Catatan  A. Umar Said

(tulisan ini juga disajikan dalam website
http://perso.club-internet.fr/kontak/



                                        MEMILIH SBY ATAU MEGAWATI ?

                                        =========================





Sekarang sudah dapat dipastikan bahwa pertarungan dalam putaran kedua
pemilihan presiden bulan September akan dimainkan antara pasangan Susilo
Bambang Yudoyono-Jusuf Kalla dan pasangan Megawati-Hasyim Muzadi. Ini
berarti bahwa rakyat diundang untuk memilih presiden dan wakil presiden
antara dua pasangan itu.



Dari hasil pilpres putaran pertama kelihatan bahwa pasangan SBY-Jusuf Kalla
mengungguli pasangan Mega-Hasyim. Apa keunggulan SBY-Jusuf Kalla dapat
dipertahankan  pada putaran kedua di bulan September, masih merupakan
teka-teki besar bagi banyak orang. Sebab, banyak faktor yang ikut menentukan
hasil pertarungan kedua pasangan itu. Dan masih banyak kejadian atau
persoalan-persoalan yang masih muncul sampai berlangsungnya putaran kedua,
yang bisa ikut mempengaruhi atau ikut menentukan kalah-menangnya kedua
pasangan itu.



Selama kampanye pemilihan presiden kita sudah dibanjiri oleh segala macam
informasi, analisa, komentar, ramalan,  mengenai segala macam capres dan
cawapres. Dari apa yang sudah kita baca atau kita dengar itu kita bisa
belajar banyak tentang tingkah-laku para politisi kita, tentang permainan
yang dimainkan partai-partai, atau tentang kalutnya dunia perpolitikan
negeri kita. Di tengah-tengah keadaan yang demikian itu timbul pertanyaan
apakah presiden kita nanti SBY ataukah Mega?





AH, SITUASI AKAN SAMA SAJA!



Banyak analisa, komentar, atau pendapat yang telah diajukan berbagai fihak
mengapa sebaiknya nanti memilih pasangan SBY-Jusuf Kalla atau memilih
pasangan Mega-Hasyim. Di antara berbagai analisa atau pendapat itu banyak
yang menarik, tetapi ada juga yang tidak perlu kita anggap serius.



Yang penting kita perhatikan ialah adanya golongan-golongan orang yang
sekarang ini sudah tidak peduli lagi tentang siapa yang akan menjadi
presiden kita, karena siapapun akan jadi presiden situasi toh akan sama saja
nantinya. Mereka beranggapan bahwa siapapun jadi presiden, toh tidak akan
ada perobahan, apalagi perobahan radikal. Sebabnya, kesulitan atau
masalah-masalah sudah sedemikian besarnya dan sedemikian banyaknya, sehingga
tidaklah mungkin bagi pasangan Sby-Kalla atau pun pasangan Mega-Hasyim untuk
mengatasinya, apalagi hanya dalam waktu 5 tahun saja.



Apalagi kalau mengingat bahwa siapapun jadi presiden, terpaksa membentuk
aliansi atau koalisi, baik di dalam DPR-DPRD atau di luarnya. Artinya,
presiden yang mana pun akan terpaksa terikat atau terkerangkeng karena
keharusan aliansi atau koalisi ini. Dan dalam aliansi atau koalisi ini
Golkar akan tetap memainkan peran yang tidak kecil. Dan inilah yang
merupakan halangan atau hambatan akan terjadinya perobahan-perobahan besar
atau radikal. Jadi, karena bagaimanapun Golkar masih akan bisa memainkan
perannya seperti yang sudah-sudah, maka wajarlah kalau orang-orang
mengatakan :�Ah, situasi akan sama saja!�





PDI-P TERPAKSA MERANGKUL GOLKAR ?



Sudah santer dibicarakan di berbagai kalangan tentang kemungkinan PDI-P
berkoalisi dengan Golkar. Kalau terjadi koalisi antara PDI-P dan Golkar dan
karenanya Megawati terpilih lagi sebagai presiden, maka bisa diramalkan
bahwa situasi politik tidak akan mengalami goncangan-goncangan yang besar.
Presiden Megawati akan bisa memimpin negara dengan dukungan suara Golkar
yang cukup besar di parlemen.



Tetapi justru karena dukungan Golkar itulah nantinya presiden Megawati tidak
akan bisa banyak mengadakan perubahan-perubahan yang radikal atau mendasar.
Artinya, reformasi tetap tidak akan jalan, korupsi akan tetap merajalela di
banyak bidang, hukum tidak bisa ditegakkan sepenuhnya, dan kebusukan akhlak
di kalangan elite akan tetap meracuni kehidupan bangsa.



Megawati-Hasyim terpaksa merangkul Golkar untuk menang dalam putaran ke-II
pemilihan presiden bulan September. Justru inilah yang merupakan dilemma.
Sebab Megawati terpaksa bersatu dengan suatu kekuatan politik, yang selama
lebih dari 32 tahun sudah terbukti merusak negara dan bangsa, yang akibatnya
masih sama-sama kita saksikan atau rasakan sampai dewasa ini.





SBY-KALLA YANG MERAGUKAN



Selama ini banyak pendapat atau komentar yang terdengar mengenai capres SBY,
yang mengatakan bahwa SBY simpatik, gagah atau tampan, kalem dan sopan, dan
kalau ia bicara enak didengar. Bukti bahwa ia berhasil menarik simpati
banyak orang ialah bahwa ia bisa meraih suara yang paling besar di antara
semua capres (SBY 33% sedangkan Megawati 26%, Wiranto 22 %, Amin Rais 14%,
dan Hamzah Haz 3%).



Tetapi, apakah dalam putaran ke II nantinya ia akan mengalahkan Megawati
masih belum pasti. Sebab, masih banyak faktor yang tak terduga dan kejadian
yang bisa muncul antara sekarang dan September. Memang, khalayak ramai
mengharapkan adanya perobahan-perobahan radikal, di bidang politik, ekonomi
dan sosial. Tetapi, apakah pasangan SBY-Jusuf Kalla akan bisa mengadakan
perobahan-perobahan besar dalam waktu 5 tahun mendatang, masih perlu
diragukan.



SBY adalah mantan petinggi militer, yang masih mendapat simpati atau
dukungan aktif dari banyak kalangan militer. Inilah yang merupakan kekuatan
dan sekaligus juga kelemahan SBY. Di samping itu Jusuf Kalla adalah tokoh
Golkar yang cukup menonjol. Dari pasangan ini tidak bisa pula diharapkan
terlalu besar adanya pelaksanaan reformasi secara sungguh-sungguh.  Banyak
hal-hal yang masih gelap mengenai  sepak-terjang pasangan ini, baik sekarang
maupun di kemudian hari.

Sekarang pun sudah mulai terdengar isyu-isyu yang berkaitan dengan sejarah
SBY (antara lain  perannya sebagai petinggi militer ketika terjadi peristiwa
27 Juli dan Aceh).





BUANGLAH JAUH-JAUH ITU ILUSI !



Mengingat itu semua pantaslah kalau sebagian orang  sudah tidak punya
harapan lagi akan terjadinya  perobahan-perobahan besar menuju perbaikan,
siapa pun akan jadi presiden, apakah Megawati atau SBY. Banyaknya
masalah-masalah berat yang harus ditanggulangi dan luasnya
kerusakan-kerusakan yang diwariskan Orde Baru  - dan
pemerintahan-pemerintahan sesudahnya � memerlukan adanya pimpinan nasional
yang bersih, berwibawa, cakap, berbobot, dihormati oleh sebagian terbesar
rakyat kita, dan bisa menjadi simbul persatuan bangsa. Apakah pimpinan
semacam itu bisa kita temukan pada sosok Megawati atau SBY adalah pertanyaan
besar.



Kalau begitu, apa sebaiknya hanya menjadi Golput saja nantinya di  bulan
September? Menjadi Golput atau memilih salah satu diantara dua capres adalah
hak pribadi masing-masing. Tetapi, penting untuk diingat oleh semua orang
bahwa kita tidak bisa dan tidak boleh mempunyai ilusi bahwa dengan
terpilihnya presiden baru nanti banyak perubahan akan terjadi, dan bahwa
reformasi akan bisa dilancarkan dengan sungguh-sungguh. Perubahan radikal
menuju perbaikan tidaklah mungkin dilaksanakan oleh golongan-golongan yang
akhlaknya sudah membusuk secara parah. Mereka ini terdapat di kubu Megawati
dan juga di kubu SBY. Tetapi, pembusukan mental yang paling parah adalah di
dalam partai Golkar. Jadi, buanglah jauh-jauh itu ilusi bahwa perubahan
radikal menuju perbaikan akan bisa dilaksanakan oleh mereka.



Dapat diramalkan bahwa dalam 5 tahun yang akan datang, situasi politik,
ekonomi dan sosial negeri kita akan tetap menghadapi masalah-masalah besar
yang rumit, kalau tidak dikatakan makin besar dan makin rumit. Dalam situasi
yang demikian, sebagian besar rakyat akan tetap menderita, atau bahkan makin
menderita, sedangkan kaum elite-nya, yang jumlahnya tidak banyak, akan terus
menjadi parasit bangsa. Kaum elite yang  sudah membusuk akhlaknya ini
terdiri dari pembesar-pembesar sipil dan militer, tokoh-tokoh partai
politik, tokoh-tokoh kalangan agama dan ulama, dan para koruptor di banyak
kalangan, baik di kalangan swasta maupun pemerintah. Mereka juga terdiri
dari anggota-anggota DPR dan DPRD.





  KEKUATAN EXTRA-PAREMENTER YANG BESAR



Dalam menghadapi situasi yang demikian, tidak peduli apakah di bawah
kekuasaan presiden Megawati atau  pun SBY, seluruh kekuatan pro-reformasi
dan pro-demokrasi dalam masyarakat perlu terus membangun kekuatannya
sendiri, dengan membentuk berbagai ornop independen. Lahirnya berbagai
kekuatan extra-parlementer yang besar, yang berbentuk macam-macam,  akan
merupakan senjata di tangan rakyat, untuk menghadapi segala macam politik
yang dimainkan pemerintah, partai, dan berbagai kalangan lainnya (termasuk
kalangan agama), yang merugikan kepentingan rakyat banyak. Organisasi
pemuda, mahasiswa, buruh, tani, pegawai negeri, wanita, pedagang dan
pengusaha, yang selama ini sudah mengadakan berbagai kegiatan, perlu
meningkatkan terus perjuangan mereka dalam membela kepentingan mereka
sendiri dan kepentingan rakyat umumnya.



Pengalaman selama berbagai pemerintahan sesudah jatuhnya Suharto 6 tahun
yang lalu, menunjukkan bahwa kontrol terhadap pemerintah tidaklah cukup
dilakukan hanya oleh DPR atau DPRD saja. Bahkan sudah banyak bukti bahwa DPR
dan DPRD justru harus dikontrol oleh rakyat, karena banyak anggotanya
(betul, tidak semua!) melakukan korupsi dalam berbagai bentuk dan
mempraktekkan penyelewengan melalui berbagai cara. Berita tentang adanya
�korupsi kolektif� yang dilakukan para anggota DPRD di berbagai kota dan
daerah sudah sering kita baca.





PERBANYAK DAN KEMBANGKAN ORGANISASI RAKYAT;



Mengingat bahwa kita tidak boleh dan tidak bisa terlalu mengharapkan bahwa
perubahan-perubahan radikal akan terjadi di bawah Megawati atau SBY, maka
seluruh kekuatan pro-reformasi dan pro-demokrasi  harus sejak sekarang
mengadakan langkah-langkah untuk menghadapi segala kemungkinan yang bisa
muncul di kemudian hari. Sebab, negara kita akan tetap menghadapi banyak
masalah-masalah besar dan sulit, yang disebabkan ulah kaum elite yang sudah
rusak akhlak mereka.

Karena rakyat sudah tidak bisa sepenuhnya mempercayai DPR/DPRD atau
lembaga-lembaga lainnya, maka tugas mulia membela kepentingan rakyat banyak
ini jatuh di pundak organisasi-organisasi rakyat yang bisa dibangun dalam
berbagai bentuk.



Dengan berkembangnya secara luas segala macam organisasi rakyat, maka akan
lahir kekuatan yang merupakan �pressure group� (golongan penekan), yang
berfungsi sebagai senjata publik untuk membela kepentingan orang banyak
atau menyalurkan aspirasi rakyat. Dengan begini demokrasi bukan hanya urusan
yang dimonopoli kaum elite yang duduk dalam DPR/DPRD atau lembaga-lembaga
lainnya. Oleh karena itu, seluruh kekuatan pro-reformasi dan pro-demokrasi
perlu memberikan bantuan sebesar-besarnya  dan dukungan seluas-luasnya,
untuk berkembangnya berbagai macam organisasi rakyat ini.



Siapapun yang akan jadi presiden, masalah diperbanyaknya dan diperkuatnya
organisasi extra-parlementer ini, akan tetap menjadi tugas utama seluruh
kekuatan pro-reformasi dan pro-demokrasi. Organisasi non-pemerintah yang
melakukan kegiatan-kegiatan  extra-parlementer adalah benteng terakhir yang
dipunyai rakyat.



Paris, 22 Juli 2004








[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke