permisi.. ikut nimbrung ya..
walau tidak melihat langsung kehidupan sehari-hari para nelayan di pesisir.. saya 
melihat kehidupan mereka dari layar kaca.. memang sangat-sangat memprihatinkan.. saat 
itu terbayang di angan2 saya.. sekian banyak ahli2 teknik telah dilahirkan di bumi 
pertiwi.. sekian banyak ahli2 teknik menyelesaikan sekolah di manca negara.. tapi 
mengapa kehidupan nelayan sepertinya tak ada perubahan? .. alangkah indahnya.. bila 
para ahli2 teknik itu mau menyumbangkan 'sedikit' ilmunya kepada para nelayan.. agar 
kapal2 kecil dan kucel milik mereka.. menjadi kapal2 yang tangguh dan canggih dan 
berhasil guna tinggi.. misal seperti itb, its atau sekolah teknik lainnya.. bila 
mereka memiliki laboratorium di institusi mereka.. mungkin bisa diciptakan peralatan 
yg lebih memadai bagi para nelayan di indonesia? kapan ya? hal ini bisa terjalani? .. 
atau bagaimana peran bppt di negeri ini? yang gedungnya tinggi bertingkat-tingkat di 
tengah kota? apakah berkenan memperhatikan mereka para nelayan kita? (sungguh.. tidak 
bermaksud jadi provokator.. sekedar mengeluarkan rasa keprihatinan demi melihat 
kehidupan para nelayan indonesia)..
maaf.. moga tidak ada yg tersinggung.. permisi.. dan salam..


-----Original Message-----
From: Arif Satria [mailto:[EMAIL PROTECTED]

Thanks, MAs Yan. Ya, begitulah memang kondisinya. Perencanaan darat dan laut memang 
belum terpadu. Dan, memadukannya memang sulit, karena instansi terkait ngotot ingin 
menangnya sendiri. Nah, saat ini memang lagi dogodok UU pengelolaan pesisir..nggak 
tahu juga kapan disahkannya. Semoga presiden mendatang bisa lebih perhatian ke soal 
laut ini..
Arif

-----Original Message-----
From: Yan Santosa EP [mailto:[EMAIL PROTECTED] 

Salam sejahtera,

Mas Satria, 

Pekerjaan sebagai nelayan di Indonesia memang sungguh sangat menyedihkan. Di Riau 
misalnya, nelayan yang kehidupannya sangat bergantung dengan sungai atau laut. Akan 
tetapi tatkala air sungai tersebut telah dicemari oleh limbah perusahaan-perusahaan 
besar yang berlindung dibelakang para pejabat daerah setempat membuat nelayan tak 
memiliki tempat untuk mengadu lagi. 

Berbagai peninjauan telah dilakukan ke sungai dan pabrik terkait, tapi pejabat 
setempat masih sanggup berkata, bahwa limbah pabrik tersebut belum berbahaya bagi 
kelangsungan kehidupan makhluk-makhluk di air tersebut. Padahal sudah jelas di depan 
mata, bahwa ikan-ikan dan makhluk air yang lainnya sudah banyak yang mati terkapar.

Kiranya, dengan ulasan Mas Satria ini bisa menambah pemahaman bagi mereka yang 
"mengurusi masalah laut".

Wassalam,

Yan_     

 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke