebagai wujud tanggung jawab KPU seharusnya membubarkan diri akibat skandal ini.
semoga pemimpin indonesia kedepan adalah pemimpin yang bertanggung jawab terhadap rakyatnya. untuk membasmi korupsi dan bayi-bayi koruptor yang sedang bangkit untuk meruntuhkan indonesia ini. mereka inilah yang akan menurunkan qualitas hidup bangsa ini ... salam Yustam dear all : tenkyu bila teman-temin pada 'care'. juga soal tinta pemilu yg nota bene juga duit rakyat agar hemat devisa pula, sekaligus makin tilik potensi hasil alam nabati bagi material industri. ceritanya begini. kemarin pagi saya baru mengarah ke kampus (teknik) UI depok, diminta bicara oleh sohib Chalid di metalurgi soal teknologi plastik/poliolefin mutakhir dalam kerangka kerjasama univ2 di Indo (ITB, UI, UGM, Unair dll) dengan univ Groningen yang diperwirai teman kita Manurung (TK). sudah jalanan macet, tiba2 dicall zus Valina/KPU buat darurat konf pers, soal tinta. la saya yang baru di-SK konsultan tinta kuterima pekan terakhir Juni, terpaksa (sori ya Chalid, juga teman2 MIPA UI yang sedianya kusambangi) balik ke KPU. saya sebenarnya sudah bikin dan eMail edaran (seperti dibawah) tapi zus Valina minta didampingi. tolong deh dibaca, sokur diumpanbaliki (japri ya alhamdulilah). rada runyam, kalo memang ada unsur 'kriminal bahkan sabotage', soalnya saya kan gak 100% waktu, dan analisis teman2 UI kan "AS PER SAMPLE RECEIVED" via KPU/biro pengawasan/sekretariatnya. wahai kan ? itulah mangkanya aku dampingi zus Valina KPU yang disoroti tvtv kemarin. oke dah ya, kalo ada ide konkret...please japri direct. atau mau ada yang bikin usaha perluasan (tak sekadar tinta) dari ekstrak nabati hutan (yang tak sekadar dipancungi kayunya) ? indonesia raya kaya raya, kita semut mati di tengah gula dan lucunya saling tengkar tiada habisnya, rebutan tulang wacanawi....hehehe ayo bangkit para kawan indonesia sejatiku!!! Thanks. Wasalam (jangan dianggap aku cuci tangan atau semacamnya, apalagi me-riya'-kan otoritas kontrol-evaluasi terbatas. ever onward never retreat!) oooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo Beberapa Catatan Seputar Tinta Pilpres 04 Dalam beberapa waktu terakhir, ditengarai adanya beberapa keluhan perihal mutu tinta celup Pemilu Presiden 05 Juli 2004. Oleh karenanya perlu diberikan penjelasan dan latarbelakang faktual sebagai berikut : PROGRAM TINTA PILPRES 2004 - KPU berdasar berbagai masukan dari masyarakat dan profesional, untuk Pilpres tidak lagi menggunakan tinta impor melainkan produk lokal, yang dilandasi peningkatan skema yakni dampingan konsultan, penentuan spek, penunjukan labo kimia penguji (dhi. Universitas Indonesia), serta mekanisme quality control baku - Tinta celup Pilpres telah ditingkatkan dalam arti tidak mengandung bahan kimia sintetik B3 (segi keamanan, kesehatan, ramahlingkungan) dengan tetap menjaga kinerja fungsinya sebagai penanda 1-3 hari dengan ketentuan pencelupan segenap bagian ujung jari/kuku. - Spek tinta Pilpres mengandung komponen-komponen : pewarna aman, ekstrak nabati alamiah (sekaligus pewarna dan pengaman/antioksidan/antiiritant dll), kondisioner, serta pelarut berair disamping kandungan silver nitrat bukan lagi 10% atau lebih melainkan maksimum 4% sesuai peraturan kesehatan dunia dengan tetap berkinerja optimum - Pelaksanaan produksi dan penyalurannya dilakukan berdasarkan asas cost-effective sesuai peraturan (TAP MPR II/02, Keppres 80/03, dll) yang ada tanpa mengurangi MUTU SKEMA MUTU - Dilandasi penyusunan spec tinta nabati alamiah yang telah terbukti berkinerja efektif 1-3 hari serta memperhatikan segi keamanan-kesehatan-lingkungan-halal - Skenario Quality Control. Atas sample para produsen dilakukan uji reguler/periodic di labo kimia Universitas Indonesia. Adapun tahap dan pilahan samplenya : o sample awal : ajuan produsen ke KPU, yang setelah diuji kemudian disempurnakan agar benar sesuai spec yang ditentukan. Sample ini selalu disertai indikasi teknis, CAS number, color index dan lain-lain standar ilmiah yang ditentukan, termasuk keamanan serta jumlahnya o sample produksi : diambil oleh petugas resmi KPU, pada perioda produksi masing-masing produsen dan diserahkan ke labo UI untuk pengujian o sample distribusi : diambil dari tempat tujuan pengiriman oleh petugas KPU, juga diuji di UI o untuk setiap tahapan sampling, sample uji, dan data uji labo UI diberikan evaluasi oleh konsultan ahli yang khusus bertugas untuk itu. Umpanbalik selalu diberikan kepada produsen agar mutu terjaga dan segi keamanan-kesehatan terjamin o secara periodik dan dimana perlu dilakukan meeting antara KPU, konsultan, produsen dan pihak terkait termasuk pengawas untuk koordinasi dan evaluasi mutu/kinerja - Diadakan juga retain-sample yang disimpan baik di KPU maupun labo kimia Universitas Indonesia dengan pengamanan sebagaimana diperlukan PRAXIS DI LAPANGAN - Telah disusun dan ditetapkan spec oleh KPU dan dalam meeting pleno dengan para produsen telah disepakati, termasuk skema quality control, sampling serta uji ilmiah di UI - Telah dilakukan uji-uji secara mendalam atas berbagai parameter tinta dan kandungannya di UI dan dilakukan evaluasi oleh konsultan, dilaporkan ke KPU, dan KPU mengumpanbalikkannya kepada produsen - Sampai tahap sample 2 (meliputi sample awal dan sample produksi) telah didapati hasil yang ada dalam koridor skema mutu, maka KPU kemudian menugasi produsen untuk melanjutkan serta memproduksi sebagaimana ketentuan - Tahap 3 sample distribusi tengah dilaksanakan, diikuti uji mutu di labo kimia UI KASUS DAN HAKIKATNYA - Telah dilaporkan adanya beberapa keluhan di sementara tempat perihal mutu tinta yang "lekas hilang/luntur" - KPU beserta konsultan langsung telah bertindak o Mengadakan meeting khusus untuk menginformasikan hal ini kepada produsen o Mengikuti terus laporan media, baik yang mengenai adanya kelainan maupun yang tidak bermasalah. Secara visual, di beberapa tempat memang sedang disidik. Namun untuk keputusannya menunggu hasil analisa pihak ilmiah berwenang di UI o Melakukan recheck atas kasus-kasus yang ditengarai o Menindaklanjuti dalam hal penyelidikan dengan menyurati KPU Daerah untuk bekerjasama menelusuri hal tersebut o Beberapa kasus dari sekian besar jumlah TPS menunjukan bahwa hal keluhan tersebut bersifat psikis dan kasuistik CATATAN TENTANG SPEC DAN KINERJA - Berlainan dengan spec tinta celup pemilihan Caleg, pada pemilihan Capres dilakukan perbaikan sebagai berikut : o Kadar silver nitrat (penggelap kulit) tidak lagi 10-15% atau lebih yang berbahaya bagi kesehatan (syaraf), namun disesuaikan peraturan kesehatan WHO dsb maksimum 4% o Pewarna sintetik berbahaya (kanker) diganti pewarna alamiah dan aman o Kinerja tidak lagi menempel tandanya sampai berbulan-bulan, berlebihan, namun 1-3 hari o Tinta celup ini tidak berbahaya, maka masyarakat tidak perlu ragu-ragu mencelupkan jarinya, dan dalam beberapa hari juga sudah hilang - Apabila ditengarai ada keluhan kasuistik"warna luntur" maka beberapa hal perlu disimak dan disidik : o Tahap produksi dan distribusi, dengan pembandingan spec dengan hasil analisa UI o Sosialisasi dan prosedur SOP pencoblosan, penyimpangan di lapangan o Psikis pengguna yang sudah 'terpengaruh' oleh tinta Pilcaleg sebelumnya, memang relatif tidak tebal/kental namun justru yang encer formula pada pemilu Capres inilah yang sebenarnya baik bila dilakukan dengan benar. KASUISTIK KELUHAN - KPU tetap peka mendengarkan semua keluhan masyarakat. Berbagai langkah telah diambil. - Menyimak media massa elektronik maupun cetak, didapati tayangan/berita : o Segi psikis 'memory' pada tinta Caleg yang dikatakan nyata-baik tidak luntur berbulan-bulan, padahal sebenarnya justru mengganggu dan berbahaya o Di beberapa tayangan TPS justru disiapkan lap. Setelah ditotolkan, jari langsung dilap. Ada tengarai juga jari dilapis minyak dulu, baru untuk celup tinta, dengan maksud agar tidak menempel/luntur. Hal ini tidak benar. Justru sebaliknya yang seharusnya dilakukan * Tinta nabati alamiah Pilcapres ini aman, tidak mengandung B3 dan dirancang hilang/luntur 1-3 hari. * Jari harus dimasukkan/celupkan ke botol tanpa ragu-ragu. * Jari harus DI-LAP terlebih dahulu, SEBELUM dicelup, agar minyak, keringat, dll kotoran hilang, baru dicelup ke botol berisi tinta dalam-dalam * Walaupun tinta hanya satu per TPS, jangan kuatir akan cepat habis. Karena tinta sudah dirancang (kekentalan, tegangan muka cairan dll) mencukupi bagi semua pencoblos * Ada kekeliruan persepsi, karena takut kurang/habis, lalu diencerkan dengan air. Hal ini jelas keliru sebab akan mengacaukan konsentrasi/kadar berbagai komponern didalam tinta sehingga kinerja tidak optimal * Jangan melapisi jari dengan minyak/mentega dll sebelum mencelup tanpa di-lap terlebih dahulu, karena mengganggu proses penempelan * Proses penempelan memerlukan waktu beberapa saat, maka jangan dicelup langsung di-lap sebelum kering - Kekeliruan persepsi di kalangan pencoblos dan petugas pencoblosan ini perlu segera dikoreksi, karena tinta celup Pilpres adalah aman, sehat, halal, nabati alamiah, dan tidak berlebihan sampai berbulan-bulan tidak hilang. Demikian sehingga bila di beberapa TPS terjadi hal semacam pe-lap-an dan pengenceran, semestinya tidak perlu terjadi - Tetapi dalam hal kasuistik mutu, KPU beserta konsultan yakin pula bahwa dari sekian ratus ribu TPS, ada beberapa TPS yang dijumpai keluhan rasional. Untuk itu KPU selalu terbuka pada segala masukan dan sesegera mungkin melakukan tindaklanjut dan countermeasures. TINDAKLANJUT ATAS KELUHAN - Perancangan, pengadaan dan penyaluran serta penggunaan TINTA CELUP PILPRES LOKAL kini sungguh telah merupakan perbaikan SISTEM/sistematik atas konsep maupun praxis tinta Pemilu-pemilu yang lalu. Juga merupakan usaha sesuai peraturan Pemerintah dalam hal cost-effective, murah, menghemat devisa (bukan impor) dan uang masyarakat. - Adanya keluhan KASUISTIK tidak kita ungkiri, namun wajar dalam hal : o Pemahaman statistik dan distribusinya, dalam populasi ratusan ribu TPS o Kerangka Quality Control yang telah sangat ketat tetapi tidak mungkin 100% sempurna dalam praktek industri apapun o Sosialisasi bahwa TINTA CELUP PILPRES ini NABATI ALAMIAH, jadi aman, tidak berbahaya, bahkan merupakan antioksidan yang diperlukan kulit kita, maka jangan ragu mencelupkan jari tangan ke botol tinta dalam-dalam sesudah mencoblos o Prosedur dan praktek di beberapa TPS, terjadinya peluang pengenceran, dilap langsung setelah mencoblos, tidak di-lap dulu sebelum mencelup agar kotoran/minyak/keringat hilang dulu, dan sebagainya adalah karena salah tafsir kasuistik - Akan tetapi sebagaimana juga telah dikatakan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum, apabila keluhan mutu berasal dari adanya pemasok/produsen nakal, maka akan dilakukan tindakan tegas segera : o Telah dilakukan penyelidikan lapangan oleh KPU ke loka-loka TPS yang berkasus o Akan disample tintanya, kemudian diuji ketat di labo kimia Universitas Indonesia o Apabila ditemukan cacat/kesalahan pada produk, melenceng dari spec, maka akan ditindak secara proporsional, administratif maupun legal. o Berbagai langkah sedang dilaksanakan untuk countermeasure aneka hal kasuistik dari produksi sampai distribusi dan penggunaan MAKIN MAJU SISTEMATIK - Segi perancangan, pengadaan dan penyaluran serta pemanfaatan tinta celup Pilpres dari bahan alam nabati kekayaan lokal Bumi Pertiwi merupakan sebuah lompatan kesadaran, konsep, maupun praxis. Secara SISTEM, hal ini patut terus dikembangkan. - Adanya keluhan KASUISTIK tidak kita ingkari, dan sedang SEGERA ditindaklanjuti. Secara professional-ilmiah masalah diatasi melibatkan para pakar bidangnya - Hal pengembangan serta peningkatan skema Quality Control pada tahap perancangan, produksi dan penyaluran, agar tetap sesuai dengan ketentuan spek, terus ditindaklanjuti. - TINTA Pemilu niscaya makin dikembangkan komprehensif : MUTU/kinerja, tetapi juga AMAN SEHAT RAMAH-LINGKUNGAN serta HALAL. Indonesia tidak patut lagi mengimpor untuk hal ini karena kekayaan nabati bumi kita sangat kaya. Hal ini merupakan prestasi bangsa, sehingga perlu diimbangi praxis makin sempurna baik sewaktu produksi sampai pemakaiannya. - Apabila nyata ditemui cacat dan kenakalan dalam kasus-kasus kasuistik tinta, KPU niscaya tidak segan-segan menindak yang bersangkutan, secara adil dan transparan. Kerjasama aneka pihak dituntut : KPU, konsultan, labo2 pendukung, produsen, media, LSM, Panwaslu, Polri, para pegiat di semua TPS, pencoblos dan m,asyarakat semuanya. Marilah bersama jadikan Indonesia kian baik, jangan malah 'dikutil'. Dari yang kecil, konkret, hingga yang besar pun juga kian ca'em! Jakarta 6 Juli 2004 Salam ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

