Memasuki Satu Windu PPI India [1] Oleh: Zamhasari Jamil SEBAGAI seorang mantan Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India periode 2002-2003 dan Sekretaris Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India periode 2003-2004, adalah wajar bila saya selalu mengharapkan agar PPI India senantiasa membawa perubahan kepada hal-hal yang lebih positif dan lebih baik dari periode-periode sebelumnya.
Imam Syafi�i dalam salah satu bait syairnya pernah menyebutkan �Bertualanglah, niscaya engkau akan mendapatkan pengganti yang lebih baik dari yang engkau tinggalkan itu. Karena memang kenikmatan hidup itu hanya akan engkau temukan bila engkau telah sampai ke tujuan.� Inilah salah satu yang memotifasi saya hingga akhirnya saya berhasil menginjakkan kaki ini ke tanah Hindustani, sebuah negeri yang kaya dengan agama dan budaya. Bahkan tak heran bila India juga disebut sebagai negeri �Cradle of Religions.� Karena memang banyak agama-agama yang dilahirkan dari negeri ini. Agama Sikh dan agama Jain adalah untuk menyebut beberapa agama saja. Sebelum saya berkisah lebih jauh tentang dinamika pertualangan saya dalam mencari ilmu dan pengalaman, terlebih dahulu saya akan mengulas kembali kisah-kisah lama saya hingga akhirnya saya bisa berada di India ini. Hari itu, Jumat, 21 Juli 2001, saya yang ditemani oleh Ngah Khairurrazi diantar oleh ayah dan beberapa keluarga yang tinggal di Medan ke bandara Polonia, Medan. Dan Ngah Khairurrazi ini sebelumnya memang saya minta untuk menemani saya sampai di Malaysia. Setibanya di Malaysia, saya dan Ngah Khairurrazi pun berpisah. Ia meneruskan lawatannya ke seluruh wilayah Malaysia dan sayapun akhirnya meneruskan perjalanan saya menuju Indira Gandhi International Airport (IGIA) New Delhi. Di IGIA New Delhi, saya sudah ditunggu oleh beberapa rekan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India, dan mereka itu adalah sdr. Mulyadi Ibrahim, sdr. Jusman Masga, sdr. Asnadi Hasan. Mereka ini adalah manusia-manusia yang telah masuk dalam lembaran sejarah perjalanan saya menuju bumi Hindustani. Saya tiba di India pada pukul 21.00 dan oleh rekan-rekan yang telah menjemput saya ini, saya langsung dibawa ke wisma Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India. Pada sabtu pagi, sdr. Asnadi Hasan pun membawa saya untuk sarapan pagi bersama di sebuah restoran India, namun apa yang saya alami dan saya hadapi ketika itu adalah merupakan suatu panorama terindah dalam hidup saya yang rasanya sulit benar untuk saya lupakan. Apa yang barangkali tak pernah ditemukan, dilihat dan dirasakan ketika masih di Indonesia dahulu, maka di India itu, semuanya pasti akan dijumpai, ditemukan dan dirasakan. Setelah satu minggu �berperam� di wisma PPI India, barulah saya mencari tempat tinggal dan memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan untuk mengikuti pendidikan di Department of Islamic Studies, Jamia Millia Islamia, New Delhi. Selama pengurusan untuk memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk mengikuti pendidikan di Department of Islamic Studies tersebut, saya banyak dibantu oleh sdr. Yaser Amri, yang pada saat itu juga berstatus sebagai mahasiswa program pasca sarjana pada departemen yang sama. Terima kasih bang Yaser. Pada saat yang sama pula, kepengurusan PPI India periode 2000-2001 dibawah kepemimpinan sdr. Ahmad Qisa�i juga sedang berada di penghujung Masa Bhaktinya. Dan tanpa pernah saya duga sebelumnya, bahwa sdr. Nazaruddin Khan yang mengetuai PPI India periode 2001-2002 mengajak saya ikut berperan serta dalam kabinet yang dipimpinnya, tepatnya saya diletakkan sebagai anggota departemen Pendidikan dan Kajian Ilmiah PPI India. Sebagai �anak ingusan� --meminjam istilah Irwansyah-- yang masih seumur jagung di India ini, saya tak bisa berbuat banyak untuk kemajuan PPI India, mengingat saya sendiri juga masih �terkejut badan� ketika menghadapi sistem dan metode pendidikan yang diajarkan di India ini. Ini sungguh luar biasa mengingat sistem dan metode pendidikan di India benar-benar jauh berbeda dengan sistem dan metode pendidikan yang diterapkan di Indonesia selama ini. Sebagai anggota departemen Pendidikan dan Kajian Ilmiah PPI India, saya juga merasa bahwa keberadaan saya di departemen itu �Ada tapi serasa tak ada.� Saya tak tahu apakah ini hanya sebatas perasaan semata, tapi dari beberapa program kerja yang ada pada departemen Pendidikan dan Kajian Ilmiah tersebut, hanya beberapa program kerja saja yang terlaksana. Dan terus terang saja, bahwa saya cukup iri dengan departemen-departemen yang lain yang katakanlah lebih maju dan lebih berjalan program-program kerjannya, sebutlah semisal departemen Olah Raga, Seni dan Budaya. Saya kira ini memang wajar pula adanya, mengingat India sebagai negara yang kaya dengan budaya, maka departemen Olah Raga, Seni dan Budaya PPI India memiliki kesempatan yang besar pula untuk menjalankan semua program kerjanya tersebut. Menjelang akhir kepengurusan PPI India periode 2001-2002, saya mulai mendekati sdr. Nazaruddin Khan, Ketua Umum PPI India yang kala itu juga berstatus sebagai mahasiswa program pasca sarjana pada Department of Commerce, Jamia Millia Islamia. Harapan saya hanya satu: Kiranya saya bisa menduduki posisi sebagai Ketua Umum PPI India pada periode berikutnya. Niat baik saya untuk memperoleh jabatan Ketua Umum PPI India tersebut rupanya tercium oleh sdr. (abangda) Purwarno, mahasiswa pasca sarjana pada Department of English, Jamia Millia Islamia dan sdr. (abangda) Harun al-Rasyid, mahasiswa program doktoral pada Department of Arabic, Jamia Millia Islamia. Dan kedua abangda inilah yang terus-menerus memberikan dukungannya kepada saya yang pada akhirnya dalam Pemilihan Umum Ketua Umum PPI India tahun 2002 itu, saya berhasil menjadi Ketua Umum PPI India periode 2002-2003. Sebelum Pemilihan Umum Ketua Umum PPI India itu dilangsungkan, terlebih dahulu saya terpilih sebagai Ketua Panita Pelaksana Musyawarah Tahunan Anggota (MTA) V tahun 2002, dimana dalam salah satu agenda MTA V itu, saya juga menambahkan acara Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Dalam acara LDK ini, kami mendatangkan Bapak Prof. Dr. Uton Muchtar Rafei sebagai Pembicara yang mengulas tentang �Konsep dan Prinsip Kepemimpinan Modern�. Beliau ini adalah Direktur Regional World Health Organization (WHO) Asia Tenggara. Dan pembicara kedua adalah Dr. Zafarul Islam Khan, Pemimpin Redaksi �The Milli Gazette� yang mengulas tentang �The methodology of writing in the media.� Beliau ini adalah anak Maulana Wahiduddin Khan, seorang tokoh intelektual Muslim yang cukup berpengaruh dan terpandang di India. Dan sejumlah buku-bukunya sudah banyak yang diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. *** (bersambung) Zamhasari Jamil, Mantan Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India; Mahasiswa di Jamia Millia Islamia New Delhi, India. * * * * * Zamhasari Jamil Pelajar Islamic Studies Jamia Millia Islamia, New Delhi India 110 025 E-mail: [EMAIL PROTECTED] Website: http://www.melayuni.cjb.net --------------------------------- Do you Yahoo!? New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages! [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

