Assalamu`alaikum wr.wb pertama kali, salam perkenalan saya Yuli Setyo Indartono, orang Semarang yang sedang belajar di Kobe University, Jepang
hari ini, mungkin sama dengan pak Benny, saya menerima invitation untuk joint ppi-india dengan keinginan untuk memperluas silaturahmi, saya joint mailing list ini ingin sekalian berdiskusi pada topik ini, pada pilpres I, saya memilih AR-SYH dengan berbagai pertimbangan yang kurang lebih sama dengan para pemilih AR-SYH yang lainnya, memang kecewa dengan perolehan suara beliau, namun di sisi lain, kebetulan saya memiliki aspirasi yang sama dengan Goenawan Muhammad, saya berbahagia melihat kedewasaan rakyat Indonesia melakukan pilpres sistem pemilu saya pernah mendengar juga dari beberapa kawan bahwa pemilu di Indonesia (dan mayoritas negara di dunia) ini bukanlah sistem yang ideal karena si "awam" memiliki persis 1 suara dengan si "alim" namun kalau kita perhatikan realitas masyarakat di negara kita (mungkin juga di seluruh dunia) tidaklah mudah untuk memilih orang-orang "alim" yang bisa merepresentasikan keinginan seluruh masyarakat Indonesia (dalam konteks pilpres) kalau kita mau hitung mungkin jumlah tokoh yang dapat diterima oleh seluruh kalangan masyarakat ini dapat dihitung hanya dengan jari tangan jadi, dalam konteks ke-kinian, memilih perwakilan yang kredibel pun sudah jadi masalah tersendiri apakah akan kita serahkan kembali kepada MPR? sejarah telah membuktikan bahwa mereka pun tidak berhasil memunculkan pemimpin yang sungguh- sungguh memikirkan kepentingan rakyat bahkan, dalam banyak kasus, politik dagang sapi seringkali dijalankan oleh para anggota majelis demi kepentingan kelompok dan, sakitnya, mereka mengatasnamakan kepentingan rakyat perhatikan saja money politic yang hampir selalu mewarnai pilkada di daerah embel-embel wakil rakyat lebih sering jadi kuda tunggangan daripada amanah dengan demikian menurut saya, pilpres kemarin ini lebih membahagiakan saya rakyat bisa memilih sesuai dengan logika dan hati nurani mereka money politic memang tidak dibenarkan, namun, minimal, ini mengalir langsung ke tangan rakyat yang memang berhak atas dana yang digunakan oleh para black politician tersebut bagi saya ini sistem yang secara faktual, untuk kondisi ke-kinian, sampai saat ini masih yang terbaik meski tidak tertutup kemungkinan bahwa ada sistem yang lebih baik yang nantinya bisa menggantikan sistem demokrasi ini memang, kalau ditilik dari segi pendidikan formal, mayoritas rakyat kita, mungkin hanya lulusan SD tetapi saya percaya bahwa rakyat kita punya kebijaksanaan tersendiri dalam menentukan pilihan kadangkala kita jumpai bahwa kebijaksanaan tidaklah berbanding lurus dengan strata pendidikan pengetahuan tidak berbanding lurus dengan pengamalan (meski ini hanya kasuistik) saya seringkali mengamati orang-orang kecil, dengan pendidikan yang tidak tinggi, yang benar-benar memeras keringat hanya untuk mendapatkan uang yang menurut ukuran kita tidak seberapa dengan tangkasnya, mereka mengatur uang yang tidak seberapa itu untuk semua keperluan keluarganya dan saya takjub; mereka bisa hidup, dan bahkan putra-putri nya lebih baik kondisinya dari mereka sendiri memperhatikan mereka, saya jelas tidak berani mengatakan bahwa saya lebih pandai dari mereka dan saya jelas tidak berani mengatakan bahwa mereka "asal-asalan" dalam memilih capres kemarin meski saya pendukung AR, dengan kekalahan beliau untuk yang ke-sekian kali (PAN 1999, PAN 2004, AR 2004) saya beranggapan, meski memenuhi hampir semua kriteria kepemimpinan di mata saya, namun mungkin ada kriteria-kriteria kunci yang justru luput dari pandangan saya dan itulah yang tertangkap oleh masyarakat Indonesia yang lain maka meski jagoan saya kalah, namun saya berbahagia melihat kedewasaan rakyat Indonesia dalam ber- demokrasi justru hari ini saya sedih, karena ada "bom" yang meledak di toilet KPU insya Allah, itu bukan dari rakyat yang kemarin berdemokrasi wallahu [EMAIL PROTECTED] Yuli Setyo Indartono Kobe --- In [EMAIL PROTECTED], agus sumarna <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalammualaikum, > > Menurut pendapat salah seorang teman, sampai kapanpun > Sistem Pemilu lah yang menyebabkan AR dan orang-orang > terbaik (Hidayat Nurwahid)lainnya tersingkir.. > > Sudah menjadi ketentuan bahwa didalam masyarakat > selalu lebih banyak golongan awamnya ketimbang > golongan alim, oleh karena pemilu mensyaratkan satu > orang satu suara (siapa pun dia baik ustad maupun > penjahat sama-sama satu suaranya) maka yang muncul > adalah pemimpin2 yang dicintai golongan awam > ini..(ahli bidah,ahli maksiat,dsb) > > Kecuali bila terjadi pemeratan ilmu sialim kepada > siawam, oleh karena itu mari menjadi bagian didalam > proses pemurnian aqidah dan pembinaan akhlak serta > IPTEK... mulai saat ini sampaikanlah walau satu > ayat..demi masa depan kita dunia akherat... > > Jika ini terjadi maka sistem apapun (baik pemilu atau > bukan) maka akan selalu muncul pemimpin yang mencintai > rakyat serta takut kepada Allah swt. > > Wallahu A'lam bishoab.. > > Wassalam > Agus > > > > > ===== > > Wassalam > > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages! > http://promotions.yahoo.com/new_mail ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

