MODEL-MODEL SEMANGAT KEBANGSAAN (2-selesai)
(bagian kedua-selesai)

Oleh Tangkisan Letug

(Catatan: Dalam bagian kedua ini masih saya muat juga
tiga paragraf akhir dari bagian pertama untuk membantu
pembaca)


Model-Model Semangat Kebangsaan

Untuk meneruskan cita-cita luhur para pendiri bangsa,
di arus globalisasi yang ganas dan siap memangsa siapa
saja yang lemah, kita perlu memiliki ikatan kebangsaan
yang semakin kuat bukan hanya secara asas, tetapi juga
secara praktikal. Kita memerlukan kerangka-kerangka
yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi berbagai
kemajemukan, tanpa melunturkan semangat kebangsaan,
tetapi justru semakin memperluas pemahaman kebangsaan
kita sebagai bagian dari bangsa manusia. Kita perlu
juga menempatkan cita-cita kebangsaan kita dalam
konteks global yang sedang berjuang demi penghormatan
martabat manusia. Untuk itu, pendekatan model terhadap
kebangsaan kita barangkali akan membantu.

Apa yang penulis maksudkan dengan pendekatan model
terhadap semangat kebangsaan kita?  Perkenankanlah di
sini penulis mengutip pandangan Ian G. Barbour tentang
pengertian model. Menurut dia, yang dimaksudkan model
adalah �a symbolic representation of selected aspects
of the behaviour of a complex system for particular
purposes� (Ian G. Barbour: 1964). Dalam pengertian
itu, kita bisa menunjuk unsur-unsur simbolik,
tingkah-laku, dan tujuan tertentu dalam suatu sistem
yang kompleks. 

Untuk keperluan deskripsi model semangat kebangsaan
kita, di sini bisa diangkat unsur-unsurnya, yakni
unsur simbolik, tingkah laku yang diidealkan, dan
tujuan khusus bagi kepentingan pembangunan kebangsaan.
Penulis mengajukan empat model semangat kebangsaan
untuk Indonesia saat ini, yaitu model penjaga
(guardian), model pemelihara (minister), model
penyair, dan model pencipta.

Model Penjaga (Guardian)

Dalam model penjaga ini, semangat kebangsaan
diekspresikan dalam bentuk keberanian menjaga dan
mempertahankan tanah air dengan segala beaya dan
kekuatannya, bahkan dengan keberanian mengorbankan
jiwa raganya. Lalu tingkah laku ideal dari model ini
yang diharapkan adalah disiplin hidup, penuh
keberanian menjalankan tugas, memprioritaskan
pembelaan negara dan bangsa, mempertahankan bangsa
dari segala ancaman asing. Tujuan khusus yang dari
model ini adalah keberlangsungan hidup bangsa dan
warga negaranya. Setiap luka yang mengena bagi bangsa
dan rakyat, adalah juga luka baginya juga. Semangat
ini sangatlah penting dimiliki bagi kekuatan
bersenjata kita, yang menamakan dirinya Tentara
Nasional Indonesia. Kekuatan model ini adalah kesatuan
komando, kekompakan, kekuatan pemaksanya. Tetapi,
kelemahannya adalah kurangnya ciri demokratis dalam
semangat penjaga ini. Sebab, mengidentifikasi musuh
bangsa dan negara selalu menjadi paradigma kerjanya.
Paradigma pertahanan bangsa bisa menjadi kekuatan
destruktif bila ditempatkan dalam konteks membangun
bangsa yang membutuhkan paradigma partisipasi.

Model Pelayan (Minister)

Dalam model pelayan ini, semangat kebangsaan
diungkapkan dalam bentuk pelayanan yang optimal bagi
seluruh masyarakat. Keutamaan dari model pelayan
adalah kejujuran, kesetiaan, kerendah-hatian, dan
keadilan. Sebab, tujuan yang mau dicapai dalam model
pelayan ini adalah pemeliharaan negara dan bangsa
sebagai satuan komunitas yang memperjuangkan cita-cita
bersama. Model pelayan ini sangat cocok bagi mereka
yang ada di jajaran birokrasi pemerintahan, dari
presiden sampai para kepala desa, dan juga di segala
jaringan pelayanan publik. Model ini juga sangat cocok
bagi mereka yang menempati posisi dalam penegakan
keadilan dan hukum. Model pelayan menempatkan
kepentingan publik (rakyat) sebagai yang paling utama.
Masyarakat yang mendapatkan pelayanan publik
seadil-adilnya, sejujur-jujurnya, tanpa adanya unsur
diskriminasi adalah sasaran utamanya. Dalam konteks
pemeliharaan dan pembangunan, model pelayan ini sangat
strategis dalam menentukan keberhasilan. Kelemahan
dari model pelayan ini adalah kecenderungannya merosot
ke dalam bentuk feodalisme, di mana posisinya yang
melayani berubah menjadi posisi menjadi tuan atas yang
dilayani. Birokrasi yang feodal cenderung mengurangi
transparansi dan kejujuran. Akhirnya, yang terjadi
adalah suatu bentuk diskriminasi dalam pelayanan
publik. 

Model Penyair (Profetik)

Model penyair merupakan model semangat kebangsaan yang
memiliki fungsi kritis terhadap negara dan bangsanya.
Inilah yang biasanya disebut fungsi profetik kaum
intelektual, kaum seniman, kaum budayawan, sastrawan
dan penyair. Dalam situasi rezim otoritarian, fungsi
profetik ini sering harus menghadapi penindasan.
Tingkah laku yang diidealkan dalam model penyair ini
adalah sikap kritis terhadap penyelewengan para
pemimpin negara dan setiap warga negara. Sikap kritis
inilah kekuatan model penyair.  Apa yang menjadi
tujuan khusus model penyair ini? Tujuan khusus model
penyair ini adalah perubahan demi kebaikan seluruh
bangsa. Semangat kebangsaan yang diungkapkan dalam
semangat kepenyairan atau profetik yang demikian
adalah seperti cabe rawit yang pedas tetapi
membangkitkan selera, atau bagai cemeti dalam tarian
kudalumping yang membuat para penari kian gegas dan
�trengginas�.  Kelemahan yang bisa muncul dari model
ini adalah kurangnya memberikan jalan solusi praktis.
Suara profetik memang cenderung mengkili-kili, supaya
solusi akhirnya dicari sendiri. Paradigma dalam model
penyair adalah paradigma kesadaran. Artinya,  dari
kesadaran penyair, terungkaplah suatu karya kritik
yang diharapkan pula membangkitkan kesadaran orang
lain pula akan perkara atau sesuatu yang perlu
mendapatkan perhatian.

Model Pencipta (Kreatif)

Model ini tidak kalah pentingnya dengan model-model
yang lain. Dalam model ini semangat kebangsaan
diterjemahkan dalam kerja dan produktivitas. Oleh
karena itu, tingkah laku atau tindakan ideal yang
digambarkan dalam model ini adalah sikap dan tindakan
kreatif. Dalam model pencipta ini semangat kebangsaan
tidak hanya dilihat sebgai sebuah kekuatan masa lalu
yang beku, tetapi menjadi semangat pemacu untuk maju
dan menemukan yang serba baru.  Tujuan dari model ini
adalah memajukan negara dan bangsa dalam segala
levelnya. Model ini sangat cocok bagi kalangan
ilmuwan, peneliti, pengusaha, arsitek dan insinyur,
para pekerja. Semangat inovatif untuk membangkitkan
kebanggaan sebagai satu bangsa menjadi paradigmanya.
Kekuatan dari model ini adalah faktor kreatif dan
inovatifnya yang membuat roda kehidupan berbangsa dan
bernegara ini tidak mandeg. Kelemahan dari model ini
adalah kecenderungannya meninggalkan kepentingan
rakyat yang sehari-hari. Karena fokusnya pada inovasi
dan kreatifitas, dengan beaya apa pun, bahkan dengan
mengorbankan kepentingan dasariah masyarakat seperti
ekonomi mikro,  cita-cita mengembangkan teknologi
tinggi tidak jarang memakan korban masyarakatnya
sendiri.

Akhir Kata

Sebagai akhir tulisan ini, penulis perlu mengakui
keterbatasan dari model-model yang telah digambarkan
di atas. Keempat model itu  hanyalah sekedar bantuan
untuk menerjemahkan kembali semangat kebangsaan yang
diperlukan bagi keberlangsungan pembangunan negara dan
bangsa. Penulis yakin, masih bisa ditemukan banyak
model yang lain, yang barangkali belum terangkum dalam
model-model di atas.

Keempat model di atas tidak dimaksudkan sebagai
model-model yang berdiri sendiri. Satu model tidak
berarti meniadakan atau membuang model yang lain.
Justru dalam pendekatan model terhadap semangat
kebangsaan itu, kita perlu merangkum seluruh model
dalam setiap pilihan kita. Maksudnya, bila TNI kita
telah menganut model semangat kebangsaan dengan model
penjaga, ini tidak berarti bahwa di dalam TNI tidak
ada model-model yang lain. Hanya, di situ memang yang
dominan adalah model penjaga. Justru kalau digunakan
secara ekslusif, model-model di atas akan menjadi
bumerang bagi pembangunan kebangsaan kita sebagaimana
telah terjadi dalam sejarah Rezim Orde Baru yang telah
secara eksklusif menerapkan model penjaga sebagai
satu-satunya bentuk semangat kebangsaan. Akibatnya
telah kita alami sendiri. Kritik tidak mendapatkan
tempat semestinya. Represi merajalela. Akhirnya, rezim
Orde Baru itu pun menuai hujatan rakyat tiada
hentinya. 

Kita tidak ingin terus menerus bangsa terjerembab ke
dalam kecurigaan tanpa purna. 
Untuk itu, deskripsi beberapa model semangat
kebangsaan di atas barangkali bisa membantu kita untuk
menempatkan diri dalam konteks hidup bersama sebagai
satu bangsa. Bila satu lapisan menghidupi semangat
kebangsaan dalam model tertentu, biarlah model yang
lain menjadi unsur-unsur yang pantas pula dihormati
eksistensinya.

Semoga, makin kokohlah ikatan kita sebagai satu
bangsa.

18 Agustus 2004




                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
http://promotions.yahoo.com/new_mail


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke