Metro TV Menghargai Objek Wawancara Psikologis sebagai Individu Pesakitan Oleh: Vincent Liong
Sponsored by:: [EMAIL PROTECTED] http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/ Kepada Yth: (�Pihak-pihak yang berkepentingan dalam berita versi saya ini.�) Di depan monitor computer anda masing-masing. Dengan hormat, Bersama dengan surat ini saya ingin menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan judul yang sudah saya tulis di atas; �Metro TV Menghargai Objek Wawancara Psikologis sebagai Individu Pesakitan�. Dalam surat ini saya akan membaginya dalam pembahasan sebagai berikut: * Menghargai Objek Wawancara Psikologis sebagai Pesakitan. * Pendapat / Perbandingan versi saya(Vincentliong) * Yang Saya Benarkan dan Saya Salahkan. * Siapakah Vincent Liong? * LINK Harap dibaca Menghargai Objek Wawancara Psikologis sebagai Pesakitan Jumat, 16 Juli 2004 Saya mendapat SMS dari klinik �ProreVital� yang berbunyi: VINCENT ,BESOK AJAK JUGA PAPA & MAMA YA TLG PAKAI BAJU PUTIH KARENA MAU DI SHOOT METRO TV.BYE KLIKIK Sender: +6281599605** Beberapa hari sebelumnya memang saya telah membuat appointment dengan Dr. Tubagus Erwin Kusuma,SpKJ (Dr.Erwin) untuk berkonsultasi (kunjungan ke empat kali) dari rencana kunjungan keseluruhan sebanyak lima kali. Appointment pada tanggal 17 Juli 2004 Pk 11.00 WIB yang saya maksutkan untuk belajar metode-metode spiritual yang dihubungkan dengan kedokteran oleh Dr.Erwin. Sabtu, 17 Juli 2004 Pada Pk 11.10 WIB saya sampai di klinik ProreVital. Seharusnya saya sudah sampai sepuluh menit sebelumnya, tetapi saya terlambat. Saya masuk ke ruangan dokter Erwin di lantai 3 klinik untuk belajar dan keluar dari ruangan Pk 12.01 WIB. Saya naik ke lantai 4 dimana sudah disiapkan untuk acara wawancara untuk dimasukkan di dalam program �Bincang Pagi� di Metro TV sehubungan dengan saya dan teman-teman yang dianggap oleh ilmu kedokteran sebagai orang Indigo (Memiliki aura Nila). Selang kurang lebih sepuluh menit, tanpa berbicara dengan objek wawancara soal pertanyaan yang akan diajukan dalam wawancara, kru dari Metro TV (yang berjumlah dua orang) bersiap-siap untuk memulai shooting. Dalam persiapan itu pewawancara (tidak saya sebutkan namanya) sempat mengatakan bahwa ia sedang kerja magang di Metro TV. Yang terlebih dahulu diminta untuk ikut di shoot adalah kedua orangtua saya(Inna Wongso & Liong Jun Hok) dan Rossini orangtua dari Dias yang juga dianggap Indigo. Setelah pewawancara menanyakan kepada kameramen untuk mengambil sudut pengambilan gambar yang pas, shooting dimulai dengan pertanyaan kepada Rossini. Pertanyaan Pertama;�Gimana perasaan punya anak Indigo?� (NOTE versi Vincentliong: Pertanyaan di awal; yang langsung menuju ke soal perasaan seorang ibu yang dikatakan oleh pihak dokter bahwa anaknya Indigo membuat suatu tekanan bagi si ibu soal bagaimana ia akan membawa anaknya? Apakah ia akan mengatakan bahwa Ya, anak saya Indigo di tengah teori tentang indigo yang masih dapat dikatakan baru dan belum benar-benar diterima masyarakat. Dalam hal ini Rossini memilih untuk menggambarkan kekurangtahuannya akan bidang ini dan mengalihkan pertanyaan ke cerita tentang keseharian anaknya tanpa menjawab pertanyaan dengan baik dan benar.) Pertanyaan Kedua;�Apa keistimewaan Dias?� (NOTE versi Vincentliong: Rupanya pewawancara mengerti pembelokkan arah pertanyaan dari kata Indigo sebagai point utama kearah sesuatu yang sifatnya umum. Maka pertanyaan ini dimunculkan dan Rossini hanya berbicara yang umum-umum saja soal bagaimana seorang ibu kagum akan anaknya.) Setelah mewawancara Rossini maka giliran orangua saya diwawancara. Sebelum saya masuk ke cerita saya soal wawancara terhadap orangtua saya, perlu kiranya saya ceritakan latarbelakang pendidikan orangtua saya. Papa saya Liong Jun Hok lulusan dari jurusan IT dan Elektro dari sebuah universitas di Jerman. Mama saya Inna Wongso adalah lulusan Mathematic dan IT dari sebuah universitas di Netherland. Kedua orangtua saya sangat berbeda dengan saya karena pola pikir mereka yang scientific dan penuh dengan ilmu yang hukumnya pasti, sedangkan saya paling tidak suka pada pelajaran matematika dan segala berbau science. Pertanyaan Pertama;�Apa itu anak indigo menurut ibu?� (NOTE versi Vincentliong: Pertanyaan ini menembak di awal dengan dua pilihan. Jika orangtua saya lebih memilih untuk menganggap anaknya memenuhi kata Indigo, maka ia akan mengambil kesimpulan berdasarkan pengalamannya hidup bersama anaknya. Jika orangtua saya tidak benar-benar yakin bahwa anaknya indigo, tidak yakin bahwa apa nilai dan arti indigo itu sendiri, maka orangtua saya akan mengambil jawaban atas pertanyaan tentang;�Apa itu anak Indigo� sesuai dengan tulisan-tulisan karya para ahli yang merasa lebih sehat daripada orang lain. Masalahnya dalam wawancara ini orangtua saya sudah dinyatakan lebih dulu sebagai orangtua dari seorang anak(yaitu saya) yang dinyatakan indigo oleh para ahli. Tentu tidak ada jawaban yang benar. Meski demikian orangtua saya malu untuk menjawab; tidak tahu. Ibu saya mencoba mengingat kembali buku-buku yang dipelajarinya tentang anak indigo dan menjawab sesuai dengan apa yang tertulis di sana. Kesimpulan yang keluar adalah tidak sama dengan anaknya tetapi harus mewakili anaknya. Saya harus katakana bahwa dalam hal ini kedua orangtua saya goblok.) Pertanyaan Kedua;�Sejak kapan anak ibu Indigo?� (NOTE versi Vincentliong: Dalam pertanyaan ini pewawancara sudah menekankan benar bahwa kesimpulan buku telah benar-benar mewakili anak dari objek wawancara tanpa membutuhkan lagi bukti-bukti pengalaman selama hidup bersama dengan anak itu (yaitu saya) untuk disebutkan. Dan memang cerita masa kecil saya, pengalaman, dan prestasi saya sama sekali tidak sempat untuk disebutkan. Di awalnya orangtua saya menjawab pertanyaan ini dengan mengatakan bahwa hal ini diketahuinya dari dokter, tetapi soal kelebihan anaknya sudah diketahuinya sejak saya kecil. Di tengah menjawab mama saya mulai sadar bahwa dirinya masuk jebakan dan mengatakan dengan mendadak;�Anak saya bukan Indigo.� Tetapi ia kembali dan tetap melanjutkan kembali seperti jawaban sebelumnya. Sementara itu papa saya terbakar oleh kesimpulan-kesimpulan buku yang disamakan dengan anaknya dan terlanjur percaya karena itu keluar dari mulut isterinya. Papa saya mengeluarkan perbnyataan-pernyataan membela diri seperti misalnya;�Keluarga kami keluarga yang liberal. Kami menghargai kebebasan anak, dsb�� Dan akhirnya sampai wawancara selesai.) Ketika wawancara dengan kedua orangtua saya selesai, saya memberi tanda jempol terbalik sebagai tanda kecewa. Orangtua saya dating ke saya dan saya mulai mencaci maki mereka lalu pergi meninggalkan ruangan. Ketika pewawancara berniat mewawancara anak dari Rossini, energi yang kuat membuat kamera terdistorsi. Maka wawancara dihentikan setelah melakukan wawancara dengan orangtua dari beberapa anak yang dianggap indigo. Tanpa anak yang dianggap Indigo itu sendiri. 18 Juli 2004 pagi-pagi, saya baikkan dengan kedua ortu saya. Pendapat / Perbandingan versi saya(Vincentliong) Beberapa waktu yang lalu saya ingat ketika saya sempat mendapat email berjudul; �Beri Dukungan untuk Penayangan Acara Spiritual di TV� http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/2916 saya membuka web nya dan memberi komentar tertulis yang berbunyi; �Manusia dengan kekuatan yang hampir menyerupai tuhan berusaha mengkambinghitamkan makhluk di luar dirinya. Apakah manusia adalah individu yang selalu benar dan berhak mengganggu apa yang di luar diri atas nama kebenaran? &Manusia lain sebagai pihak penonton memandangnya sebagai ketakutan atas sesuatu yang belum diketahui. Perlu kita memperbaiki kesepakatan diam antara diri kita sendiri dengan apa yang ada di luar diri kita untuk kedamaian bersama.� Saya sempat mendiskusikan panjang lebar di maillist [EMAIL PROTECTED] http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/ tentang hal ini. Saya ingat benar. Rupanya selang hanya beberapa hari saja saya merasakan bagaimana rasanya diposisikan sebagai pesakitan/ setan/ pasien di sini. Entah mengapa hari itu saya menuliskan komentar ini. Apakah ini sekedar mengingatkan saya tentang apa yang akan terjadi? Saya kira kasus �Metro TV Menghargai Objek Wawancara Psikologis sebagai Individu Pesakitan� tidak ada bedanya dengan masalah pertelevisian saat ini yang marak dibicarakan. Dari yang sifatnya membahas kriminalitas, selebriti, sampai setan. Semua dijadikan hitam putih dan objek wawancara si individu baik itu manusia, hewan, tumbuhan, roh dan setan selalu diarahkan untuk berperan sebagai pesakitan. Di dalam kasus soal selebriti mungkin hal semacam ini malah dapat menjadi pelaris bagi yang bersangkutan. Dalam kasus kriminalitas, setidaknya si tokoh telah melakukan kejahatan sehingga sulit baginya untuk memberontak karena tekanan hukum. Dalam kasus setan yang dibasmi manusia sebagai ghost buster setan tidak bisa ngambek lalu ngadu ke manusia. Jagoan selalu menang dan benar supaya penonton tidak kecewa. Agak berbeda dengan kasus dalam wawancara psikologi. Ini tentang seseorang yang tidak mendapat apa-apa dan tidak melakukan kesalahan apa-apa sehingga dapat dibuat alasan untuk dijadikan mainan. Tentu orang yang dimian-mainkan tanpa alasan yang masuk akal boleh saja ngambek. Keluarganya, teman-temannya, siapa saja boleh ngambek. Apa perlu seseorang anak kecil diumumkan tidak waras melalui televisi di hari anak nasional? Dikatakan Indigo menurut versi dokter yang merasa sehat sehingga boleh-boleh saja mengobati pasien yang belum tentu lebih sakit daripada dokter. Teori tentang Indigo menurut dokter yang menyatakan dirinya tidak terjangkit indigo sehingga bisa membuat teori indigo. Beruntung sekali kali ini Metro TV secara kebetulan berpapasan dengan seorang yang dianggap Indigo yang berkecimpung di dunia yang tidak terlalu berbeda dengan kewartawanan sehingga hal ini dapat terangkat. Yang ngambek karena dijadikan pesakitan, punya fans club sendiri yang tidak suka kalau si mascot dijadikan bahan mainan. ([EMAIL PROTECTED] 300 permanent members) Lain kali hati-hati pilih pesakitan. Jangan sampai pilih yang seperti saya. Seorang tukang spam yang men-spam lebih dari duaratus limapuluh maillist dengan tulisan yang sama, membuat kelompok pro dan kontra atas tindak-tanduk saya yang berdisiplin tinggi pada aturan main sendiri. Semoga saja pengalaman ini dapat membuat baik Metro TV maupun TV-TV dan semua media lain baik cetak maupun elektronik berhati-hati dalam membuat berita tanpa menTumbal-kan pihak yang dijadikan objek. Memang manusia boleh merasa benar tetapi tidak palig benar. Yang Saya Benarkan dan Saya Salahkan Sama seperti anda semua, saya paling suka kalau disuruh menyalahkan orang, maka saya membuat bagian berjudul; Yang Saya Benarkan dan Saya Salahkan. Saya tidak ingin menyalahkan pewawancara yang merupakan pekerja tidak tetap di Metro TV dan kameramen maka itu saya tidak mencantumkan nama pewawancara dan kameramen di sini. Saya membenarkan mereka karena mereka bekerja sesuai dengan cara mereka biasa bekerja. Saya tidak ingin mereka dirugikan atas surat saya ini. Yang saya salahkan adalah orang yang berada di posisi yang lebih tinggi yang mengirim mereka untuk meliput apa yang sebenarnya bukan porsi mereka, di luar kemampuan mereka tanpa memberikan panduan tentang apa dan bagaimana mereka harus meliput. Sebagai contoh, beberapa waktu yang lalu Koran Kompas 27 Juni 2004 halaman 27 rubrik keluarga. Koran Kompas menugaskan wartawan seniornya Maria Hartiningsih (MH) pemenang Yap Thian Hien Award 2004, yang sudah biasa menangani tulisan dengan tema psikologi & kemanusiaan untuk menulis sesuatu yang berhubungan dengan psikologi. Silahkan anda baca sendiri tulisan mbak maria dengan klik link di bawah ini; http://www.kompas.com/kesehatan/news/0406/27/125506.htm Judul tulisan mbak maria adalah; �Berbeda, tetapi Bukan Anak "Aneh"�. Mayoritas isi tulisan adalah cerita pendek sepotong-sepotong yang menceritakan tentang pengalaman anak-anak yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Anak dengan jiwa dewasa. Pembahasan tentang teori indigo secara teoritis kurang dari sepuluh persen dari jumlah kata dalam artikel tersebut. Mbak maria memasukkan soal nilai plus dari seorang anak dan bagaimana seorang anak tetaplah seorang anak. Dalam wawancara Metro TV saya melihat bahwa pewawancara lebih terbiasa pada gaya wawancara selebritis atau berita tokoh kriminal. Pertanyaannya to the point dan tanpa basa-basi. Langsung menembak pada point yang sudah dipersiapkan sebelumnya sehingga objek wawancara lebih banyak terjepit. Tidak ada kesempatan yang disediakan sebelumnya untuk mendiskusikan bersama-sama pertanyaan-pertanyaan yang akan dilontarkan dari pewawancara ke objek yang diwawancara. Semoga lain kali Metro TV dan televisi lainnya tidak bersifat irit duit, irit tenaga kerja dalam menghimpun berita yang sifatnya sensitive dan individual semacam tema psikologi. Mau tema yang seru, lha kok pelit. Kirimkankah wartawan selebritis ke liputan selebritis, wartawan criminal ke liputan criminal dan tolong juga wartawan yang ngerti psikologi& kejiwaan untuk tema ini. Jangan dianggap semua mainan. Please dech?! Siapakah Vincent Liong? Jawab: Mau dikatakan apa saja Vincent Liong tetap Vincent Liong Nama lengkap: Vincent Christian LIONG Lahir: Jakarta, 20 Mei 1985 Shio: Cow Element: Wood Star: Taurus Privat Email: [EMAIL PROTECTED] Want to see my photo/pic, KLIK: http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/ Vince�s Education Background: -TK Tirta Martha, Pondok Indah -SD Pangudi Luhur, South Jakarta -SLTP Pangudi Luhur, South Jakarta -SMU St. Laurencia, Alam Sutera, Serpong -The Meridian International School, Pitt Street Level, Sydney, AUS -The Gandhi Memorial International School, Ancol Barat, Jakarta (Now study at this school at year 11d) Book I have made: year2001 -Berlindung di Bawah Payung, Penerbit GRASINDO year2003 -Menjadi Diri Sendiri -Konsep �Saat Kiamat� dalam Ruang Individu Download buku-buku karya Vincentliong klik:: http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/files Job Outside School: -Book Writer -Owner & Maskot maillist [EMAIL PROTECTED] http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/join -Essay supplyer for SINERGI Indonesia Magazine -Prudential Insurance Agent - International Bussiness/Trading Agent/Broker ,,,etc,,, Costumer Service Representative Vincentliong Telp& Fax: (62-21)5482193,5348567,5348546 Mobile: (62)811-919-765 Address: Jl. Ametis IV Blok:G No:22 Permata Hijau Jakarta 12210 Indonesia LINK Harap dibaca Kemarin ketika Vincent Liong ngambek sempat membuat beberapa tulisan berkaitan dengan hal ini. Silahkan Dibaca:: (Help me please) Shit Happen! In my Interview Today http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/2926 About SHITs Happen or SHIT Happens http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/2930 http://groups.yahoo.com/group/radioliner/message/8860 Link Maillist-Maillist yang dikelola Vincentliong Jika anda suka dengar Radio maka anda akan senang maillist ini� http://groups.yahoo.com/group/radioliner/ [EMAIL PROTECTED] Ini Fans Club saya yang saya ceritakan tadi.. Anda suka saya atau benci saya silahkan datang ke mari� http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/ [EMAIL PROTECTED] Anda suka ber-debat? Silahkan join maillist ini� http://groups.yahoo.com/group/Serikat-Kaum-Terkutuk/ [EMAIL PROTECTED] Find local movie times and trailers on Yahoo! Movies. http://au.movies.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

