Bung Rio,
 
Ada satu hal yang paling menarik bagi saya dari posting sebelumnya: Bagaimana agar MK 
menggagalkan UU Migas tersebut. Maksudnya tentu untuk support saja kan, bukan untuk 
intervensi. Kalau yang terakhir ini yang dilakukan, maka kita ngga ada bedanya dengan 
para elit politik. Tapi jelasnya, saya setuju kok UU Migas harus dirombak agar lebih 
"manusiawi", 
 
Sebenarnya kalau mau jujur, sesama genk Bandung sendiri yang bertempur soal migas ini 
kan? Kalau alumni Salman mau mensponsori "pertempuran" ini, bisa jadi akan lebih 
efektif, bukankah sudah tahu kelemahan-kelemahan lawan yang se-almamater itu?
 
Minggu kemarin kebetulan kita ada diskusi juga soal energi fosil ini, dan yang muncul 
tidak jauh beda dengan yang Bung Rio katakan. UU Migas yang tak lain adalah untuk 
melegitimasi liberalisasi sektor migas ujung-ujungnya adalah untuk kepentingan IMF dan 
tangan-tangan panjangnya.
 
ada satu hal lagi, meski pemerintah menyadari cadangan migas kita kian menipis, tapi 
yang dilakukan malah mengobral cadangan migas yang ada tanpa diimbangi dengan 
kebijakan pencadangan energi, atau juga mulai menyiapkan energi alternatif. Sampai 
pertengahan tahun ini saja tidak kurang dari 21 blok migas baru yang diobral 
pemerintah ke pemodal asing, Tangguh, atau Trans ASEAN pipelines yang pipanya akan 
menghubungkan Jawa-Sumatera-Kalimantan sampai ke China nantinya, semuanya juga tidak 
akan berarti banyak buat kemakmuran bangsa ini, justru semakin membangkrutkan.
 
Soal Pertamina, satu-satunya keraguan saya kepada pertamina atau oknum orang pertamina 
yang menuntut amandemen UU Migas adalah : Bahwa mereka sebenarnya tidak lebih dari 
kehilangan kavling lahan basah. Tuntutan amandemennya secara substansial saya setuju, 
tetapi selama Pertamina belum bisa menunjukkan sebagai BUMN yang benar-benar bebas 
korupsi, maka ngga ada gunanya juga mengembalikan peran mereka seperti sebelumnya.
 
salam,


Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Saya mendapat kiriman dari milis lain. 
Sengaja saya
sebar ke sini, siapa tahu ada manfaatnya. 
Salam,

Rio
============================================


Sent: Friday, August 06, 2004 10:39 AM
Subject: Konspirasi Pembangkrutan Negara ( Case UU
Migas )


Rekan sekalian tadi malam saya menghadiri diskusi yg
diadakan oleh KALAM ( keluarga alumni Salman ) di
sekretariatnya jl utan kayu 20 A, jkt , kantornya pak
Muslimin Nasution , diskusi menghadirkan ahli
perminyakan dari Pertamina, Dr Muhammad Qurtubi.

Beliau menjelaskan ttg dunia migas dari sisi ekonomi
dan politik ,khususnya hal yg berkaitan dg UU Migas yg
sedang ditinjau ulang dalam sidang oleh Mahkamah
Konstitusi ( MK ) apakah tetap diundangkan atau
dibatalkan. Keputusan akan diambil dalam waktu 2
minggu ini. Jadi selain kasus gugatan wiranto thd
megawati kasus UU Migas juga jadi kasus besar yg
disidangkan.

Tapi mengapa kita harus peduli dg hal tsb ?

Kalau jadi UU Migas ko diterapkan tahun 2005 , harga
BBM naik sekitar 30-40 % , ongkos angkutan akan naik
sekitar 50 - 60 % dan efek bola salju
lain nya akan menggelinding liar ke berbagai hal yg
ujung ujung nya, menyengsarakan rakyat banyak.

Kelak pom bensin akan beragam tak hanya pertamina,
kita bebas milih mau beli bensin di pom caltex, BP,
total, exxon atau pertamina. Tapi tetap bensin yg kita
beli sama juga dg yg sekarang dg harga 30% lebih mahal
, nah yg 30% inilah uang yg akan pergi ke kantong
perusahaan minyak asing tsb , sederhananya big oil MNC
merampok dompet kita 30 % tanpa ada value added yg
riel. Negara dan bangsa akan dirugikan miliyaran USD
per tahun nya , mengkhianati UU 45 pasal 33 yg antara
lain di create bung Hatta. Sederhananya pemerintah
saat ini mengkhianati ide mulia bung hatta.

Dari yg saya dengar cerita pak Qurtubi ttg seluk beluk
Migas, ternyata seru juga ceritanya , berkelit antara
kepentingan ekonomi dan politik, antara
negara maju dan negara miskin. UU Migas dan berbagai
peraturan lain nya, adalah produk tekanan IMF/world
bank pada pemerintah indonesia, sejak jaman krismon
dulu. Di belakang IMF inilah, tegak berdiri berbagai
perusahaan minyak besar dunia spt BP, Standard oil,
mobil oil, shell,total dll. Sederhana nya perusahaan
minyak besar tsb ( big Oil MNC ) , bisa dikata lebih
berkuasa , lebih terorganisir dibanding negara
indonesia sekalipun. Bahasa kasar nya , berkongsi
mereka bersama , bisa dibeli nya presiden RI, dg
menteri2 nya serta anggota DPR. Tujuan nya tak lain
daripada mengeruk kekayaan alam indonesia, dan tetap
membiarkan rakyat indonesia ( kita semua dan anak cucu
kita kelak ) berada dalam kemiskinan , istilah kang
Budiana "pemiskinan struktural" bagaikan burung dalam
sangkar besi.

Selain UU Migas, ada berbagai kasus lain yg merugikan
spt penjualan tangker pertamina, karaha bodas, LNG
tangguh dll. Yang sederhana nya ialah bahwa kita mau
saja dibodohi orang asing .

Proyek karaha bodas, bisa dikecek bodoh bana awak, ado
perusahaan amerika nan invest di siko, pakai jalur
KKN, jual listrik mahal ke PLN, tapi diterima juga,
karena krismon proyek tsb dibatalkan , dibawa ke
pengadilan arbitrase , Indonesia kalah ( ternyata
memang sejak awal telah dirancang kontraknya merugikan
RI ) , terpaksalah pemerintah RI membayar hampir 260
juta USD ( sekitar 2,5 triliyun ), istilahnya orang
asing tsb makan angin saja bisa dapat uang banyak ,
pedagang kakilima padang nan bodoh sekalipun tak kan
tertipu seperti itu.

Hal menarik lain yg dikemukan pak Qurtubi, ialah bahwa
sebenarnya bung Hatta punya pandangan mulia yg jauh ke
depan mengenai hal tsb , khususnya ttg pengelolaan
kekayaan negara dan demokrasi ekonomi yg dinyatakan
dalam UUD 45 pasal 33. Bisa dikata saat ini pasal tsb
banyak telah tergadaikan , betapa ide besar bung hatta
telah dikhianati oleh para pemegang pemerintah
selanjutnya.

Point : ide ekonomi bung hatta ( koperasi, kekayaan
negara, demokrasi ekonomi dll ) tetap relevan saat
ini, perlu terus kita perjuangkan

Ide UU Migas utk menghilangkan korupsi di tubuh
pertamina sebenarnya salah alamat, itu bagaikan
membunuh nyamuk dg peluru kendali. Kasus korupsi
adalah micro management problem, UU Migas adalah macro
economic scale level. Tetap kasus korupsi tsb
dibereskan tapi jangan sampai menggadaikan kekayaan
alam kita, saya kira ini entry point yg melemahkan
RI/pertamina.

Ada realita lain yg perlu kita pahami juga yaitu ttg
Quasi government, suatu institusi/organisasi yg lebih
kuat daripada negara sekalipun. Dalam kasus UU Migas,
kumpulan perusahaan minyak asing sbg quasi government
, berusaha membangkrutkan negara RI , dg menyogok para
pemimpin negara nan indak punyo otak dagang spt rang
awak, nan bapikia pakai paruik daripado pakai utak.

Kasus sederhana ttg quasi government adalah keberadaan
caltex di sumatera tengah ( sumbar riau ). Caltex yg
lebih kaya, lebih terorganisir dan
sistematis adalah lebih powerfull dibanding pemda Riau
atau kabupaten bengkalis misalnya. Puluhan tahun
Caltex berada di sana , apa dampaknya terhadap
kemakmuran dan kemandirian ekonomi masyarakat di sana
, memang ada sebagian kecil individu yg super kaya,
tapi masyarakat kebanyakan tetaplah miskin. kalau
lewat ke duri, rumbai atau dumai, di Riau,  sering
sedih melihat kondisi masyarakat betapa beda jauhnya
kondisi kehidupan kompleks Caltex dg masyarakat
sekitarnya. Coba lewat ke kota duri di jl utamanya ,
sebelah kiri adalah komplex caltex, sebelah kanan
masyarakat umum , berbeda jauh bagaikan bumi dan
langit. Sedih sekali melihatnya

Dalam 2 minggu ini MK selain menyidangkan gugatan
wiranto thd mega , juga menyidangkan ttg UU migas tsb
, mekanisme MK, menerima dukungan masyarakat thd kasus
yg disidangkan.

Teman2 kalam, Buroqi, nurkholik, serta alumni gamais
spt bang nasir budiman dan turino , mengajak kita
bersama menggalang kekuatan untuk mensupport MK agar
menggagalkan UU Migas tsb. Karena pada sisi lain kaki
tangan perusahaan minyak asing dan pihak
berkepentingan lain nya, telah menggalang kekuatan
juga.

sekian dulu dari saya

wassalam

Hendra M
Jkt





            
_______________________________
Do you Yahoo!?
Express yourself with Y! Messenger! Free. Download now. 
http://messenger.yahoo.com


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



                
---------------------------------
 ALL-NEW Yahoo! Messenger - all new features - even more fun!  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke