--- Indra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: "Indra" <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Wed, 4 Aug 2004 08:04:40 +0700
> Subject: Re: [ekonomi-nasional] Re: Membersihkan
> Aparat Hukum di Indonesia
> 
> Waalaykumsalam wrwb
> 
> Memang benar pada saat ini, bukan hanya para pejabat
> teras saja
> yang melakukan korupsi, namun telah merambah pada
> tingkatan bawah. Gubernur, bupati, camat, bahkan
> sampai pada tataran lurah/ kepala desa seakan-akan
> tidak mau kalah; mereka berlomba-lomba mengikuti
> jejak
> para seniornya di jajaran yang lebih tinggi.
> 
> Kesalahan Logika
> Alasan logis atas tindakan tersebut adalah sudut
> pandang yang keliru tentang jabatan. Mereka
> menyangka
> bahwa jabatan adalah sumber penghasilan yang
> melimpah;
> jabatan dianggap seolah-olah sebuah pekerjaan yang
> bisa menghasilkan pemasukan uang yang banyak. Dengan
> sudut pandang ini, akhirnya prinsip-prinsip ekonomi
> kapitalis pun berlaku di sana. Ibarat sebuah
> investasi, jabatan harus bisa balik modal bahkan
> harus
> menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya bagi
> kemakmuran sang pejabat.
> 
> Oleh karena itu, tidak mengherankan mengapa tatkala
> proses pemilihan presiden misalnya, para calon tidak
> canggung-canggung menghamburhamburkan uang. Sebab,
> dalam perhitungannya, dalam rentang waktu lima tahun
> pasti akan balik modal dan pasti untung.
> Dari sinilah muncul malapetaka lainnya. Pemerintah
> bukan lagi memikirkan bagaimana mensejahterakan
> rakyat, namun justru sebaliknya; sibuk mencari
> pemasukan agar balik modal. Rakyat akhirnya
> terbengkalai, tidak terurus, dan bahkan yang lebih
> menyakitkan lagi dijadikan sebagai obyek pemerasan.
> Dengan dalih meningkatkan pendapatan negara,
> berbagai
> pajak dikenakan dan dinaikkan. Dengan dalih agar
> mendapatkan dana segar dalam penyusunan Anggaran
> Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), berbagai
> subsidi
> pada aspek-aspek vital di kurangi bahkan dicabut.
> Masyarakat semakin tercekik lehernya dengan semakin
> membumbungnya harga-harga kebutuhan sehari-hari.
> Akhirnya, pelayanan yang seharusnya dilakukan oleh
> penguasa kepada rakyatnya menjadi terbalik;
> seolah-olah rakyatlah yang kini harus melayani
> kepentingan para penguasa.
> 
> Dampak Kesalahan Logika
> Kesalahan logika para penguasa ini akhirnya
> berdampak
> sangat serius dalam aspek pelayanan kepada
> masyarakat.
> Jabatan yang seharusnya lebih mengedepankan aspek
> pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat menjadi
> terbalik. Kalaupun ada pelayanan, itu pun setengah
> hati, kalau tidak mau dikatakan sebagai pemanis muka
> 
> Tentang kejujuran dalam masyarakat, kita harus
> diskusi
> lebih mendetail lagi jika ingin mengetahui masalah
> sesungguhnya
> 
> Masyarakat sperti kita ketahui terdiri dengan empat
> unsur penyusunnya
> yaitu individu, pemikiran , perasaan, dan peraturan
> -
> hal ini dapat diumpamakan dengan sebuah sebuah gelas
> yang berisi cairan.
> Individu-individu dapat diumpamakan dengan gelas;
> sedang pemikiran,
>  perasaan, dan peraturan dapat diumpamakan sebagai
> cairan di dalam gelas
> itu.
>  Gelas tersebut akan memiliki warna sesuai dengan
> warna cairan yang ada
> di dalamnya. Dengan perumpamaan ini dapat
> diterangkan,
> bahwa perubahan masyarakat tidak ditempuh dengan
> cara menuangkan
> cairan baru dengan warna baru ke dalam gelas
> tersebut, melainkan dengan
> membuang cairan lama dan selanjutnya menuangkan
> cairan baru sebagai
> gantinya.
> 
> Dengan demikian, masyarakat akan dapat berubah
> secara fundamental
> dan berubah warnanya, sebab pemikiran, perasaan, dan
> peraturan
> yang ada pada individu-individu adalah faktor yang
> menentukan warna suatu
> masyarakat.
> So bagaimana mungkin kita mengharapkan masyarakat yg
> lebih baik dalam
> sistem bobrok seperti saat ini? harus ada upaya
> mengganti Sistem Kapitalis
> yg dianut di Negri ini dengan sistem yang lebih
> unggul,
> menghancurkannya sistem lama adalah lebih tepat
> ketimbang upaya menambal
> sulamnya
> 
> Hal ini dapat ditempuh dengan cara meyakinkan
> individu-individu mengenai
> ketidaklayakan pemikiran, perasaan, dan peraturan
> yang ada di tengah-tengah
> mereka.
> Setelah itu, gelas yang kosong itu diisi dengan
> cairan baru sebagai ganti
> cairan lama yang telah dibuang.
> Ini ditempuh dengan cara meyakinkan
> individu-individu terhadap
> pemikiran, perasaan, dan peraturan baru yang menjadi
> dasar perubahan
> masyarakat
> 
> Wassalam wrwb
> 
> indra
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: "fiqrin93" <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> Assalaamu 'alaikum wr. wb.
> 
> Saya termasuk golongan orang yg pesimis. Karena saya
> melihatnya,
> kerusakan moral di bangsa ini 'sangat parah'. Dan
> saya melihatnya
> sebagai lingkaran yg sulit sekali ditentukan bagian
> mana yg harus
> diputus untuk dibersihkan terlebih dahulu.
> 
> Saya sependapat bahwa untuk membersihkan aparat
> negara harus dimulai
> dari aparat hukumnya. Karena sekarang masalahnya
> aparat hukum juga
> tidak bersih, maka aparat hukum harus dibersihkan
> terlebih dahulu.
> 
> Masalahnya hanya presiden yg bisa menentukan
> pimpinan-pimpinan di
> aparat hukum. Pertanyaan yg timbul di benak saya,
> apakah presiden
> kita mau menempatkan orang-orang yg jujur dan
> bersih?
> 
> Untuk masa kepemimpinan negara mendatang, rasanya
> tidak mungkin.
> Tidak ada capres di pemilihan putaran kedua
> mempunyai komitmen yg
> besar terhadap masalah tersebut. Tambahan lagi,
> kedua capres tersebut
> adalah bagian dari aparat negara yg menjabat pada
> saat negara ini
> menduduki peringkat 2 sebagai negara terkorupsi di
> dunia.
> 
> Mengandalkan rakyat untuk memilih pimpinan di aparat
> hukum? Menurut
> saya juga sangat sulit sekali. Hasil pemilihan
> presiden putaran I
> membuktikan bahwa rakyat secara umum sebenarnya
> tidak mempedulikan
> masalah kejujuran dan kebersihan untuk menjadi
> pemimpinnya.
> 
> Karena seperti yg bapak sebutkan, ada orang-orang yg
> sudah terkenal
> kejujurannya. Dan kita tahu dari orang-orang yg
> jujur tersebut sudah
> menunjukkan kepada rakyat, calon presiden mana yg
> paling jujur dan
> paling bersih. Kalau rakyat kita mengutamakan
> kejujuran, tentunya
> akan mempertimbangkan rekomendasi dari orang-orang
> jujur tersebut.
> Tetapi yg menang, malah sebaliknya.
> 
> Ada 2 kemungkinan kenapa rakyat tidak memperhatikan
> rekomendasi ini.
> Pertama, bahwa rakyat benar-benar tidak mempedulikan
> masalah
> kejujuran. Artinya, memang sebagian besar rakyat
> kita sudah terbiasa
> hidup dalam ketidakjujuran.
> Kedua, bahwa rakyat kita memandang bahwa orang-orang
> yg bapak
> sebutkan bukan termasuk orang jujur shg
> rekomendasinya layak utk
> dipertimbangkan. Itu artinya, bahwa rakyat sudah
> tidak bisa
> membedakan lagi orang yg jujur dan tidak jujur.
> 
> Kalau kemungkinan kedua yg benar, maka sudah pasti
> akan sulit
> mendapatkan suara rakyat untuk memilih pimpinan
> aparat hukum yg
> bersih dan jujur.
> 
> Kalau kemungkinan pertama yg benar, maka itulah yg
> saya sebut sebagai
> sebuah lingkaran persoalan bangsa ini. Dan menurut
> saya, kemungkinan
> pertama ini yg benar.
> 
> Lingkungan kecil di tempat saya, bisa jadi gambaran
> bahwa kerusakan
> itu tidak hanya terjadi di aparat negara, tetapi
> juga 'aparat'
> swasta. Tidak hanya terjadi pada karyawan dengan
> pangkat yg tinggi,
> tetapi juga pegawai di tingkat bawah.
> Di tempat tersebut saya seperti orang asing dan
> dianggap bodoh karena
> menolak sogokan uang mahasiswa agar gampang lulus.
> Alhamdulillah,
> Tuhan masih melindungi saya, dan diberinya teman
> sehingga saya tidak
> sendirian di sana.
> 
> Kalau benar rakyat kita sendiri sudah jauh dari
> kejujuran, berarti
> rakyat kita yg harus dibersihkan dulu. Lalu siapa yg
> akan
> membersihkan rakyat kita?
> 
> Semoga ini hanya pesimisme saya. Kalau memang
> pendapat saya salah,
> mohon masukan dari rekan-rekan di mailist ini untuk
> memberikan
> pencerahan.
> Dan kalau pendapat saya benar, mungkin rekan-rekan
> bisa berdiskusi
> untuk memecahkan solusinya, yg menurut saya tidak
> gampang. Tetapi
> bukan hal yg tidak mungkin.
> 
> Wassalam,
> Taufiq Hidayat
> ------------------------------
> Salam kenal dari anggota baru.
> 
> 
> 
> 
> > >
> 
> 


=====
Visit my daughter's homepage at:
http://www.geocities.com/hana_hanifah7


        
                
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke