Dari Notes Belajar Seorang Awam:

CERITA-CERITA KECIL UNTUK AGUK IRAWAN [2].

Deklamasi atau pembacaan puisi pada masa remaja Yogyaku sudah merupakan acara umum 
ditampilkan pada berbagai kesempatan baik besar atau kecil. Lomba-lomba deklamasi 
sangat sering diadakan mulai dari tingkat sekolah sampai pada tingkat Daerah Istimewa 
Yogyakarta [DIY].Guna menyalurkan dan memberi wadah bagi kegiatan-kegiatan ini maka 
Hersri Setiawan, penyair-penyair muda seperti L.S. Rento, Soegiojono, Timbul Darminto, 
Slamet Amtmorejo mendirikan sebuah organisasi yang dinamai Himpunan Peminat Deklamasi 
Yogyakarta  [HPDY] dan Timbul Darminto terpilih sebagai ketua. Banyak di antara mereka 
ini hilang tak tentu rimbanya dalam Tragedi Nasional September 1965. Merenungkannya 
aku tertanya-tanya: Begitu besarkah memang risiko bertanya? Begitu besarkah akibat 
mempertahankan suatu jawaban, sampai Socrates dan Galileo harus mengorbankan nyawa 
mereka? Tapi bisakah anak manusia dibungkamkan dan dihentikan bertanya?

Walaupun namanya HPDY tapi kegiatan-kegiatan organisasi yang berkembang pesat ini 
tidak terbatas pada pembacaan sanjak tapi juga mencakup kegiatan-kegiatan lain seperti 
diskusi, drama radio, dan lain-lain..  sedangkan RRI Yogyakarta ketika dengan 
murahhati menyediakan kesempatan kepada HPDY untuk mengisi acara-acara siarannya.

Yang sangat membantu para anggota dalam meningkatkan taraf pengetahuan dan pemahaman 
tentang berbagai masalah sastra-seni terutama adalah kegiatan-kegiatan diskusi yang 
diselenggarakan secara teratur saban akhir pekan. Ruang-ruang kelas Taman Siswa di 
jalan Taman Siswa selalu bisa digunakan oleh HPDY secara cuma-cuma, demikian juga 
Gedung IAIN. Dalam diskusi-diskusi begini para budayawan dan seniman dari angkatan 
lebih dahulu senantiasa hadir dan aktif mengajukan pandangan-pandangan mereka. Hal 
yang sangat membantu angkatan yang sedang tumbuh dan mencari. Melalui diskusi-diskusi 
yang kata pengantarnya dilakukan secara bergiliran oleh anggota-anggota dari angkatan 
yang sedang tumbuh, sama sekali tidak terasa bahwa mereka dari angkatan terdahulu 
melakukan pencekokan atau menggurui. Hasil-hasil diskusi ini kemudian ditulis sebagai 
laporan ke berbagai harian yang mempunyai ruangan kebudayaan, baik di Jakarta, 
Semarang atau pun di Yogyakarta sendiri, terutama ruangan Remaja Nasional pada Harian 
Nasional di jalan Tanjung. Melalui Remaja Nasional ini pulalah sering para sastrawan 
dari angkatan lebih dahulu, melakukan penilaian terhadap karya-karya para penulis yang 
baru mulai dan yang telah disiarkan melalui ruang-ruang remaja Harian Nasional dan 
Kedaulatan Rakyat. Kecuali itu mereka pun sering melemparkan berbagai persoalan yang 
kemudian dijadikan bahan-bahan diskusi di akhir pekan. 

Tanpa kusadari oleh kegiatan-kegiatan sejak remaja SMA begini, akhirnya diskusi dan 
debat merupakan kebiasaan dan keperluan. Diskusi merupakan salah satu bentuk belajar 
tersendiri di luar kelas-kelas formal. Kegiatan-kegiatan diskusi dan berdebat begini 
akhirnya membiasakan kami dengan perbedaan dan belajar mengelola perbedaan pendapat 
itu, belajar menyatukan pendapat apa yang bisa disatukan. Sedangkan yang belum bisa 
disepakati, dicatat untuk dijadikan bahan renungan, bila perlu didiskusikan kembali 
pada kesempatan lain. Adanya perbedaan pandangan ini bermula dari lingkungan sekolah 
yang beragam. Ada yang dari sekolah negeri, ada yang dari sekolah-sekolah Islam, 
Kristen dan tentu saja Taman Siswa. Kami bertemu di ruang diskusi dengan keinginan 
sama yaitu belajar dan meningkatkan pengetahuan serta pemahaman. Seingatku yang hadir 
sama sekali tidak pernah mempermasalahkan asal suku dan agama. Kali tidak pernah 
sekalipun diskusi tentang agama. Jika kami memperdebatkan masalah "Sastra-seni untuk 
apa dan siapa", misalnya,kami mencoba sama-sama menjawabnya dan mencari dasar nalar 
untuk jawaban kami. Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan serta memberi dasar jawaban, 
terasa benar peranan bantuan dari para sastrawan dan budayawan dari angkatan yang 
lebih dahulu.Tinggal kami dari angkatan yang sedang tumbuh mencerna acuan mereka dan 
bagaimana menjadikannya milik diri sendiri. 

Untuk lebih memperkaya pengetahuan dan pemahaman, tidak jarang kami beramai-ramai ke 
kota lain terutama ke Solo, menjumpai kelompok-kelompok yang berada di sekitar penyair 
Mansur Samin, seorang yang sangat sabar, terbuka dan selalu mengulurkan tangan kepada 
angkatan yang sedang tumbuh. Melalui bahasan-bahasan puisi di siaran  RRI 
Surakarta,Bang Mansur sangat banyak bantuan dan dorongannya terhadap angkatan yang 
sedang tumbuh. Sastra-seni kota Solo pada masa remajaku tidak bisa dipisahkan dengan 
nama Mansur Samin di samping nama-nama lain tentu saja. Mansur Samin merupakan salah 
seorang tempat mengadu dan berkonsultasi seperti halnya dengan Pater Dick dan 
lain-lain di Yogyakarta.  

Periode remaja adalah periode pencarian dan membentuk diri. Pencarian dan pembentukan 
diri kemudian kulihat menuntut keterbukaan total di mana wasangka tersudut oleh 
pertanyaan yang menggelombang. Terbiasa berada di atas gelombang begini, akhirnya aku 
pun membiarkan diri sebagai laut di mana gelombang tak pernah sudah. Mengenang Yogya, 
aku mengenang bagaimana Yogya membuatku jadi laut. Kalau pun hari ini aku terdampar 
oleh gelombang itu, aku hanya bisa membiarkan mataku terbuka untuk mencoba selalu 
tajam memandang cakrawala. Jangan katakan, Guk, debur ombak di pantai adalah keluhku. 
Yang mau jadi laut tidak mengenal keluh. Debur itu pun tidak lain dari suara jiwa yang 
selalu bertanya, mengusik dan menggelitik kejanggalan. Jika menggunakan pola pikir 
orang Dayak Katingan, barangkali bisa dikatakan bahwa aku sudah dikutuk jadi laut 
[saloh jari tasik].   

Paris, Juli 2004.
----------------
JJ. Kusni

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke