BELAJAR DARI KEPRESIDENAN GUSDUR
Oleh Tangkisan Letug
Mungkin orang sudah lupa akan pengalaman seorang
Gusdur yang pernah terpilih oleh MPR sebagai Presiden
Indonesia yang keempat. Sorak sorai membahana di
gedung MPR waktu itu. Sorak sorai para pendukung
Gusdur pun bagai laron di awal musim penghujan.
Termasuk penulis, tak kurang menyorakkan sorai
kegembiraan melihat Sang Guru naik tahta. Girang bukan
kepalang memandangnya. Tulus setiap katanya
menggerakkan orang papa untuk mengerti haknya. Ceplas
ceplos bahasanya melahirkan daya juang para petani
yang telah kehilangan tanahnya.
Tetapi ketika ia diharu biru oleh jurus-jurus maut di
ajang perseturan dalam DPR, sedih dan pilu pun terasa
lebih lama menghunjam di sanubari kalbu. Sang Guru
yang telah menjadi bagai "batu penjuru" ternyata telah
harus rubuh sebelum waktu berlalu. Ia bagai "pemimpin
limbung" dibuat turun gunung oleh keganasan keroyokan
kelelawar yang bersekutu. Apa daya, Sang Guru hanyalah
didukung sebagian kecil yang tak mungkin mampu menahan
gerombolan kelelawar menyerbu.
Kebodohan mengangkat Sang Guru waktu itu boleh
dikenakan pada kelelawar-kelelawar itu. Tetapi,
sekarang, di mana penentuan bukan di tangan kelelawar
itu, tetapi di tangan setiap warga negeri, akankah
pengalaman itu berulang kembali?
Aku tak ingin melihat seorang "pemimpin limbung"
ketika harus berdiri. Aku tak ingin melihat, negeri
ini terus menerus dijerumuskan oleh sekedar dorongan
sorak-sorai memuja emosi hingga melupakan realitas
negeri. Aku ingin belajar lagi, tentang pengalaman
Sang Guru ketika dibuat "limbung" memimpin negeri. Tak
cukup kuat penopang untuk berdiri dan tak cukup tahan
pendukung kursi.
Akankah aku memilih seorang pemimpin limbung lagi?
Akankah aku memilih seorang pemimpin tanpa dukungan
cukup dari dunia real politik negeri? Meskipun
sorai-sorai dan puja-puji kini tampak membahana
menggiring seorang yang tampak "suci", tetapi belajar
dari Sang Guru, akankah rakyat negeri ini tamapak
lebih bodoh lagi daripada Majelis Kelelawar yang
pernah mengangkat Sang Guru? Akankah sorak-sorai
memabukkan orang hingga cenderung memilih "pemimpin
goyah berjalan" nanti? Siapakah yang akan rugi
memiliki "pemimpin limbung" lagi? Bukankah rakyat
sendiri yang kini hanyut dalam sorak memuji-muji?
Siapakah yang senang melihat negeri lalu terus menerus
menjadi ejekan di kancah diplomasi luar negeri?
Aku tak ingin itu terjadi. Bergegaslah berhitung dan
hati-hati. Taruhan negeri ini terlalu besar untuk
sekedar memenuhi hasrat emosi dan citra diri. Kita
dibawa pada pilihan antara "bangkit berdiri
menyongsong hari" dan sekedar "mulai mengais dari awal
lagi". Dari pilihan itu, aku akan memilih "bangkit
berdiri mengyongsong hari", dan terlalu riskan dan
melelahkan untuk mulai dari nol lagi.
22 Juli 2004
__________________________________
Do you Yahoo!?
Vote for the stars of Yahoo!'s next ad campaign!
http://advision.webevents.yahoo.com/yahoo/votelifeengine/
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/