Sebagai ex Ketua PPI Austria periode 1968/1971 saya ucapkan selamat pada adik2 di 
India untuk kegiatan Civitas Academica kalian.
 
Mohon tanya, jurusan apakah yang terbanyak dipelajari oleh anggauta2 PPI India?
 
Enver onward never retreat untuk bangsa dan negara!
 
Salam
 
RM Danardono HADINOTO

Zamhasari Jamil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Memasuki Satu Windu PPI India [1]
Oleh: Zamhasari Jamil

SEBAGAI seorang mantan Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India periode 
2002-2003 dan Sekretaris Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India periode 
2003-2004, adalah wajar bila saya selalu mengharapkan agar PPI India senantiasa 
membawa perubahan kepada hal-hal yang lebih positif dan lebih baik dari 
periode-periode sebelumnya.

Imam Syafi�i dalam salah satu bait syairnya pernah menyebutkan �Bertualanglah, niscaya 
engkau akan mendapatkan pengganti yang lebih baik dari yang engkau tinggalkan itu. 
Karena memang kenikmatan hidup itu hanya akan engkau temukan bila engkau telah sampai 
ke tujuan.� Inilah salah satu yang memotifasi saya hingga akhirnya saya berhasil 
menginjakkan kaki ini ke tanah Hindustani, sebuah negeri yang kaya dengan agama dan 
budaya. Bahkan tak heran bila India juga disebut sebagai negeri �Cradle of Religions.� 
Karena memang banyak agama-agama yang dilahirkan dari negeri ini. Agama Sikh dan agama 
Jain adalah untuk menyebut beberapa agama saja. 

Sebelum saya berkisah lebih jauh tentang dinamika pertualangan saya dalam mencari ilmu 
dan pengalaman, terlebih dahulu saya akan mengulas kembali kisah-kisah lama saya 
hingga akhirnya saya bisa berada di India ini. Hari itu, Jumat, 21 Juli 2001, saya 
yang ditemani oleh Ngah Khairurrazi diantar oleh ayah dan beberapa keluarga yang 
tinggal di Medan ke bandara Polonia, Medan. Dan Ngah Khairurrazi ini sebelumnya memang 
saya minta untuk menemani saya sampai di Malaysia. Setibanya di Malaysia, saya dan 
Ngah Khairurrazi pun berpisah. Ia meneruskan lawatannya ke seluruh wilayah Malaysia 
dan sayapun akhirnya meneruskan perjalanan saya menuju Indira Gandhi International 
Airport (IGIA) New Delhi.

Di IGIA New Delhi, saya sudah ditunggu oleh beberapa rekan Perhimpunan Pelajar 
Indonesia (PPI) India, dan mereka itu adalah sdr. Mulyadi Ibrahim, sdr. Jusman Masga, 
sdr. Asnadi Hasan. Mereka ini adalah manusia-manusia yang telah masuk dalam lembaran 
sejarah perjalanan saya menuju bumi Hindustani. Saya tiba di India pada pukul 21.00 
dan oleh rekan-rekan yang telah menjemput saya ini, saya langsung dibawa ke wisma 
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India. Pada sabtu pagi, sdr. Asnadi Hasan pun 
membawa saya untuk sarapan pagi bersama di sebuah restoran India, namun apa yang saya 
alami dan saya hadapi ketika itu adalah merupakan suatu panorama terindah dalam hidup 
saya yang rasanya sulit benar untuk saya lupakan. Apa yang barangkali tak pernah 
ditemukan, dilihat dan dirasakan ketika masih di Indonesia dahulu, maka di India itu, 
semuanya pasti akan dijumpai, ditemukan dan dirasakan. 

Setelah satu minggu �berperam� di wisma PPI India, barulah saya mencari tempat tinggal 
dan memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan untuk mengikuti pendidikan di 
Department of Islamic Studies, Jamia Millia Islamia, New Delhi. Selama pengurusan 
untuk memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk mengikuti pendidikan di Department of 
Islamic Studies tersebut, saya banyak dibantu oleh sdr. Yaser Amri, yang pada saat itu 
juga berstatus sebagai mahasiswa program pasca sarjana pada departemen yang sama. 
Terima kasih bang Yaser. 

Pada saat yang sama pula, kepengurusan PPI India periode 2000-2001 dibawah 
kepemimpinan sdr. Ahmad Qisa�i juga sedang berada di penghujung Masa Bhaktinya. Dan 
tanpa pernah saya duga sebelumnya, bahwa sdr. Nazaruddin Khan yang mengetuai PPI India 
periode 2001-2002 mengajak saya ikut berperan serta dalam kabinet yang dipimpinnya, 
tepatnya saya diletakkan sebagai anggota departemen Pendidikan dan Kajian Ilmiah PPI 
India. Sebagai �anak ingusan� --meminjam istilah Irwansyah-- yang masih seumur jagung 
di India ini, saya tak bisa berbuat banyak untuk kemajuan PPI India, mengingat saya 
sendiri juga masih �terkejut badan� ketika menghadapi sistem dan metode pendidikan 
yang diajarkan di India ini. Ini sungguh luar biasa mengingat sistem dan metode 
pendidikan di India benar-benar jauh berbeda dengan sistem dan metode pendidikan yang 
diterapkan di Indonesia selama ini. 

Sebagai anggota departemen Pendidikan dan Kajian Ilmiah PPI India, saya juga merasa 
bahwa keberadaan saya di departemen itu �Ada tapi serasa tak ada.� Saya tak tahu 
apakah ini hanya sebatas perasaan semata, tapi dari beberapa program kerja yang ada 
pada departemen Pendidikan dan Kajian Ilmiah tersebut, hanya beberapa program kerja 
saja yang terlaksana. Dan terus terang saja, bahwa saya cukup iri dengan 
departemen-departemen yang lain yang katakanlah lebih maju dan lebih berjalan 
program-program kerjannya, sebutlah semisal departemen Olah Raga, Seni dan Budaya. 
Saya kira ini memang wajar pula adanya, mengingat India sebagai negara yang kaya 
dengan budaya, maka departemen Olah Raga, Seni dan Budaya PPI India memiliki 
kesempatan yang besar pula untuk menjalankan semua program kerjanya tersebut.

Menjelang akhir kepengurusan PPI India periode 2001-2002, saya mulai mendekati sdr. 
Nazaruddin Khan, Ketua Umum PPI India yang kala itu juga berstatus sebagai mahasiswa 
program pasca sarjana pada Department of Commerce, Jamia Millia Islamia. Harapan saya 
hanya satu: Kiranya saya bisa menduduki posisi sebagai Ketua Umum PPI India pada 
periode berikutnya. Niat baik saya untuk memperoleh jabatan Ketua Umum PPI India 
tersebut rupanya tercium oleh sdr. (abangda) Purwarno, mahasiswa pasca sarjana pada 
Department of English, Jamia Millia Islamia dan sdr. (abangda) Harun al-Rasyid, 
mahasiswa program doktoral pada Department of Arabic, Jamia Millia Islamia. Dan kedua 
abangda inilah yang terus-menerus memberikan dukungannya kepada saya yang pada 
akhirnya dalam Pemilihan Umum Ketua Umum PPI India tahun 2002 itu, saya berhasil 
menjadi Ketua Umum PPI India periode 2002-2003. 

Sebelum Pemilihan Umum Ketua Umum PPI India itu dilangsungkan, terlebih dahulu saya 
terpilih sebagai Ketua Panita Pelaksana Musyawarah Tahunan Anggota (MTA) V tahun 2002, 
dimana dalam salah satu agenda MTA V itu, saya juga menambahkan acara Latihan Dasar 
Kepemimpinan (LDK). Dalam acara LDK ini, kami mendatangkan Bapak Prof. Dr. Uton 
Muchtar Rafei sebagai Pembicara yang mengulas tentang �Konsep dan Prinsip Kepemimpinan 
Modern�. Beliau ini adalah Direktur Regional World Health Organization (WHO) Asia 
Tenggara. Dan pembicara kedua adalah Dr. Zafarul Islam Khan, Pemimpin Redaksi �The 
Milli Gazette� yang mengulas tentang �The methodology of writing in the media.� Beliau 
ini adalah anak Maulana Wahiduddin Khan, seorang tokoh intelektual Muslim yang cukup 
berpengaruh dan terpandang di India. Dan sejumlah buku-bukunya sudah banyak yang 
diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. *** (bersambung) 

Zamhasari Jamil, Mantan Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India; 
Mahasiswa di Jamia Millia Islamia New Delhi, India. 



* * * * *
Zamhasari Jamil
Pelajar Islamic Studies
Jamia Millia Islamia, New Delhi
India 110 025
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website: http://www.melayuni.cjb.net









---------------------------------
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!

[Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links






                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke