DARI SEBUAH PERCAKAPAN: PEMILU DAN DEMOKRASI
Oleh Tangkisan Letug
Beberapa waktu lalu aku kebetulan omong-omong sebentar
dengan seorang profesor ahli politik yang mengajar di
sebuah universitas terkenal di Manila.
Aku membuka pembicaraan dengan menyinggung Presiden
Gloria Macapagal Arroyo yang baru saja disumpah
sebagai presiden Filipina.
"Wah, negeramu sudah punya presiden baru yah." Aku
memancing reaksinya.
"Begitulah. Tak ada pilihan lain yang lebih baik. Oh
ya, bagaimana dengan pemilihan di Indonesia?" Dia
balik tanya padaku.
"Oh, ya, kami baru saja melewati putaran pertama."
Jawabku singkat.
"Lalu, siapa kira-kira yang didukung oleh negera
super-power dunia?" Kali ini rupanya dia yang sedang
memancingku.
"Yeah, tampaknya sih mengarah pada bukan Megawati.
Megawati khan dikenal lambat dalam ambil tindakan."
Aku mencoba menjawab dengan hati-hati atas
pancingannya itu.
'Oh, begitu yah. Lihat saja nanti, yang didukung oleh
negera super-power itu pasti menang lho. Kalau
Megawati sudah tidak direstui lagi, tentu akan kalah
nantinya. Itulah pengalaman kami di Filipina juga. OK
yah, selamat atas pemilihan di Indonesia."
Pembicaraan kami lalu beralih ke hal yang lebih
ringan.
Pernyataannya yang begitu singkat itu begitu mengesan
dalam benakku. Sepertinya mau mengatakan bahwa sebagai
negara dunia ketiga, Indonesia dan Filipina itu tak
lebih daripada ajudan-ajudan setia negara super power
number one. Demokrasi lalu tampak seperti jalan untuk
membuat negeri dunia ketiga lebih bisa ditundukkan
lagi bila tanpa disertai sikap kritis dari masyarakat
dan pemimpin politiknya. Demokrasi lalu tampak sebagai
jebakan logika hegemoni bila tanpa disertai pegangan
jelas demi kepentingan rakyat negeri.
Lalu pertanyaan yang kubawa ke sanubari, "Apakah
artinya demokrasi di jaman global ini bila kehendak
negara adidaya begitu dominan-nya menentukan hitam
putihnya sebuah negeri seperti Indonesia?"
Jawaban sementara yang masih kupegang hari ini:
demokrasi mesti bukan melulu prosedur terkendali,
tetapi haruslah menjadi komitmen terhadap nilai yang
mengutamakan rakyat negeri. Sekedar prosedur saja,
demokrasi akan mudah menjadi kuda troya yang akhirnya
mengkhianati rakyat negeri. Lalu, nilai yang
mengutamakan rakyat negeri itu apa? Aku melihat
beberapa hal ini: transparansi, menjunjung hak asasi,
keadilan dihormati, dan kemerdekaan berekspresi bagi
seluruh rakyat negeri.
Akan tetapi, problem kemiskinan dan ketidak-terdidikan
rakyat (kalau tidak mau disebut kebodohan) masih
sedemikian menonjolnya. Oleh karena itu, nilai
demokrasi mesti pula menempatkan perjuangan
penyejahteraan dan pendidikan dalam prioritas utama.
Itulah yang harus menjadi motor dan tujuan kontrol
kekuatan seluruh lapisan masyarakat. Jangan sampai
atas nama keamanan, kemiskinan dan kebodohan justru
dilupakan.
Dengan demikian, memilih seorang pemimpin untuk
menjabat presiden perlu dikontrol dari nilai-nilai
yang menjadi perjuangan kita setiap hari. Citra yang
baik dan sekedar wajah tampan berseri tidaklah cukup
untuk menggiring pilihan kita.
Namun demikian, siapa peduli sungguh terhadap nilai di
negeri ini? Barangkali memang akan sungguh terjadi
kata sang profesor ilmu politik tadi, yang didukung
negara super-power tentu akan jadi.
Wallahualam.
23 Juli 2004
__________________________________
Do you Yahoo!?
Vote for the stars of Yahoo!'s next ad campaign!
http://advision.webevents.yahoo.com/yahoo/votelifeengine/
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/