Boleh ikutankan....
menurut saya kalo di darat udah sering dilakukan pemetaan wilayah kelola
untuk masyarakat adat atau yang lainnya, nah gimana kalo dilaut juga
dipetakan wilayah kelola untuk para nelayan tradisional supaya wilayah
kelola mereka enggak bakal tergusur dengan meningkatnya aktivitas pelayaran,
hal ini juga berpengaruh untuk mengurangi aktivitas loading hasil tambang
dipesisir (sekarang semakin banyak perusahaan tambang yang punya pelabuhan
laut sendiri).
salam kenal,

DeRa
Walhi Kalsel
----- Original Message -----
From: "Listy" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, July 20, 2004 10:45 AM
Subject: RE: [ppiindia] Ekologi Politik Terumbu Karang


> permisi.. ikut nimbrung ya..
> walau tidak melihat langsung kehidupan sehari-hari para nelayan di
pesisir.. saya melihat kehidupan mereka dari layar kaca.. memang
sangat-sangat memprihatinkan.. saat itu terbayang di angan2 saya.. sekian
banyak ahli2 teknik telah dilahirkan di bumi pertiwi.. sekian banyak ahli2
teknik menyelesaikan sekolah di manca negara.. tapi mengapa kehidupan
nelayan sepertinya tak ada perubahan? .. alangkah indahnya.. bila para ahli2
teknik itu mau menyumbangkan 'sedikit' ilmunya kepada para nelayan.. agar
kapal2 kecil dan kucel milik mereka.. menjadi kapal2 yang tangguh dan
canggih dan berhasil guna tinggi.. misal seperti itb, its atau sekolah
teknik lainnya.. bila mereka memiliki laboratorium di institusi mereka..
mungkin bisa diciptakan peralatan yg lebih memadai bagi para nelayan di
indonesia? kapan ya? hal ini bisa terjalani? .. atau bagaimana peran bppt di
negeri ini? yang gedungnya tinggi bertingkat-tingkat di tengah kota? apakah
berkenan memperhatikan mereka para nelayan kita?
>  (sungguh.. tidak bermaksud jadi provokator.. sekedar mengeluarkan rasa
keprihatinan demi melihat kehidupan para nelayan indonesia)..
> maaf.. moga tidak ada yg tersinggung.. permisi.. dan salam..
>
>
> -----Original Message-----
> From: Arif Satria [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>
> Thanks, MAs Yan. Ya, begitulah memang kondisinya. Perencanaan darat dan
laut memang belum terpadu. Dan, memadukannya memang sulit, karena instansi
terkait ngotot ingin menangnya sendiri. Nah, saat ini memang lagi dogodok UU
pengelolaan pesisir..nggak tahu juga kapan disahkannya. Semoga presiden
mendatang bisa lebih perhatian ke soal laut ini..
> Arif
>
> -----Original Message-----
> From: Yan Santosa EP [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>
> Salam sejahtera,
>
> Mas Satria,
>
> Pekerjaan sebagai nelayan di Indonesia memang sungguh sangat menyedihkan.
Di Riau misalnya, nelayan yang kehidupannya sangat bergantung dengan sungai
atau laut. Akan tetapi tatkala air sungai tersebut telah dicemari oleh
limbah perusahaan-perusahaan besar yang berlindung dibelakang para pejabat
daerah setempat membuat nelayan tak memiliki tempat untuk mengadu lagi.
>
> Berbagai peninjauan telah dilakukan ke sungai dan pabrik terkait, tapi
pejabat setempat masih sanggup berkata, bahwa limbah pabrik tersebut belum
berbahaya bagi kelangsungan kehidupan makhluk-makhluk di air tersebut.
Padahal sudah jelas di depan mata, bahwa ikan-ikan dan makhluk air yang
lainnya sudah banyak yang mati terkapar.
>
> Kiranya, dengan ulasan Mas Satria ini bisa menambah pemahaman bagi mereka
yang "mengurusi masalah laut".
>
> Wassalam,
>
> Yan_
>
>
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
>
***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>


---
Outgoing mail is certified Virus Free.
Checked by AVG anti-virus system (http://www.grisoft.com).
Version: 6.0.716 / Virus Database: 472 - Release Date: 05/07/2004




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke