Info Untuk yang berkenan aja
> 
> Emha Ainun Nadjib : Selamat Para Keledai
> 
> 1.Bukan Peristiwa Politik, tapi Peristiwa Budaya dan
> Ekonomi.
> 
> Pemilu  2004  dilakukan  oleh rakyat Indonesia tidak sebagai peristiwa
> politik tidak dengan gagasan dan pertimbangan politik, tidak dengan
> aspirasi  dan  logika  politik,  tidak  dengan  kesadaran  kasualitas
> politik,  melainkan  dilakukan >sebagai peristiwa budaya dan peristiwa
> ekonomi.
> 
> 
> 2.  Bukan  berdasar Baik Buruk, Benar Salah, tapi Memenuhi Selera atau
> Tidak.
> 
> Konstelasi  perolehan  suara  diantara para capres dan cawapres sangat
> mencerminkan  bahwa  rakyat  kita  tidak  sedang memilih presiden yang
> terbaik   melalui   pertimbangan   kualitas   nilai   dan  dasar-dasar
> profesionalisme  politik  dana manajemen kenegaraan modern. Kebanyakan
> rakyat  memilih  capres  dengan  proses penghayatan sebagaimana mereka
> memilih bintang Akademi Fantas (AFI).
> 
> 
> 
> Capres   dipilih   tidak   berdasar   track-record   kepemimpinannya,
> integritas  moralnya,  cerminan kualitas kinerjanya, atau apapun yang
> menggambarkan gagasan orang bernegara secara modern, melainkanmemilih
> berdasar selera sesaat yang dangkal, berdasar performancesuperficial,
> ganteng   tidak  wajahnya,  tutur  kata  yang  halus  lembut  seperti
> penampilan  setiap penipu yang bertamu ke rumah anda yang pasti tutur
> katanya halus sopan lembut.
> 
> 
> Dengan  kata  lain, capres dipilih bukan atas pengetahuan tentang baik
> buruknya,  benar  tidaknya,  tepat  tidaknya,  melainkan  disukai atau
> tidak,  itupun  suka tidak sukanya hanya berdasar penampilan permukaan
> yang dangkal.
> 
> 
> 
> 3. Pemilih Tradisional, Pemilih Modern dan Pemilih
> Posmo.
> 
> Secara  ironis  terpaksa  kita  menemukan kenyataan bahwa yang disebut
> Pemilih  Tradisional  adalah  pemilih  yang  berdasar  kesetiaan buta:
> apapun  yang  terjadi,  pemimpinnya baik atau buruk, pokoknya dia yang
> dipilih.
> 
> Pemilih  Modern  adalah  pemilih  yang  tidak  buta,  tapi  suka-suka.
> Pokoknya  siapa yang saat ini memenuhi selera, perhatian sesaat, tanpa
> pertimbangan apapun yang substansial.
> 
> 
> Pemilih  Pos-Modern  adalah  sangat  sedikit  penduduk  Indonesia yang
> kebingungan,  karena  mengerti  multi-dilemma  nilai  dan kenyataan di
> antara  para  kandidat presiden dan wakilnya. Di antara mereka terbagi
> dua.
> 
> Pertama,menjadi Golput, karena bersikap mendasar dan perfeksionistik:
> pemimpin
> Indonesia  harus  benar-benar  memenuhi syarat, karena menyangkut mati
> hidup dan martabat anak cucu generasi bangsa.
> 
> Kedua,  bersikap  moderat, menerima dengan terpaksa apa yang ada untuk
> sementara  waktu,  memilih  yang  tidak  terlalu  buruk di antara yang
> buruk-buruk. Keduanya sangat bisa dipahami.
> 
> 
> 4. Siap Dikelabuhi, Siap Ditipu, Siap Dijajah.
> 
> Bangsa Indonesia tetap nikmat hidup dalam mitologi dan tahayul tentang
> tokoh-tokohnya atau siapapun dan apapun. Bangsa Indonesia masih berada
> di  Era  Dewa-Dewa  sebagaimana  peradaban  sebelum  Masehi. Mayoritas
> Bangsa  Indonesia  sama  sekali  belum  beranjak  dari  stagnasi mitis
> masyarakat  kuno  dan  menjalankan  kehidupan hampir sama sekali tanpa
> memerlukan  pekerjaan  berpikir  -  kecuali  untuk menghitung uang dan
> mengincar  peluang  ekonomi.  Sungguh-sungguh tidak ada gunanya segala
> macam  perjuangan  yang mengandung pembelajaran intelektual : Sekolah,
> Universitas,  Pengajian,  Dakwah, Seminar, Rubrikasi Media Massa, atau
> apapun saja. Bangsa Indonesia masih solid dengan bakat dasarnya, yakni
> siap ditipu, siap dijajah, diap dikelabuhi.
> 
> 
> 5. Ribuan Surat Pernyataan Dukungan.
> 
> Yang  tidak kalah menggiurkan adalah tumpukan sangat tebal Surat-surat
> Pernyataan  Dukungan,  ribuan  lembar  yang  tiba  di  markas sejumlah
> capres.
> 
> 
> Saya  Kiai  A,  pesantren  anu,  ummat/massa  sekian  ribu, menyatakan
> dukungan  kepada  X,  demi  kemaslahatan  ummat  dan bangsa Indonesia.
> Kemudian   mereka   diberi   waktu   dating  berduyun-duyun,  mengaji,
> istighatsah mohon kemenangan, makan bersama dan pulang dengan souvenir
> dan  uang  transport.  Siapa yang menjamin bahwa surat yang sama tidak
> dikirimkan  kepada  capres  yang  lain?  Kalau  anda mendukung seorang
> capres,  apa  perlunya  menulis  surat pernyataan dukungan kepada yang
> bersangkutan, kalau tujuannya bukan supaya dukungan anda itu dibeli?
> 
> 
> 
> 6.  Ujian  Allah  Makin Besar Kepada Bangsa Indonesia, tapi Yang Lebih
> Besar  Lagi  adalah  AdzabNya. Anda tinggal memilih untuk meninggalkan
> seluruh  desperation  map  ini,  ataukah  melakukan  pertarungan sejak
> sekarang menuju minimal 2009.
> 
> 
> 
> Emha Ainun Nadjib,
> 9 Juli 2004
> 
> 
> http://www.padhangmbulan.com/modules.php?name=News&file=article&sid=47
> 
> 
> 
> ----------------------------------------------------------------------
> Muhammadiyah Society Mailing List ([EMAIL PROTECTED])
> ----------------------------------------------------------------------
> Salurkan ZAKAT, INFAQ/SHADAQAH anda melalui LAZIS Muhammadiyah
> Bank BNI Syariah : 807.25000.001 (ZAKAT) 807.25000.002 (INFAQ/SHADAQAH)
> Bank Syariah Mandiri : 009.0033333 (ZAKAT) 009.006666 (INFAQ/SHADAQAH)
> Bank Swansarindo Int'l : 00.11.101.11111 (ZAKAT) 00.11.102.11122
> (INFAQ/SHADAQAH)
> Bank BCA 878.0040077 (ZAKAT) 878.0040051 (INFAQ/SHADAQAH)
> telp. informasi dan konsultasi : 021-3150400, 3903021 ext.102
> email : [EMAIL PROTECTED]
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke