Mas Indra dan mas Taufik,
 
Saya juga termasuk orang yang pesimis korupsi di Indonesia bisa diberantas. Bagi saya, 
sistem dan mental orang Indonesia sama-sama parahnya----tentu tidak semua mental orang 
Indonesia begitu. Makanya kalau PNS atau birokrat pada umumnya lakukan korupsi dengan 
alasan gaji kecil, adalah alasan yang terlalu dicari-cari. Kalau logika kebalik begini 
diamini semua orang, mestinya semua PKL dan sedulur-sedulur kita hari ini yang masih 
"senin-kemis" hidupnya, mestinya juga lakukan praktik serupa. Nyatanya tidak begitu.
 
Cuma pertanyaan saya, apakah persoalan ini masih perlu untuk didiskusikan? BUkan 
maksud saya fatalis, tapi dari diskursus yang dibangun selama ini, paling tidak di 
alam reformasi, mestinya sudah terlalu banyak solusi yang ditawarkan. Masalahnya 
adalah belum ada orang yang mampu dan punya kemauan untuk melaksanakan solusi-solusi 
yang ada. Ada orang yang punya kemampuan tapi ngga ada kemauan, ada orang yang punya 
kemauan, tapi ngga punya kemampuan. 
 
Aparat hukum sebenarnya adalah orang yang punya kemampuan, tapi ngga punya kemauan. 
Amien Rais atau AA Gym mungkin punya kemauan, tapi tidak cukup kemampuan.
 
Indonesia bebas Korupsi?? Mungkin untuk saat ini boleh jadi mimpi, tapi mungkin kita 
bisa berharap pada anak cucu kita nanti. Bagi saya, untuk mengurangi korupsi ada 
baiknya kalau ada saudara atau anak kita yang mau jadi birokrat dicegah dulu? Tapi 
mungkin ngga ya??
 
Salam,

 
 
 

A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- Indra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: "Indra" <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Wed, 4 Aug 2004 08:04:40 +0700
> Subject: Re: [ekonomi-nasional] Re: Membersihkan
> Aparat Hukum di Indonesia
> 
> Waalaykumsalam wrwb
> 
> Memang benar pada saat ini, bukan hanya para pejabat
> teras saja
> yang melakukan korupsi, namun telah merambah pada
> tingkatan bawah. Gubernur, bupati, camat, bahkan
> sampai pada tataran lurah/ kepala desa seakan-akan
> tidak mau kalah; mereka berlomba-lomba mengikuti
> jejak
> para seniornya di jajaran yang lebih tinggi.
> 
> Kesalahan Logika
> Alasan logis atas tindakan tersebut adalah sudut
> pandang yang keliru tentang jabatan. Mereka
> menyangka
> bahwa jabatan adalah sumber penghasilan yang
> melimpah;
> jabatan dianggap seolah-olah sebuah pekerjaan yang
> bisa menghasilkan pemasukan uang yang banyak. Dengan
> sudut pandang ini, akhirnya prinsip-prinsip ekonomi
> kapitalis pun berlaku di sana. Ibarat sebuah
> investasi, jabatan harus bisa balik modal bahkan
> harus
> menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya bagi
> kemakmuran sang pejabat.
> 
> Oleh karena itu, tidak mengherankan mengapa tatkala
> proses pemilihan presiden misalnya, para calon tidak
> canggung-canggung menghamburhamburkan uang. Sebab,
> dalam perhitungannya, dalam rentang waktu lima tahun
> pasti akan balik modal dan pasti untung.
> Dari sinilah muncul malapetaka lainnya. Pemerintah
> bukan lagi memikirkan bagaimana mensejahterakan
> rakyat, namun justru sebaliknya; sibuk mencari
> pemasukan agar balik modal. Rakyat akhirnya
> terbengkalai, tidak terurus, dan bahkan yang lebih
> menyakitkan lagi dijadikan sebagai obyek pemerasan.
> Dengan dalih meningkatkan pendapatan negara,
> berbagai
> pajak dikenakan dan dinaikkan. Dengan dalih agar
> mendapatkan dana segar dalam penyusunan Anggaran
> Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), berbagai
> subsidi
> pada aspek-aspek vital di kurangi bahkan dicabut.
> Masyarakat semakin tercekik lehernya dengan semakin
> membumbungnya harga-harga kebutuhan sehari-hari.
> Akhirnya, pelayanan yang seharusnya dilakukan oleh
> penguasa kepada rakyatnya menjadi terbalik;
> seolah-olah rakyatlah yang kini harus melayani
> kepentingan para penguasa.
> 
> Dampak Kesalahan Logika
> Kesalahan logika para penguasa ini akhirnya
> berdampak
> sangat serius dalam aspek pelayanan kepada
> masyarakat.
> Jabatan yang seharusnya lebih mengedepankan aspek
> pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat menjadi
> terbalik. Kalaupun ada pelayanan, itu pun setengah
> hati, kalau tidak mau dikatakan sebagai pemanis muka
> 
> Tentang kejujuran dalam masyarakat, kita harus
> diskusi
> lebih mendetail lagi jika ingin mengetahui masalah
> sesungguhnya
> 
> Masyarakat sperti kita ketahui terdiri dengan empat
> unsur penyusunnya
> yaitu individu, pemikiran , perasaan, dan peraturan
> -
> hal ini dapat diumpamakan dengan sebuah sebuah gelas
> yang berisi cairan.
> Individu-individu dapat diumpamakan dengan gelas;
> sedang pemikiran,
>  perasaan, dan peraturan dapat diumpamakan sebagai
> cairan di dalam gelas
> itu.
>  Gelas tersebut akan memiliki warna sesuai dengan
> warna cairan yang ada
> di dalamnya. Dengan perumpamaan ini dapat
> diterangkan,
> bahwa perubahan masyarakat tidak ditempuh dengan
> cara menuangkan
> cairan baru dengan warna baru ke dalam gelas
> tersebut, melainkan dengan
> membuang cairan lama dan selanjutnya menuangkan
> cairan baru sebagai
> gantinya.
> 
> Dengan demikian, masyarakat akan dapat berubah
> secara fundamental
> dan berubah warnanya, sebab pemikiran, perasaan, dan
> peraturan
> yang ada pada individu-individu adalah faktor yang
> menentukan warna suatu
> masyarakat.
> So bagaimana mungkin kita mengharapkan masyarakat yg
> lebih baik dalam
> sistem bobrok seperti saat ini? harus ada upaya
> mengganti Sistem Kapitalis
> yg dianut di Negri ini dengan sistem yang lebih
> unggul,
> menghancurkannya sistem lama adalah lebih tepat
> ketimbang upaya menambal
> sulamnya
> 
> Hal ini dapat ditempuh dengan cara meyakinkan
> individu-individu mengenai
> ketidaklayakan pemikiran, perasaan, dan peraturan
> yang ada di tengah-tengah
> mereka.
> Setelah itu, gelas yang kosong itu diisi dengan
> cairan baru sebagai ganti
> cairan lama yang telah dibuang.
> Ini ditempuh dengan cara meyakinkan
> individu-individu terhadap
> pemikiran, perasaan, dan peraturan baru yang menjadi
> dasar perubahan
> masyarakat
> 
> Wassalam wrwb
> 
> indra
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: "fiqrin93" <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> Assalaamu 'alaikum wr. wb.
> 
> Saya termasuk golongan orang yg pesimis. Karena saya
> melihatnya,
> kerusakan moral di bangsa ini 'sangat parah'. Dan
> saya melihatnya
> sebagai lingkaran yg sulit sekali ditentukan bagian
> mana yg harus
> diputus untuk dibersihkan terlebih dahulu.
> 
> Saya sependapat bahwa untuk membersihkan aparat
> negara harus dimulai
> dari aparat hukumnya. Karena sekarang masalahnya
> aparat hukum juga
> tidak bersih, maka aparat hukum harus dibersihkan
> terlebih dahulu.
> 
> Masalahnya hanya presiden yg bisa menentukan
> pimpinan-pimpinan di
> aparat hukum. Pertanyaan yg timbul di benak saya,
> apakah presiden
> kita mau menempatkan orang-orang yg jujur dan
> bersih?
> 
> Untuk masa kepemimpinan negara mendatang, rasanya
> tidak mungkin.
> Tidak ada capres di pemilihan putaran kedua
> mempunyai komitmen yg
> besar terhadap masalah tersebut. Tambahan lagi,
> kedua capres tersebut
> adalah bagian dari aparat negara yg menjabat pada
> saat negara ini
> menduduki peringkat 2 sebagai negara terkorupsi di
> dunia.
> 
> Mengandalkan rakyat untuk memilih pimpinan di aparat
> hukum? Menurut
> saya juga sangat sulit sekali. Hasil pemilihan
> presiden putaran I
> membuktikan bahwa rakyat secara umum sebenarnya
> tidak mempedulikan
> masalah kejujuran dan kebersihan untuk menjadi
> pemimpinnya.
> 
> Karena seperti yg bapak sebutkan, ada orang-orang yg
> sudah terkenal
> kejujurannya. Dan kita tahu dari orang-orang yg
> jujur tersebut sudah
> menunjukkan kepada rakyat, calon presiden mana yg
> paling jujur dan
> paling bersih. Kalau rakyat kita mengutamakan
> kejujuran, tentunya
> akan mempertimbangkan rekomendasi dari orang-orang
> jujur tersebut.
> Tetapi yg menang, malah sebaliknya.
> 
> Ada 2 kemungkinan kenapa rakyat tidak memperhatikan
> rekomendasi ini.
> Pertama, bahwa rakyat benar-benar tidak mempedulikan
> masalah
> kejujuran. Artinya, memang sebagian besar rakyat
> kita sudah terbiasa
> hidup dalam ketidakjujuran.
> Kedua, bahwa rakyat kita memandang bahwa orang-orang
> yg bapak
> sebutkan bukan termasuk orang jujur shg
> rekomendasinya layak utk
> dipertimbangkan. Itu artinya, bahwa rakyat sudah
> tidak bisa
> membedakan lagi orang yg jujur dan tidak jujur.
> 
> Kalau kemungkinan kedua yg benar, maka sudah pasti
> akan sulit
> mendapatkan suara rakyat untuk memilih pimpinan
> aparat hukum yg
> bersih dan jujur.
> 
> Kalau kemungkinan pertama yg benar, maka itulah yg
> saya sebut sebagai
> sebuah lingkaran persoalan bangsa ini. Dan menurut
> saya, kemungkinan
> pertama ini yg benar.
> 
> Lingkungan kecil di tempat saya, bisa jadi gambaran
> bahwa kerusakan
> itu tidak hanya terjadi di aparat negara, tetapi
> juga 'aparat'
> swasta. Tidak hanya terjadi pada karyawan dengan
> pangkat yg tinggi,
> tetapi juga pegawai di tingkat bawah.
> Di tempat tersebut saya seperti orang asing dan
> dianggap bodoh karena
> menolak sogokan uang mahasiswa agar gampang lulus.
> Alhamdulillah,
> Tuhan masih melindungi saya, dan diberinya teman
> sehingga saya tidak
> sendirian di sana.
> 
> Kalau benar rakyat kita sendiri sudah jauh dari
> kejujuran, berarti
> rakyat kita yg harus dibersihkan dulu. Lalu siapa yg
> akan
> membersihkan rakyat kita?
> 
> Semoga ini hanya pesimisme saya. Kalau memang
> pendapat saya salah,
> mohon masukan dari rekan-rekan di mailist ini untuk
> memberikan
> pencerahan.
> Dan kalau pendapat saya benar, mungkin rekan-rekan
> bisa berdiskusi
> untuk memecahkan solusinya, yg menurut saya tidak
> gampang. Tetapi
> bukan hal yg tidak mungkin.
> 
> Wassalam,
> Taufiq Hidayat
> ------------------------------
> Salam kenal dari anggota baru.
> 
> 
> 
> 
> > >
> 
> 


=====
Visit my daughter's homepage at:
http://www.geocities.com/hana_hanifah7


      
            
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


                
---------------------------------
 ALL-NEW Yahoo! Messenger - all new features - even more fun!  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke