Hari ini Kompas menerbitkan berita tentang Pengesahan Perpu No. I/2004 tenatng ijin 
penggarapan hutan lindung untuk usaha pertambangan yang disahkan kemarin oleh DPR. 
Memang  Pengusaha itu selalu hanya memikirkan "perut",  tanpa memikirkan akibatnya 
buat Rakyat dan Anak cucu. Bisa dibayangkan  yang namanya "HUTAN LINDUNG" saja di 
emebat, apalagi hutan yang tidak "LINDUNG".
 
Masih kurangkah bencana yang ditumbulkan oleh Perusakan hutan ?. Memang bencana 
tersebut tidak menimpa Pengusaha, tapi menimpa Rakyat kecil yang tidak menikmati hasil 
sedikitpun dari penggarapan alam indonesia.
 
Apa yang difikirkan Megawati ketika menandatangani Perpu tersebut  ? Kata Kompas. Apa 
yang difikirkan DPR ketika menyetujui perpu tersebut ?, apakah uang yang berlimpah 
yang akan diterimanya ?, ataukah jeritan dan tangisan korban banjir, korban Manimata, 
Korban Bencana alam lainnya, korban penggusuran. Ataukah Perut buncit pengusaha yang 
kenyang dengan melahap kekayaan indonesia.
 
Dalam berita kompas juga mengindikasikan bahwa DPR yangmembantu "meloloskan" 
undang-undang tersebut akan menerima jatah mulai dari 50 juta sampai dengan 500 juta. 
Betapa murahnya harga negri ini.
 
memang benar bahwa tidak ada Yahudi bergentayangan dalam negri ini menghancurkan 
Indonesia.  Tapi perusahaan-perusahaan penambanglah yang menghancurkan negri.

Masih kurangkah Freeport, Newmont, Exxon dll menyengsarakan rakyat miskin.
 
Memang benar bahwa KKN adalah kerjasama antara Pengusaha dan Oknum pejabat. Tapi ingat 
bahwa Pengusaha selalu mencari sasaran Oknum pejabat yang mau meloloskan maksudnya. 
Pejabat yang satu  menolak akan berganti pejabat yang lain yang bersedia. Bahkan 
kalaupun ada pejabat baru yang baru  saja menduduki jabatan yang tidak tahu cara 
berkolusi, akan diajari oleh pengusaha cara berkolusi. Dan kondisi ini akan 
terus-menerus berlangsung.
 
Ingat  pejabat jaman megawati berbeda  dengan pejabat orde baru. tetapi selama 
pengusahanya sama, maka korupsi akan beralih pemain. dari pajabat lama ke pejabat baru 
yang sebenarnya tadinya tidak mengerti korupsi.
 
Dan pejabat yang disuap selalu berganti-ganti, tergantung mana yang mau.
 
Dan berapa Uang kotor yang dinikmati pejabat ?, paling-paling hanya 10 %, yang 90 % 
tetap masuk ke kantong Pengusaha. dan 100 % Unag hitam adalah rakyat yang menjadi 
korban.
 
Jadi emnurut saya, tetaplah pengusaha yang menikmati lebih banyak  Uang Hitam, 10 % 
pejabat  dan korbannya adalah rakyat  kecil.
 
Masih adakah yang peduli dengan bangsa ini ? anak cucu kita ?, ataupun saudara kita 
yang menjadi korban perusakan alam dan lingkungan ?
 
Salam,

 


                
---------------------------------
 ALL-NEW Yahoo! Messenger - all new features - even more fun!  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke