Seneng aku bacanya.......menopo panjenengan asli kokap wates yogyakarta masih di 
philiphene ?
 
Salam 
 
Bintang kasih

Tangkisan Letug <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dari Pementasan "Republik Togog" Teater Koma 
Ketika Kebajikan Hilang Kekacauan pun Terjadi

HUMOR adalah sebuah sketsa vibrasi keluhan dan potret
sosial masyarakat (bahkan juga situasi perpolitikan
nasional). Ia menjadi satire, sebuah arena kegetiran
yang coba ditumpahkan ke dalam fantasi senyum. Ia
menjadi medan penumpahan emphasis (tekanan) keseriusan
untuk disatirkan. Tentunya, latar belakang kehadiran
humor karena adanya friksi sosio-kultural dan
sosio-politis yang menggumpal. Itulah sesungguhnya
yang hendak disampaikan Teater Koma dalam pementasan
"Republik Togog" di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ),
mulai 28 Juli hingga 6 Agustus mendatang.
Togog itu sebenarnya bukan siapa-siapa. Ia hanya
rakyat biasa yang dipenuhi ambisi untuk menguasai
Kerajaan Amarta. Anehnya, penyamaran Togog menjadi
resi (ahli agama- red.) tak disadari oleh Raja Amarta,
Samiaji. Sebaliknya, Samiaji--putra spiritual Batara
Darma, dewa paling bijak di Khayangan--menuruti apa
pun yang diperintahkan, termasuk menjadikan adik
tirinya, Sadewa (salah satu dari lima pandawa),
menjadi tumbal dengan alasan untuk kemakmuran negeri.
Samiaji seperti "kerbau dicocok hidung". Pun demikian
halnya dengan Dewi Kunti (ibunda Samiaji). Puncaknya,
Samiaji berniat menjadikan Tejamantri sebagai putra
mahkota sekaligus menjadikannya sebagai suami Roro
Parwita, putri angkat Samiaji.
Sayangnya, saat gonjang-ganjing itu bermula, para
penasihat spiritual pandawa, yakni Kresna dan Betara
Ismaya alias Semar, tengah tak berada di Amarta.
Keduanya hilang lejam, tak tentu rimbanya.
Gonjang-ganjing itu semakin parah menyusul campur
tangan Betari Durga, sosok jahat yang menginginkan
kecantikan untuk kemudian merayu Arjuna. Melalui
pelayan setianya Kalika, Durga berhasil menghasut
Samiaji agar mau menjadikan Sadewa sebagai tumbal.
Alasannya setali tiga uang dengan yang diumbar Togog,
demi kemakmuran negeri Amarta. Padahal, sesungguhnya,
tumbal itu semata-mata dilakukan sebagai syarat agar
Betari Durga mendapatkan kembali kecantikannya.
Sebenarnya, kejanggalan demi kejanggalan itu sudah
dirasakan oleh sejumlah penghuni istana, seperti
Limbuk (pelayan Drupadi), Drupada (ayah Drupadi
sekaligus mertua Samiaji), dan Raden Gatutkaca. Sekali
lagi, Samiaji memang sudah benar-benar kehilangan akal
sehatnya. (Sepertinya ia memang seorang raja yang tak
pernah belajar dari kesalahan masa lalu, khususnya
saat diliciki Sakuni dalam permainan dadu yang
memalukan). Ia seolah menutup kuping terhadap semua
nasihat dari para bijak di istana. Dalam hitungan
hari, Tejamantri dan Betari berhasil menguasai
kerajaan.
Alhasil, berita gonjang-ganjing itu sampai juga ke
Kelurahan Karang Tumaritis, tempat di mana para
panakawan, Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong,
bermukim. Kepedulian kepada nasib bangsa akhirnya
membawa para panakawan itu mengunjungi Kerajaan
Amarta. Meski rakyat biasa, "titah" Semar punya tuah.
Apalagi, kala itu, Semar turut dibantu Sri Kresna yang
sekaligus penasihat spiritual Pandawa Lima. Samiaji
dan Dewi Kunti pun berhasil kembali disadarkan.
Penyamaran Togog bisa dibongkar. Dan, Roro Parwita
dikembalikan kepada kekasihnya, Raden Ariadewa --
putera mahkota Kerajaan Girikencana.
**
SEPERTI biasa, Nano mengemas lakon itu dengan humor.
Ya, sebuah humor yang matang. Tidak hanya joke-joke
ringan, kelugasan wajah, dan gerakan verbalistik yang
memancing tawa. Alhasil, humor yang disajikan Teater
Koma, tadi malam, mampu meregum piranti kecerdasan
sekaligus kejeniusan seorang Nano Riantiarno, sang
sutradara. Ia demikian piawai mengakumulasikan energi
psikis yang memang diharapkan khalayak penonton.
Dalam produksi teaternya yang ke-103 itu, Nano
menyajikan sebuah "penafsiran kembali" lakon wayang
yang disebutnya sebagai carangan, versi, atau
sempalan. Buktinya, Nano berhasil mengubah sosok
Betari Durga yang ganas sekaligus kejam menjadi sosok
gemulai yang kebanci-bancian. Ia berhasil mengubah
Gatutkaca yang ksatria santun dan hemat bicara menjadi
sosok yang berkepribadian Batak. Ia pun
"mengacak-acak" sosok para panakawan menjadi orang
Tegal, Jawa, Betawi, dan Sunda.
Sayangnya, lakon itu terasa terlalu panjang. Adegan
verbal (dan juga serius) para penghuni istana dirasa
amat menjemukan. Meskipun, sebenarnya tak ada yang
salah jika dilihat dari faktor penguasaan panggung
Cornelia Agatha (Roro Parwita), Ratna Riantiarno (Dewi
Kunti), Sriyatun Arifin (Drupadi), Salim Bungsu
(Kresna), maupun puluhan pemain lainnya. Untungnya,
Nano berhasil menyulap lakon panjang itu menjadi
"berwarna" menyusul kehadiran sosok jenaka dalam diri
Limbuk (Tuti Hartati), Gatutkaca (Vincentius Ramco
Sinaga), maupun para panakawan. Meski tak sering,
pengunjung tampak selalu menunggu kehadiran
gerak-gerik dan ucapan konyol mereka.
Tema tunggal yang hendak disampaikan Teater Koma lewat
"Republik Togog" itu adalah sesungguhnya manusia tak
lebih dari wayang yang digerakkan oleh dalang. Manusia
tak berdaya karena memang alur cerita bukan milik
manusia. Sebagai wayang, tentu garis nasib berada di
tangan dalang. Akan tetapi, terkadang manusia tinggi
hati dan sering "kerasukan". Merasa lebih dari dalang,
manusia menganggap diri berkuasa.
Pada episode "Republik Togog", kedua tokoh panutan
Lima Pendawa itu menghilang. Tak heran, jika berbagai
kekuatan jiwa para satria jadi melemah. Jika lakon
tersebut hendak dijadikan metafora zaman, mungkin akan
timbul dua pertanyaan "apakah sesungguhnya Indonesia
kehilangan Semar dan Kresna?" lalu "mengapa?" Soalnya,
meskipun kemudian kedua tokoh itu hadir (dan
menyelesaikan masalah di Amarta), peristiwa itu tetap
bagaikan sebuah mimpi. Pemunculan kedua tokoh itu
hanya sebuah "bonus maya" dalam suasana keputusasaan.
Hanya setitik harapan, saat gonjang-ganjing
berlangsung terlalu lama. 
Togog itu ada di mana-mana. Dia mungkin masih
menyelusup, menyihir, sekaligus memprovokasi. Ia
menjelma sebagai politisi. Ia menjelma dalam sosok
pejabat. Bahkan, ia menjelma menjadi ulama. Tak heran,
jika kemudian kekacauan itu selalu
ada.(Hazmirullah/"PR")***

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0704/29/0104.htm
29 Juli 2004




            
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter now.

[Non-text portions of this message have been removed]




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke