Kalau dengan hati yang jernih anda pasti akan memilih
SBY.

Mana orangnya Cerdas,
Latar belakangnya relatif bersih,
Tingkah lakunya jujur,
Sikapnya tegas,
Badannya gagah lagi, 

Coba anda banding-bandingkan sendiri, manakah yang
lebih pantas memimpin Indonesia? Kalau anda objektif
dan adil, anda pasti akan memilih Bapak Yudhoyono.

Dari Aspek Luar dan Dalam, Bapak Yudhoyono lebih
unggul dan menjanjikan.

Dalam : cerdas, jujur, bersih
Luar  : Gagah dan berwibawa (apa jadinya kalau  
        pemimpin tidak punya wibawa)

Sebagai manusia beliau pasti ada kekurangan, seperti
saya juga ada kekurangan dan saya yakin anda (sebagai
manusia) juga punya kekurangan. 



--- Umar Said <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> Catatan  A. Umar Said
> 
> (tulisan ini juga disajikan dalam website
> http://perso.club-internet.fr/kontak/
> 
> 
> 
>                                         MEMILIH SBY
> ATAU MEGAWATI ?
> 
>                                        
> =========================
> 
> 
> 
> 
> 
> Sekarang sudah dapat dipastikan bahwa pertarungan
> dalam putaran kedua
> pemilihan presiden bulan September akan dimainkan
> antara pasangan Susilo
> Bambang Yudoyono-Jusuf Kalla dan pasangan
> Megawati-Hasyim Muzadi. Ini
> berarti bahwa rakyat diundang untuk memilih presiden
> dan wakil presiden
> antara dua pasangan itu.
> 
> 
> 
> Dari hasil pilpres putaran pertama kelihatan bahwa
> pasangan SBY-Jusuf Kalla
> mengungguli pasangan Mega-Hasyim. Apa keunggulan
> SBY-Jusuf Kalla dapat
> dipertahankan  pada putaran kedua di bulan
> September, masih merupakan
> teka-teki besar bagi banyak orang. Sebab, banyak
> faktor yang ikut menentukan
> hasil pertarungan kedua pasangan itu. Dan masih
> banyak kejadian atau
> persoalan-persoalan yang masih muncul sampai
> berlangsungnya putaran kedua,
> yang bisa ikut mempengaruhi atau ikut menentukan
> kalah-menangnya kedua
> pasangan itu.
> 
> 
> 
> Selama kampanye pemilihan presiden kita sudah
> dibanjiri oleh segala macam
> informasi, analisa, komentar, ramalan,  mengenai
> segala macam capres dan
> cawapres. Dari apa yang sudah kita baca atau kita
> dengar itu kita bisa
> belajar banyak tentang tingkah-laku para politisi
> kita, tentang permainan
> yang dimainkan partai-partai, atau tentang kalutnya
> dunia perpolitikan
> negeri kita. Di tengah-tengah keadaan yang demikian
> itu timbul pertanyaan
> apakah presiden kita nanti SBY ataukah Mega?
> 
> 
> 
> 
> 
> AH, SITUASI AKAN SAMA SAJA!
> 
> 
> 
> Banyak analisa, komentar, atau pendapat yang telah
> diajukan berbagai fihak
> mengapa sebaiknya nanti memilih pasangan SBY-Jusuf
> Kalla atau memilih
> pasangan Mega-Hasyim. Di antara berbagai analisa
> atau pendapat itu banyak
> yang menarik, tetapi ada juga yang tidak perlu kita
> anggap serius.
> 
> 
> 
> Yang penting kita perhatikan ialah adanya
> golongan-golongan orang yang
> sekarang ini sudah tidak peduli lagi tentang siapa
> yang akan menjadi
> presiden kita, karena siapapun akan jadi presiden
> situasi toh akan sama saja
> nantinya. Mereka beranggapan bahwa siapapun jadi
> presiden, toh tidak akan
> ada perobahan, apalagi perobahan radikal. Sebabnya,
> kesulitan atau
> masalah-masalah sudah sedemikian besarnya dan
> sedemikian banyaknya, sehingga
> tidaklah mungkin bagi pasangan Sby-Kalla atau pun
> pasangan Mega-Hasyim untuk
> mengatasinya, apalagi hanya dalam waktu 5 tahun
> saja.
> 
> 
> 
> Apalagi kalau mengingat bahwa siapapun jadi
> presiden, terpaksa membentuk
> aliansi atau koalisi, baik di dalam DPR-DPRD atau di
> luarnya. Artinya,
> presiden yang mana pun akan terpaksa terikat atau
> terkerangkeng karena
> keharusan aliansi atau koalisi ini. Dan dalam
> aliansi atau koalisi ini
> Golkar akan tetap memainkan peran yang tidak kecil.
> Dan inilah yang
> merupakan halangan atau hambatan akan terjadinya
> perobahan-perobahan besar
> atau radikal. Jadi, karena bagaimanapun Golkar masih
> akan bisa memainkan
> perannya seperti yang sudah-sudah, maka wajarlah
> kalau orang-orang
> mengatakan :�Ah, situasi akan sama saja!�
> 
> 
> 
> 
> 
> PDI-P TERPAKSA MERANGKUL GOLKAR ?
> 
> 
> 
> Sudah santer dibicarakan di berbagai kalangan
> tentang kemungkinan PDI-P
> berkoalisi dengan Golkar. Kalau terjadi koalisi
> antara PDI-P dan Golkar dan
> karenanya Megawati terpilih lagi sebagai presiden,
> maka bisa diramalkan
> bahwa situasi politik tidak akan mengalami
> goncangan-goncangan yang besar.
> Presiden Megawati akan bisa memimpin negara dengan
> dukungan suara Golkar
> yang cukup besar di parlemen.
> 
> 
> 
> Tetapi justru karena dukungan Golkar itulah nantinya
> presiden Megawati tidak
> akan bisa banyak mengadakan perubahan-perubahan yang
> radikal atau mendasar.
> Artinya, reformasi tetap tidak akan jalan, korupsi
> akan tetap merajalela di
> banyak bidang, hukum tidak bisa ditegakkan
> sepenuhnya, dan kebusukan akhlak
> di kalangan elite akan tetap meracuni kehidupan
> bangsa.
> 
> 
> 
> Megawati-Hasyim terpaksa merangkul Golkar untuk
> menang dalam putaran ke-II
> pemilihan presiden bulan September. Justru inilah
> yang merupakan dilemma.
> Sebab Megawati terpaksa bersatu dengan suatu
> kekuatan politik, yang selama
> lebih dari 32 tahun sudah terbukti merusak negara
> dan bangsa, yang akibatnya
> masih sama-sama kita saksikan atau rasakan sampai
> dewasa ini.
> 
> 
> 
> 
> 
> SBY-KALLA YANG MERAGUKAN
> 
> 
> 
> Selama ini banyak pendapat atau komentar yang
> terdengar mengenai capres SBY,
> yang mengatakan bahwa SBY simpatik, gagah atau
> tampan, kalem dan sopan, dan
> kalau ia bicara enak didengar. Bukti bahwa ia
> berhasil menarik simpati
> banyak orang ialah bahwa ia bisa meraih suara yang
> paling besar di antara
> semua capres (SBY 33% sedangkan Megawati 26%,
> Wiranto 22 %, Amin Rais 14%,
> dan Hamzah Haz 3%).
> 
> 
> 
> Tetapi, apakah dalam putaran ke II nantinya ia akan
> mengalahkan Megawati
> masih belum pasti. Sebab, masih banyak faktor yang
> tak terduga dan kejadian
> yang bisa muncul antara sekarang dan September.
> Memang, khalayak ramai
> mengharapkan adanya perobahan-perobahan radikal, di
> bidang politik, ekonomi
> dan sosial. Tetapi, apakah pasangan SBY-Jusuf Kalla
> akan bisa mengadakan
> perobahan-perobahan besar dalam waktu 5 tahun
> mendatang, masih perlu
> diragukan.
> 
> 
=== message truncated ===



                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Y! Messenger - Communicate in real time. Download now. 
http://messenger.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke