Jangan Politisasi Tinta Pemilu
Valina Singka Subekti
Selain kesalahan coblos oleh pemilih yang akhirnya disahkan
dengan alasan untuk melindungi suara rakyat,
publik juga dihebohkan oleh mudah lunturnya tinta pilpres.
Dibandingkan pemilu legislatif, tinta pemilu presiden ini memang berbeda.
Ini bukan tanpa alas an namun melalui pertimbangan yang matang dan sistematik.
Alasan utama perbedaan tersebut ialah pertimbangan kesehatan yang
dikeluarkan oleh organisasi kesehatan internasional (WHO). WHO memberikan rekomendasi
kesehatan untuk kandungan silver nitrat AgNO3 dalam hal paparan ke tubuh manusia tidak
lebih daripada 4%. Untuk diketahui, apabila tinta berkandungan lebih dari batas ambang
atas tersebut, akan berdampak tidak baik bagi sistem syaraf, apalagi jika tercerna.
Zat pewarnanya pun bukan bahan sintetik B3 yang karsinogenik (pemicu kanker). Oleh
karenanya KPU dibantu oleh konsultan tinta, telah memutuskan untuk menggunakan tinta
celup penanda dengan pewarna yang aman dan menggunakan ekstrak nabati alamiah, pelarut
berair, dan tentu saja kadar silver nitratnya sama atau kurang dari 4%. Dengan kadar
kandungan seperti ini harapan keamanan, kesehatan, dan lingkungan serta tentu saja
halal, dapat terpenuhi.
Alasan utama ini berkorelasi dengan pertimbangan kedua, bahwa tinta pemilu
tak perlu melekat pada jari pemilih selama sebulan tetapi cukup antara 1 sampai 3 hari
karena masa pencoblosan hanya berlangsung setengah hari yaitu sampai pukul 13.00 waktu
setempat. Dengan pemakaian ekstrak nabati juga berpengaruh positif karena berkandungan
antibakteri, antioksidan dan sebagainya, sehingga alergi, luka maupun iritasi kulit
terhindarkan.
Sedangkan alasan ketiga ialah alasan penghematan (cost effective). Harga
tinta pada pemilu legislatif per botol 30cc sebesar Rp.27.000 � Rp.30.000, sedangkan
pada pemilu presiden harga tintanya hanya sebesar Rp.19.750 untuk 40cc. Bisa
dibayangkan berapa besar penghematan yang telah dilakukan. Tambahan lagi, tinta bukan
impor namun memanfaatkan kekayaan hayati kita sendiri dan turut memacu perkembangan
temuan dan iptek industri nasional.
Dalam distribusi dan penggunaan tinta ini, KPU pun telah melaksanakan
serangkaian skenario Quality Control secara periodik, meliputi kontrol awal pada saat
mulai diproduksinya tinta. Pada tahap awal ini KPU menekankan agar spesifikasi tinta
yang sehat, aman dan halal harus terpenuhi. Uji kualitas ini selalu disertai indikasi
teknis, color index dan standar ilmiah lainnya. Demikian pula pada saat pertengahan
produksi dan ketika telah didistribusikan pun KPU masih mengawasi (sampling) pengujian
kualitas agar kualitas sama di seluruh wilayah penyebaran. Skenario Quality Control
ini dilakukan secara bersama oleh KPU, Laboratorium Kimia Universitas Indonesia dan
produsen tinta.
Meskipun demikian KPU mengetahui adanya tengarai dan keluhan masyarakat
mengenai perbedaan kualitas tinta tersebut. Selain mungkin adanya �penyalahgunaan�
juga karena berbagai faktor diantaranya faktor psikis �memory� pada tinta pemilu
legislatif yang tak mau luntur sampai sebulan sedangkan pada pemilu presiden ini lebih
mudah luntur.
Faktor lainnya adalah kekeliruan prosedur penggunaan. Menurut laporan yang
kami ketahui, para pemilih langsung menggosok dan membersihkan jarinya dengan lap
setelah mencelup jarinya kedalam botol tinta. Seharusnya menurut aturan pakai yang
telah disampaikan kepada petugas KPPS, sebaiknya tinta tersebut dibiarkan saja karena
tinta pilpres kali ini bukanlah tinta sintetik melainkan berbahan nabati alamiah yang
aman. Tinta nabati ini membutuhkan waktu beberapa saat untuk meresap kedalam pori-pori
kulit dan terutama kuku. Tinta ini aman bagi kesehatan, jadi para ibu hamil sekalipun
tidak perlu kuatir mencelupkan jarinya dalam-dalam. Dan bekas tinta di jari-kuku akan
hilang dalam hitungan hari, bukan berbulan.
Kekeliruan prosedur lainnya ialah adanya �kreativitas� petugas KPPS yang
mencampur tinta ini dengan air karena adanya kekuatiran tinta sebotol tidak cukup
untuk 300 pemilih. Bahkan ada juga petugas TPS yang menorehkan tinta diatas bak
stempel, kemudian pemilih hanya menempelkan ujung jari dan jempol diatas bak tersebut.
Ini juga dengan alas an kekuatiran tinta akan habis. Padahal ukuran 40 cc itu telah
dihitung dan diujicobakan untuk memenuhi pemilih 300 orang bahkan lebih di setiap TPS.
Dengan adanya permasalahan tinta tersebut, KPU sungguh tidak menutup
telinga terhadap keluhan masyarakat. Setidaknya tujuan utama penggunaan tinta pada
pemilu ini yaitu tidak adanya pemilih ganda dapat diwujutkan. Perlu disyukuri laporan
kasus pencoblosan ganda sangat sedikit bahkan tidak dijumpai pada hari pencoblosan
tersebut.
Kedepannya, segenap perancangan, pengadaan dan penyaluran serta
pemanfaatan tinta celup pemilu presiden dari bahan alam nabati akan diteruskan karena
hal tersebut merupakan lompatan kesadaran konsep. Adanya keluhan �kasuistik� tidak
diingkari dan segera ditindaklanjuti secara professional ilmiah dengan melibatkan
pakar di bidangnya. Demikian pula peningkatan terapan Quality Control pada tahap
perancangan, produksi dan penyaluran agar tetap sesuai dengan spesifikasi tinta yang
diperkenankan diteruskan.
Sementara itu jika pada kasus ini ditemukan �kenakalan� produsen,
distributor maupun pelaksana pemilu, maka KPU tidak akan segan-segan menindak yang
bersangkutan secara adil dan transparan. KPU justru menghindari persoalan ini
dipolitisasi karena ujung-pangkalnya tidak diketahui. Malah sebaliknya, persoalan
menjadi semakin runyam. Persoalan kalah-menang penyebabnya bukan dari tinta. Tinta
adalah faktor sekunder untuk antisipatif terjadinya pencoblosan ganda. Kedepannya jika
kejujuran telah menjadi panglima dalam kehidupan demokratis kita, maka tinta bukan hal
yang mutlak dibutuhkan lagi. Di negara maju yang menganut sistem praktek demokrasi
lebih baik tinta bukanlah sebagai alat utama.
Sungguh, pada kasus tinta ini, KPU tidak pernah berspekulasi untuk
menurunkan kualitas tinta hanya pada pertimbangan jangka pendek, karena KPU memiliki
moral dan tanggungjawab mewujutkan pemilu yang jujur, adil dan transparan. Semoga. ***
---------------------------------
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/