PILPRES 2004 DAN KEKALAHAN RAKYAT

Oleh Tangkisan Letug

Menjelang pilpres (pemilu presiden)  putaran kedua
ini, pentinglah kembali melihat sejauh mana kedua
kandidat (SBY-JK dan Mega-Hasyim) menjabarkan visi dan
misi mereka. Dalam tulisan ini penulis inging
mencermatinya dalam kacama �rakyat�. Yang dimaksud
dengan �rakyat� dalam tulisan ini tidak lain adalah
warga kebanyakan atau warga biasa yang dibedakan dari
kelompok elit politik dan ekonomi. 

Kacamata �Rakyat�

Seperti telah saya katakan, �rakyat� di sini menunjuk
pada pengertian (kepentingan) warga masyarakat biasa
yang dibedakan dari elit politik dan ekonomi. Secara
lugas bisa dikatakan, rakyat adalah mereka yang tidak
memiliki kekuasaan secara politik (politik kekuasaan)
dan tidak memiliki kekuatan ekonomis untuk
mempengaruhi kebijakan publik secara strategis. Posisi
rakyat dapat dipandang sebagai posisi menentukan dalam
arti tidak langsung, misalnya sejauh sebagai kekuatan
pengontrol secara relatif, secara kekuatan penekan
secara massal, atau  sebagai kekuatan pendukung.
Posisi strategis dalam penentuan kebijakan bagaimana
pun juga tetap ada pada sekelompok elit (wakil rakyat)
yang telah diberi mandat untuk menjalankan kekuasaan
entah eksekutif maupun legislatif.

Dalam persiapan pilpres putaran kedua ini, �rakyat�
menjadi kekuatan yang amat penting di samping partai
politik. Meskipun partai politik bisa membuat
kebijakan yang menganjurkan warga untuk memilih
seorang kandidat tertentu, tetapi rakyat tetap
memiliki kebebasan untuk mengungkapkan pendiriannya.
Di sinilah para kandidat bisa bermain untuk
mendapatkan simpati rakyat secara langsung. Tetapi
benarkah dengan memberikan simpatinya, kita bisa
mengatakan itu sebagai kemenangan rakyat?

Kekalahan Rakyat

Penulis mengatakan bahwa pada dasarnya demokrasi
adalah kemenganan kepentingan rakyat, bukan hanya
kemenangan simpati rakyat. Bila rakyat kita jadikan
ukuran, simpati rakyat sebagai massa, sangatlah mudah
diperdaya dengan segala macam kata dan penampilan.
Rakyat sebagai massa sangat rentan oleh pembajakan
kelompok elit politik dan ekonomi. Di sinilah kita
mestinya lebih cermat lagi meneliti, sejauh mana
seorang kandidat itu sungguh menempatkan rakyat
sebagai yang harus dilayani dan bukan yang bisa
dipecundangi.

Kelompok elit politik dan ekonomi memang mempunyai
kekuatan strategis untuk menggunakan rakyat. Kelompok
elit politik menggunakan kekuatan politiknya
mempengaruhi opini masyarakat. Kelompok elit ekonomi
menggunakan kekuatan finansialnya bisa mendompleng
elit politik atau juga secara mandiri mempengaruhi
opini masyarakat demi kepentingan ekonominya. 

Kondisi rakyat sendiri yang terus menerus diterpa
krisis secara ekonomi dan politik telah membuat mereka
lebih mudah dipikat oleh iming-iming harapan yang
lebih baik. Sementara itu, para kandidat presiden
dengan liciknya memanfaatkan kehausan rakyat akan
harapan hidup yang lebih baik itu dengan janji-janji.
Semakin janji-janji yang dikampanyekan memuaskan
harapan rakyat, semakin simpati rakyat akan dengan
mudah didapatkan. Tetapi justru di sini tampak bahwa
rakyat yang rentan itu dengan gampang kehilangan daya
kritisnya. 

Oleh karena itu, dalam kondisi krisis secara ekonomi
dan politik kita, rakyat yang terpikat oleh citra bagi
penulis hanyalah mengkonfirmasi kenyataan akan
kekalahannya. Sebab, pada dasarnya rakyat sendiri
belum mampu menegaskan kepentingannya. Rakyat hanya
sekedar mampu membiarkan diri terperdayai oleh citra
diri yang dibangun oleh para kandidat presiden.

Memenangkan Rakyat

Lalu, bagaimana kita bisa mengupayakan supaya
rakyat-lah akhirnya yang menang dalam proses demokrasi
 kita?

Agar rakyatlah yang menang dalam proses demokrasi ini,
kita perlu melihat demokrasi tidak melulu sebagai
sebuah prosedur. Memilih presiden itu hanyalah satu
bagian kecil dari proses demokrasi. Di samping pemilu
DPR dan Pilpres, jauh lebih penting bagi proses
demokrasi adalah pemberdayaan warga masyarakat dengan
pembangunan ikatan-ikatan kecilnya dalam konteks
ikatan kebangsaan kita. Basis dari pemberdayaan
masyarakat hendaknya ditempatkan dalam prinsip
solidaritas. Dalam prinsip solidaritas ini bisa
dibangun ikatan atas dasar kepentingan ekonomi dan
politik. Jadi, demokrasi perlu dilihat dalam rangka
penguatan nilai-nilai solidaritas dalam satu ikatan
kebangsaan. Demokrasi yang memperlemah ikatan
kebangsaan hanyalah tanda bahwa demokrasi kita masih
melulu terjerat prosedur. Demokrasi yang menempatkan
rakyat sebagai kunci dan tujuan perlu dimatrai sejauh
mana solidaritas kita sebagai satu kesatuan warga
negara semakin kokoh. Semakin elit politik yang hanya
segilintir orang dan partai politik yang kecil
memperdayai rakyat, semakin kemungkinan membangun
solidaritas yang kokoh itu berkurang. Sebaliknya,
semakin diperdayai oleh mereka, kita sebagai rakyat
semakin rentan untuk terus menerus tergantung pada
janji-janji manis elit politik yang pada akhirnya jauh
dari kenyataan.

5 Agustus 2004





                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke