27.07.2004

Makhluk hidup ekstrim  
  
 
(Terdapat bakteri super kecil yang hidup di habitat
ekstra panas yang diteliti di Universitas Regensburg,
Jerman)  
  
Kehidupan, ternyata juga muncul di habitat yang
mematikan manusia. Makhluk hidup ekstrim mengubah
pandangan mengenai definisi kehidupan dan habitat
pendukungnya. Kini diteliti, apakah ada kehidupan
semacam itu di luar angkasa yang habitatnya amat
ganas, jauh dari habitat Bumi kita yang nyaman.

Sejak beberapa dekade terakhir, para ilmuwan terus
berusaha melacak adanya kehidupan di luar Bumi. Yang
paling aktual misalnya misi ke planet Mars untuk
mencari jejak air atau tanda-tanda kehidupan. Selama
ini, gambaran ideal bagi munculnya kehidupan adalah
adanya air serta temperatur yang nyaman. Namun
ternyata kondisi kehidupan di Bumi pun tidak seideal
itu. Manusia memang mampu beradaptasi dengan
lingkungan dengan menyiasatinya menggunakan teknologi
yang diciptakannya. Misalnya saja, jika terlalu panas
manusia menciptakan alat pendingin dan jika terlalu
dingin akan membuat alat pemanas. Daftar rekayasa
semacam itu sangat panjang.

Tetapi bagaimana dengan makhluk hidup yang tidak
memiliki teknologi? Terutama makhluk hidup mikro
semacam bakteri atau virus. Ternyata, daya adaptasi
makhluk hidup mikro semacam itu, jauh lebih hebat dari
manusia. Bakteri bersel tunggal misalnya, tidak
mengembangkan peralatan melainkan merekayasa dirinya
agar tidak mati dalam kondisi ekstrim. Bahkan terdapat
sejumlah mikro organisme yang justru betah hidup di
habitat yang bagi makhluk lain amat mematikan.
Misalnya di kawasan ekstrim panas atau ekstrim dingin,
sangat kering atau sangat beracun.

Makhluk hidup ekstrim semacam itu dijuluki para ahli
sebagai Extremophil. Keberadaannya baru diakui tahun
70-an dan penelitian masih terus dilakukan dengan
giat. Banyak manfaat dapat ditarik dari keberadaan
bakteri ekstrim yang amat beragam jenisnya. Selain
itu, gambaran ideal mengenai persyaratan kehidupan,
juga bergeser amat jauh. Kini pencarian makhluk hidup
di luar Bumi, tidak lagi terfokus pada pencarian
makhluk pintar. Jejak kehidupan yang dicari di Mars
misalnya adalah adanya bakteri yang dapat hidup atau
pernah hidup di planet merah tsb. Makhluk hidup
ekstrim di Bumi, juga membuka cakrawala baru dalam
penelitian asal-usul kehidupan di planet yang kita
huni ini.

Hidup di habitat mematikan

Tentu muncul pertanyaan, seekstrim apa kehidupan mikro
organisme itu? Para ahli biologi yang meneliti makhluk
hidup ekstrem itu, membagi-bagi lagi kategorinya.
Yakni yang hidup di lingkungan ekstra dingin atau yang
sebaliknya yang hidup di lingkungan ekstra panas, yang
hidup di habitat yang tidak mengandung oksigen, yang
hidup di lingkungan keasaman atau kebasaan tinggi,
yang hidup dalam habitat dengan kadar garam amat
tinggi, di habitat bertekanan tinggi atau habitat amat
kering, di habitat radioaktif serta yang dapat hidup
dalam jangka waktu amat lama.

Manusia pasti mati, jika suhu udara terus naik atau
turun secara drastis. Namun terdapat sejumlah bakteri,
yang justru habitatnya bersuhu sampai 200 derajat
Celsius. Atau bakteri lainnya yang hidup di habitat
sebaliknya, yang bersuhu sampai minus 40 derajat
Celsius. Para ahli geologi yang meneliti jalur
pegunungan di dasar laut, terkejut menemukan habitat
kehidupan yang beragam, di sisi cerobong api di dasar
lautan, dimana air panas yang mengandung gas methan
dan belerang menyembur keluar dengan suhu sampai 200
derajat Celsius. Bakteri yang digolongkan ke dalam
jenis thermophil itu, merupakan pengolah energi bagi
seluruh kehidupan di habitat di cerobong api dasar
lautan.

Sebaliknya, terdapat juga bakteri yang hidup pada suhu
amat dingin. Dalam penelitian danau Vostok di
Antartika, para ahli melakukan pengeboran di danau
yang membeku itu. Sampel es dari danau Vostok, yang
lapisannya dapat mencapai ketebalan hingga empat
kilometer, menunjukan adanya kehidupan bakteri bahkan
sampai kedalaman tiga setengah kilometer. Ketika
sampel es pelan-pelan dinaikan suhunya, bakteri yang
tadinya berada dalam fase tidak aktif, mulai
menunjukan aktifitasnya. Rupanya selama hidup pada
suhu dingin, bakteri menurunkan aktifitas kehidupannya
hingga batas minimal.

Dua contoh itu saja menunjukkan, gambaran mengenai
terbentuknya kehidupan di Bumi sudah lama berubah
drastis. Belum lagi mikro organisme lainnya yang juga
hidup dalam habitat ekstrim. Misalnya bakteri atau
jamur yang hidup dalam habitat kimiawi yang bagi
organisme lain amat mematikan. Ada yang digolongkan
sebagai acidophil, karena berkembang biak di habitat
amat asam seperti air aki. Atau sebaliknya, yang
digolongkan sebagai alkalophil, hidup di habitat amat
basa seperti soda. Ada yang digolongkan sebagai
halophil, yakni bakteri atau makhluk hidup bersel
tunggal lainnya yang hidup dalam habitat dengan kadar
garam tinggi. Atau juga terdapat bakteri yang hidup di
timbunan sampah radioaktif.

Definisi baru makhluk hidup

Berkaitan dengan keberadaan makhluk hidup ekstrim itu,
muncul pertanyaan berapa banyak gen yang dibutuhkan,
untuk menunjang kehidupan? Prof. Dr. Karl Stetter dari
Universitas Regensburg di Jerman, adalah salah seorang
perintis penelitian mikroorganisme ekstrim ini
mengatakan, jika definisi mengenai kehidupan ini belum
terjawab, akan sulit membuka pengertian mengenai
asal-usul kehidupan itu sendiri. Apakah kehidupan di
Bumi berasal dari Bumi sendiri atau dari angkasa luar?
Semua kemungkinan masih terbuka apalagi kalau di
kemudian hari, dalam misi penelitian ke planet di luar
Bumi juga ditemukan makhluk hidup.

Dengan mengetahui sifat mikro-organisme ekstrim itu,
juga dapat diperkirakan terdapatnya habitat yang dapat
menunjang kehidupan di planet lain, jauh di luar Bumi
kita yang nyaman. Akan tetapi, apakah kehidupan itu
dapat terbentuk atau tidak, itu soal lain. Misalnya
saja mikro-organisme yang dapat hidup dalam temperatur
ektra dingin dan hampir hampa udara, bisa saja menjadi
makhluk hidup pengembara di luar angkasa, yang
kondisinya memang cocok. Atau mikro-organisme yang
umurnya panjang, hingga ribuan tahun, boleh jadi dapat
tetap hidup dalam kondisi yang ibaratnya neraka.

Itulah sebabnya Prof. Stetter mengatakan, misi-misi
penerbangan ke planet lain di tata Surya, dapat lebih
membuka cakrawala dan pengertian mengenai kehidupan.
Dengan mempelajari sifat-sifat makhluk hidup ekstrim
di Bumi, dapat ditarik analoginya dengan kemungkinan
kehidupan di seluruh alam semesta. Misalnya saja di
planet Mars. Jika benar terdapat sisa air, seperti
yang ditunjukan oleh gambar-gambar yang dikirimkan
robot peneliti Mars, kemungkinan dapat saja terdapat
mikro organisme atau sisanya di planet merah itu.
Namun prof. Stetter mengatakan, harus dilakukan
penelitian jangka panjang untuk membuktikan hipotesa
tsb.

Kotak Pandora

Sejauh ini, manusia sudah mengetahui, di dalam tata
Surya saja terdapat berbagai planet yang kondisinya
ideal untuk munculnya kehidupan. Misalnya salah satu
satelit dari planet Yupiter, Europa, diketahui
permukaannya ditutupi lapisan es tebal. Di bawahnya
diduga terdapat lautan es cair dan juga lapisan dasar
lautan. Di kawasan ekstra dingin dengan tekanan amat
tinggi semacam itu, jika membandingkan dengan kondisi
Bumi, terbuka kemungkinan adanya makhluk hidup
ekstrim. Demikian perkiraan optimis namun tetap
hati-hati yang dilontarkan prof.Stetter.

Bumi sendiri, juga terus menerus dihujani beragam
benda kosmis. Artinya, jika ada kehidupan di luar
Bumi, mikro-organisme ekstrim semacam ini sudah lama
mendarat. Harus diakui, sejauh ini banyak mahkluk
hidup mikro di awal pembentukan Bumi tidak diketahui
dari mana asalnya. Penelitian mikro organisme ekstrim,
memang memiliki dua sisi seperti sekeping mata uang.
Bisa bermanfaat bagi kehidupan atau membawa sial,
seolah membuka kotak Pandora berisi mikro organisme
pembunuh makhluk hidup yang sekarang eksis. Tetapi
itulah risiko yang tetap harus dihadapi, jika kita
ingin tahu definisi kehidupan.
 



                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Y! Messenger - Communicate in real time. Download now. 
http://messenger.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke