--- In archigeotec:
FengShui satu faktor, kuncinya pada kehendak,
dilambari visi-misi. Soal praxis. 
Nonpartisan ??? Salam


KompasMinggu, 18 Juli 2004  
ASAL USUL 
Punokawan
Suka Hardjana

Orang Jawa sering mengidentifikasi diri mereka ke dalam tokoh- tokoh 
dunia 
pewayangan. Dunia rekaan yang maya itu berpengaruh besar dalam 
kehidupan 
tradisional orang Jawa. Ada orang yang dicitrakan seperti Arjuna atau 
Bima, Rama atau Rahwana. Sosok-sosok personifikasi wayang itu 
mencitrakan 
suatu etos, watak, temperamen, bahkan nasib seseorang. Begitulah, 
misalnya 
Karna, yang sebenarnya adalah saudara kandung seibu, pada akhir 
hidupnya 
harus saling bunuh dengan Arjuna karena berada di pihak lawan. Wayang 
adalah bayang-bayang kehidupan nyata dalam cara pandang tradisi Jawa- 
layaknya dunia maya yang dianggap nyata oleh manusia masa kini dalam 
ilusi 
virtual-reality.

Semar adalah sosok punokawan dalam dunia pewayangan. Punokawan adalah 
pelayan, pembantu atau bawahan setia, yang melambangkan pengabdian 
rakyat 
kecil kepada majikan. Semar adalah tokoh jadi-jadian yang walaupun 
seorang 
pelayan, tetapi sasungguhnya sakti, arif, dan bijaksana. Semar 
dicitrakan 
sebagai penjelmaan Bathara Ismaya, dewa yang tercipta karena awal 
mula 
cahaya alam semesta. Dialah keadilan sejati yang memanifestasikan 
diri 
sebagai rakyat kecil pengabdi kebenaran. Di mana ada Semar, di situ 
ada 
kebenaran, kuasa, dan kemenangan. Menjelang periode akhir 
kekuasaannya, 
Presiden Soeharto dipersonifikasikan sebagai Semar oleh para 
pendukungnya. 
Di mana-mana dipentaskan wayang dengan lakon Semar sebagai propaganda 
politik.

Oleh Bung Karno, Angkatan Udara RI sering dicitrakan sebagai sosok 
heroik 
Gatotkaca yang bisa terbang menembus langit ketujuh. Angkatan Darat 
dicitrakan sebagai Setyaki, dan Angkatan Laut dibayangkan sebagai 
tokoh 
Ontoreja yang bisa ambles bumi. Ini memang kisah republik wayang, 
yang 
pada gilirannya semua kepala negaranya diam- diam oleh rakyat kecil 
lantas 
dicitrakan sebagai punokawan dalam dunia wayang. Bila tokoh Semar 
disandang oleh Soeharto, maka Soekarno diibaratkan sebagai Petruk. 
Punokawan cerdas, terpelajar, pemberani, optimistik, ahli retorika, 
dan 
orator ulung yang memesona. Begitulah, seperti Petruk yang mengangkat 
dirinya sendiri menjadi raja dalam lakon Petruk Dadi Ratu, Soekarno 
pun 
mengangkat dirinya sebagai Presiden Seumur Hidup-Pemimpin Besar 
Revolusi, 
Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

Ternyata tak ada yang kuat memikul kuasa simbolik punokawan Semar 
maupun 
Petruk. Melalui Sidang MPR, keduanya dilengserkan oleh punokawan-
punokawan 
beneran republik ini. Semar lengser digantikan oleh Gareng. Punokawan 
kecil bertubuh pendek, tapi cerdas berpengetahuan luas, arif dan 
berwawasan jauh ke depan. Mata Gareng yang juling melambangkan bahwa 
ia 
selalu berpikir serius dan menjangkau masa depan yang luas tak 
bertepi-walau sering juga dituduh sok tahu. Begitulah Presiden 
Habibie 
memerani lakon Gareng yang memimpikan bangsa Indonesia menjadi bangsa 
pelopor demokrasi yang maju dan berteknologi tinggi-di darat, laut, 
dan 
ruang angkasa-di tengah kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan 
rakyatnya.

Gareng lengser digantikan oleh Bagong. Inilah tokoh punokawan paling 
kontroversial dalam dunia pewayangan. Bagong adalah punokawan humoris 
yang 
demokratis dan egalitarian. Ia pemberani, ngeyel, nekat, kadang 
ngawur, 
dan waton suloyo-tak jarang juga terkesan sembrono, keterlaluan, dan 
seenak sendiri. Oleh banyak orang punokawan Bagong dipersonifikasikan 
ke 
dalam diri presiden keempat RI Gus Dur. Celetukan-celetukannya yang 
khas 
seperti "gitu aja kok repot-lha saya ini dianggap apa ?- mau nyoblos 
ya 
silahkan, pokoknya saya golput", dan plesetan serta gurauan Gus Dur 
yang 
tak habis-habisnya mencerminkan karakteristik Bagongisme yang ngeyel, 
waton suloyo, intrikatif tapi menarik-sekaligus menyebalkan. Ketika 
Gus 
Dur dilengserkan, ia tampak di serambi Istana Negara bermandikan 
cahaya, 
seenak sendiri cuma mengenakan piyama dan sandal jepit di depan 
publik. 
Benar-benar ngawur seperti lakon Bagong Dadi Ratu.

Ketika presiden berikutnya adalah seorang perempuan, kebetulan para 
punokawan laki-laki, Petruk, Semar, Gareng, dan Bagong memang telah 
habis 
ter-casting. Tinggallah dua punokawan perempuan bernama Cangik dan 
Limbuk. 
Melihat proporsinya, Limbuk lebih cocok dipersonifikasikan ke dalam 
tokoh 
pengganti Bagong. Limbuk adalah punokawan perempuan yang lugu, jujur, 
setia, apa adanya, tidak neko-neko dan tidak suka ber-bla-bla-bli-
bla, 
seperti tokoh punokawan lainnya. Cocok! Kini kita sedang menunggu 
terpilihnya presiden baru. Apakah simbolisme ke-punokawanan akan 
terus 
berlanjut ? Di kotak pak dalang tinggal ada dua punokawan perempuan 
dan 
dua punokawan laki-laki. Mereka adalah Limbuk yang telah disebut, 
Cangik 
yang tak tercalonkan, mBilung yang dekil, dan Togog yang berpostur 
aneh. 
Ada pula capres yang namanya mirip Raja Hastinapura-Suyudono. Tapi, 
dia 
bukan punokawan lho. Mau pilih siapa? Bodo amat. Punokawan atau raja, 
ya 
sama saja to, nasib rakyat kecil? Dro-dog-dog-bumi gonjang-ganjing, 
langit 
kelap-kelap-para pemimpin semakin kalap, rakyatnya melarat megap-
megap.
--- End forwarded message ---
--- End forwarded message ---




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke