http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=artikel%7C-15%7CX
http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=artikel%7C-15%7CX Rabu, 28 Juli 2004 Menemukan Kembali yang Asing dan yang Lain Oleh Intan Darmawati Dilahirkan menjadi seorang perempuan, dari keluarga etnis Tionghoa yang totok dan dengan taraf hidup yang pas-pasan, membuat realita diskriminasi dan ketidakadilan gender hadir nyata dan menonjol dalam pengalaman perjuangan hidupku. Latar belakang budaya Tionghoa yang bercampur dengan budaya Jawa Timur-an (kampung halamanku), diperkuat dengan konstruksi masyarakat kapitalis dan patriarkis itu mengajarkan aku untuk membenci diriku dan menjadi asing dengan kodratku. Kodrat keperempuanan dan etnisitasku ini benar-benar membuat aku mengutuki realita diriku dan dengan sekuat tenaga hendak aku tutup-tutupi. Kebencianku pada diriku masih terus berlanjut bahkan sampai saat aku mengalami menstruasi, ketika buah dadaku dan seksualitasku makin berkembang. Aku masuk dalam kotak �yang lain� dari yang �normatif�, yang �jadi standar nilai�, yaitu semua yg berbau maskulinitas. Menjadi yang lain dalam tata nilai ini, menjadikan diriku ikut dalam aturan main mereka, berusaha mencapai apa yg menurut mereka baik dan makin menjadi asing dengan pengalaman esensialku sendiri. Jauh di dalam diriku, ada spiritualitas dan kesadaran yang menghentak dan menuntut untuk diekspresikan. Perlawanan dan protes-protes yang tidak sepenuhnya kusadari dan kulakukan dengan tidak sistematis itu belum menemukan wujud dan roh yang sesungguhnya. Sampai akhirnya, kesempatan untuk terlibat di JMP dan berkenalan secara resmi dengan ide-ide keadilan gender, serta pembelajaran yang unik bersama Sinta, Sr. Francesco dan rekan-rekan JMP, membawaku pada dunia �yang lain�. Juga, lewat perkenalanku dengan teologi feminis dan perjumpaanku dengan perempuan-perempuan lain yang mengalami kekerasan dan ketidakadilan, aku makin menemukan kepercayaan diriku, bisa menerima diriku dan orang lain dengan segala keberagamannya, bangkit dari pemberontakan-pemberontakanku yang tidak �bertujuan� selama ini dan selanjutnya menyusun serta menyalurkan energi itu bersama para perempuan lainnya untuk bergerak. Ketika aku mulai menerima diri, aku melihat banyak hal yang mencerahkan dan memberdayakan yang tidak aku lihat sebelumnya. Mulai dari namaku yang diartikan lagi oleh ibuku, tidak dicantumkannya marga ayahku di akte kelahiran, dan bagaimana sikap ibuku yang nampaknya sebagai �kepasrahan, kelemahan dan kebodohan� justru menjadi �api perjuangan� yang membuat ia mampu berharap, bertahan dan menyelamatkan aku. Semua yang dilakukan oleh ibuku yang dulu kuanggap �lemah� jadi berarti lain saat ini dan justru menjadi kekuatan dan cermin buat perempuan-perempuan korban kekerasan untuk tetap bertahan hidup. Aku menjadi lebih peka, sadar dan menghargai segala perjuangan dan pergulatan para perempuan, terutama mereka yang terpinggir dan di�kalah�kan dalam dunia yang patriarkhis ini. Solidaritas antar kaum tertindas makin mencuat�. Hanya ada satu kata yang paling tepat untuk menggambarkan perubahanku ini : perubahan paradigma! Realita yang selama ini kelihatannya �objektif� dan �sudah demikian adanya�, kulihat lagi secara berbeda, sehingga kutanggapi juga secara berbeda. Yang paling nyata terlihat adalah paradigmaku soal moralitas. Dunia tidak lagi sesederhana dan sehitam-putih dulu. Ada sisi yang berbeda yang kutemukan. Dengan demikian justifikasi dan penghakiman tidak dengan mudah meluncur. Kemandirian menjadi lebih disadari dan diperjuangkan, bukan sekedar otomatis untuk survive dan dipaksa keadaan. Salah satu efek samping dari geliat gairah penemuan ini adalah semangatku untuk mendalami feminisme, khususnya teologi feminis dan ekofeminisme, serta mencoba menularkannya pada banyak orang. Kini, aku tidak lagi ada dalam kotak �yang lain� dari yang didefinisikan mereka yang bukan perempuan, tapi kembali dari �yang asing� dan menantang �yang lain� itu untuk juga menghargai dan menerima eksistensi, hak, martabat, spiritualitas dan juga pengalaman kami yang selama ini dianggap �yang lain� itu. Pada akhirnya, perjalanan pencarian dan pembelajaran ini tidak pernah berakhir dan selesai. Pergulatan dan penemuan masih terus berputar dan berdialog. Dialektika ini masih menyisakan pertanyaan yang sangat pribadi bagiku: Laki-laki itu bagaimana sich? Asing? Jahat? Tidak mau berubah dan menerima? Setumpuk kecurigaan tertuju pada �yang lain� itu kini masih tersisa. Sampai taraf kesadaran dan rasio aku bisa menyadari bahwa itu justifikasi dan merupakan hasil dari proses konstruksi serta sosialisasi gender dari sistem patriaki yang hendak kita tantang. Tapi, pengalaman berhadapan dengan laki-laki masih tidak nyambung dengan rasionalisasi itu. Semua butuh proses, semua butuh waktu dan tahap untuk berkembang�, termasuk proses menemukan diri dan menemukan �yang lain�. Situasi ini justru membuka lebar-lebar ruang dialog: dialog dengan diriku, dialog dengan saudari perempuanku, dan dialog dengan �yang lain��. *Intan Darmawati, Mahasiswa pascasarjana Teologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Aktivitasnya saat ini staf KAIL Bogor. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

