Akhir bulan Juni yang lalu (tepatnya 28 Juni 2004), keluarga Mat Pithi benar-benar merasa bangga dan bahagia. Betapa tidak, sebagai penduduk periurban, anaknya yang kelas III SMP berhasil memperoleh NEM ranking II sekelas. Padahal cukup jauh letak SMPN yang di kotamadya. Setiap pagi Klowor, begitu nama anak Mat Pithi yang SMP itu, harus "mruput" antri angkot biar dapat duduk.
Bangga, karena hasil UAN SMP Klowor cukup sudah memberikan tiket masuk SMA-negeri yang dia idam- idamkan. Tapi juga keterlaluan si Klowor ini, keinginannya terlalu muluk untuk ukuran Mat Pithi yeng kerjaannya srabutan. Masa, Klowor menulis cita-citanya di MOS (Masa Orientasi Siswa) dengan: "Meneruskan kuliah ke LN, nggak mau sama dengan Bapak!". Tapi tetap membanggakan. Karena Klowor lusan SMP Kotamadya masuk ke SMA Kotamadya. Mulus, hanya berdasar NEM. .... Lain Klowor lain pula Kliwir adiknya yang kebetulan kelas 6 SD. Kaget setengah mati ibunya Kliwir, menerima surat dari SDN-Periurban pada tanggal 26 Juni yang menjelaskan bahwa Kliwir harus memakai pakaian adat Sunda untuk acara lulusan SDN-Periurban. Pasalnya ternyata Kliwir menjadi lulusan terbaik laki-laki SDN-Periurban 2004. Pontang-panting Ny. Mat Pithi mencarikan pakaian adat yang pas, mengi- ngat Kliwir ini anaknya kecil. Akhirnya dapat juga setelan pakaian adat Sunda itu, meskipun dengan dijahit (dijithet) sana-sini. Nah, suatu kebanggaan dalam keluarga Mat Pithi itu, karena acara lulusan SD dan penguman lulusan SMP berlangsung pada hari yang sama, 28 Juni 2004. Dengan bangganya Kliwir memboyong trophy sebagai lulusan terbaik laki-laki. Angka kelulusannya-pun tidak mengecewakan. Kalau masih berlaku sistem NEM, tentulah paling tidak dia bisa mengikiti jejak kakaknya masuk ke SMPN-Kodya yang sama. Tetapi, Kliwir lebih keterlaluan dalam bercita-cita. Dia ingin masuk ke SMP yang lebih tinggi standar nilai minimalnya dibanding SMP Klowor. Nah, tetapi, dia jadi khawatir, karena angka NEM hanya berlaku untuk lulusan SD Kotamadya. Untuk SD-periurban di- kenakan ujian masuk. Sungguh gila-gilaan angka NEM minimum yang dikenakan bagi lulusan Kodya, mencapai 44.6 untuk 5 matapelajaran yang diujikan di ujian akhir sekolah (UKS). Maka Kliwir mundur, memasukkan lamarannya ke SMP Klowor, yang menetapkan NEM-Kodya minimumnya masih di bawah NEM yang dia peroleh. Maka majulah Kliwir ke ujian masuk bersama dengan 167 lulusan SD-Periurban lainnya. Yakin dia, wong lulusan terbaik laki-laki, kok.... masak nggak lolos. ...... Tanggal 14 Juli adalah pengumuman penerimaan siswa baru di SMAN dan SMPN seluruh Kodya. Klowor pulang dengan senyum-senyum, karena jelas lolos. NEM-nya masih 6.5 angka di atas NEM minimum. Ibunya menyambut dengan bangga. Tak lama kemudian Kliwir datang dari sekolahnya, dan langsung teriak: "Maaaak.... aku nggak diterima!" Ibunya menanggapinya dengan tersenyum. Dia mengira Kliwir bohong..... tetapi senyum itu meningkat jadi tertawa terpingkal-pingkal, karena memang di kertas pengumuman penermaan yang diterima Kliwir tertulis: "Tidak lulus ujian masuk SMPN-Kodya". Klowor tahu begitu langsung ikut tertawa terbahak- bahak.... Kontan Kliwir jadi jengkel dan ambeg-began. Dia teriak: "Kebijakan macam apa ini. Tak adi! Lulusan Kodya cuma pakai NEM, lulusan Periurban pakai ujian masuk! Apa guna segala Trophy beginian! Nggak ada gunanya juga ujian masuk itu." Ibunya lalu tersadar. Ketawanya telah menyakiti anaknya yang lagi kecewa berat. Ya, kecewa berat akan kebijakan pendidikan daerah pemerintah Kodya. Menentukan bahwa lulusan SD luar kota harus pakai ujian masuk bila meneruskan ke SMPN-Kodya. Lulusan SD-Kodya, cukup dengan NEM hasil UKS (Ujian Kom- petensi Sekolah, istilahnya). Yah, memang tidak hanya Kliwir yang merasa kecewa dan jadi kurban. Dari 168 lulusan SD-Periurban yang diterima lewat ujian masuk di SMPN-Kodya itu hanya 9 orang. Yang menyakitkan satu diantara 9 orang itu adalah teman Kliwir yang justru merasa heran kenapa Kliwir nggak diterima. Dan semakin ramailah kasak-kusuk penerimaan siswa baru SMPN-Kodya itu, karena ada yang men- catat pernyataan walikota: "Nggak mau pemkot membiayai pendidikan SMP untuk orang luar kota!" Dikaitkan dengan kebijakan itu. Kebijakan pembe- daan cara masuk ke SMPN-Kodya antara lulusan SD-Kodya dan SD-Periurban. Lulusan SD-Periurban hanya boleh memilih satu SMPN-Kodya, dan harus menempuh ujian masuk. Lulusan SD-Kodya cukup berdasar NEM dan dapat mengajukan 2 pilihan SMPN-Kodya. Sayangnya sampai sekarang pun belum tersiar kabar adanya SMPN-Periurban yang mutunya bersaing dengan SMPN-Kodya. Maka 1-2 tahun yang lalu ketika kebijakan itu dikeluarkan, banyak orangtua murid SD-Periurban yang memindahkan anak-anaknya bersekolah ke SD-Kodya. Entah dengan cara yang bagaimana. Entah pula dengan hasil NEM yang diperoleh anak-anak pindahan itu.... Kebijakan pendidikan daerah memang sangat trans- parant dan makan korban. Nah, jadi siapakah lembaga independen yang mampu mengaudit kebijakan pendidikan daerah berbasis otonomi pendidikan ini? (di akhir keluhannya Kliwir memang sempat nyle- thuk: "Kenapa sih Mak, Pak, Kliwir nggak dipindah sekolahnya ke Kota...?" Dan bapaknya menjawab: "biar kamu dapat jadi lulusan terbaik laki-laki SDN-Periurban 2004). - 23 Juli 2004. ===== mBah SoeL ================================== Suradira Jayaningrat Lebur dening Pangastuti Mailing list gojegan (omahe mBah SoeL): http://groups.yahoo.com/group/kaljw ambek http://groups.yahoo.com/group/wjst2001 lha nek sing serius ngrembug negara: http://groups.yahoo.com/group/sknap ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

