Memasuki Satu Windu PPI India [2] Oleh: Zamhasari Jamil TERPILIHNYA saya sebagai Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India periode 2002-2003 tersebut benar-benar merupakan tantangan yang sangat besar sekali bagi saya. Ada beberapa hal yang membuat saya merasa tertantang dengan jabatan ini. Pertama, saya adalah mahasiswa baru di India. Hal ini tentunya membuat saya merasa terpanggil untuk mengenal lebih jauh bagaimana cara pandang dan cara gaul rekan-rekan mahasiswa dan mahasiswi yang ada di India. Ini perlu, mengingat bila kita tak mampu mengenal suasana dan situasi di lingkungan kita, maka, adalah sulit bagi seorang pemimpin untuk menjalankan semua pogram-program kerja organisasi yang dicanangkannya.
Adapun tantangan yang kedua yaitu, saya belum begitu dikenal luas oleh rekan-rekan mahasiswa dan mahasiswi yang sedang belajar di India, apalagi oleh masyarakat Indonesia di India. Meski kemasyhuran seseorang itu bukanlah merupakan jaminan untuk mencapai keberhasilan bagi seorang pemimpin dalam menjalankan tugas keorganisasian, tapi setidaknya hal ini sangat membantu sekali bagi seorang pemimpin tersebut dalam bergaul dan berinteraksi dengan masyarakat yang berada di sekitarnya. Itulah sebabnya, saya selalu mengajak rekan-rekan semua untuk saling mengenal dan saling bersahabat, mengingat perkenalan dan persahabatan itu juga akan membawa serta membuka pintu-pintu rezeki bagi mereka yang senantiasa menjaga persahabatan itu. Sebelum saya mencurahkan semua kenangan saya selama menjabat Dewan Pimpinan PPI India selama periode 2002-2003 dan periode 2003-2004, terlebih dahulu saya akan bercerita tentang bagaimana respon dari rekan-rekan mahasiswa dan mahasiswi Indonesia dan masyarakat Indonesia pada umumnya terhadap saya yang terpilih sebagai Ketua Umum PPI India periode 2002-2003 tersebut. Karena memang Pemilu Ketua Umum PPI India itu dilaksanakan sebelum pelaksanaan HUT RI ke-57 tahun 2002, maka wajar saja bila setelah acara HUT RI ke-57 yang dilaksanakan di lapangan utama KBRI New Delhi tersebut, saya juga menerima ucapan selamat dari rekan-rekan mahasiswa dan mahasiswi serta sebagian masyarakat Indonesia di India saat itu. Di saat itulah, saya merasa bahwa kehadiran saya sebagian Ketua Umum PPI India telah dilihat dan dikenal di kalangan rekan-rekan mahasiswa dan mahasiswi Indonesia. Saya memang mengakui bahwa saya juga termasuk tipe manusia yang pasif dalam bergaul dan bersahabat. Tapi bila saya sudah mengenal seseorang, maka karakter asli saya akan muncul apa adanya. Bahkan, sering saya salah kaprah dan menempatkan sesuatu itu bukan lagi pada tempatnya. Sehingga tipe saya yang suka berhumoria akan muncul kapan dan dimana saja, meski tak jarang dalam forum resmipun sifat saya yang satu ini akan terbawa-bawa. Sungguhpun demikian, saya tetap akan berbesar hati untuk menerima teguran dan kritikan bila ada yang mau mengingatkan saya dan memperbaiki kesalahan saya yang satu ini. Disamping memegang amanah sebagai Ketua Umum PPI India, saya juga merasa tertantang dengan urusan kuliah saya. Mengingat kuliah ini adalah tujuan utama saya datang ke India ini. Tapi, saya tetap memegang prinsip bahwa bila saya merasa mampu, mengapa saya tak mencobanya. Itulah sebabnya, kesempatan emas bagi saya untuk menduduki posisi Ketua Umum PPI India tersebut tak saya tolak, karena saya menyadari bahwa: �Kesempatan tak akan pernah datang untuk kedua kalinya.� Meskipun saya mengakui bahwa tujuan utama saya datang ke India ini adalah untuk belajar dan kuliah, tapi saya tetap merasa terpanggil untuk mengutamakan PPI India. Sebenarnya tindakan saya ini salah, dimana seharusnya saya harus bisa bersikap tegas supaya kedua-duanya berjalan lancar. Kuliah sukses dan PPI India beres. Ketika saya menjabat posisi Ketua Umum PPI India, secara bersamaan saya juga sedang menjalani kuliah saya pada tahun kedua. Beberapa bulan setelah PPI India periode 2002-2003 berjalan, maka tibalah bulan Ramadhan. Dalam mengisi kegiatan bulan Ramadhan ini, PPI India juga terlibat aktif dalam meramaikan musholla Baiturrahman KBRI New Delhi. Karena memang pada bulan Ramadhan ini saya tinggal di wisma PPI India yang lebih dekat dengan posisi musholla Baiturrahman KBRI New Delhi bila dibandingkan dengan apartemen saya yang tentunya lebih dekat pula dengan kampus saya, dan setelah didukung oleh suasana musim dingin di India tahun 2002 itu, maka sempurnalah alasan saya untuk meninggalkan kuliah. Oleh karena saya banyak meninggalkan kuliah, maka menjelang ujian tahunan kedua itulah saya menyadari bahwa saya tak hanya disibukkan oleh urusan mengejar pelajaran yang banyak tertinggal, tapi saya juga disibukkan oleh urusan untuk mengejar kehadiran yang merupakan syarat utama untuk bisa mengikuti ujian di India ini. Memang kehadiran di setiap mata kuliah yang diajarkan merupakan syarat utama bagi setiap mahasiswa dan mahasiswi untuk bisa mengikuti ujian tahunan di mayoritas univeritas-universitas di India, termasuk salah satunya di kampusku Jamia Millia Islamia, New Delhi ini. Sebagai balasan balik dari kelalaian saya dalam memenuhi kewajiban utama saya dalam berkuliah-ria ini, maka dalam pelaksanaan ujian tahunan kedua itu, hampir dalam setiap bidang studi, saya memperoleh nilai yang minimal. Hanya beberapa mata kuliah saja, saya memperoleh nilai yang memuaskan. Meskipun saya lulus untuk meneruskan kuliah saya ke tahun ketiga, tapi saya masih menyisakan sedikit kekecewaan, bahwa jatuhnya nilai saya pada tahun kedua tersebut, bukan berarti saya tak mampu, tapi saya telah terbuai oleh masa dan waktu. Sungguhpun demikian, semua kekecewaan saya melihat hasil ujian tahun kedua terobati sudah, ketika saya mampu memperbaikinya pada ujian tahunan ketiga yang dilaksanakan pada April hingga Juni 2004 lalu. Sungguhpun demikian, saya masih tetap berhutang satu mata kuliah lagi, dimana saya harus mengikuti ujian ulangan pada beberapa bulan mendatang. Adapun tantangan ketiga bagi saya dalam menjabat Ketua Umum PPI India itu adalah bahwa PPI India pada periode itu sudah tak memiliki sumber keuangan yang pasti. Sungguhpun demikian, program-program kerja PPI India tetap bisa dilaksanakan sebisanya. Apalagi pada yang saat yang sama, rekan-rekan PPI India juga disibukkan oleh urusan kuliah masing-masing mengingat kehadiran tadi merupakan syarat utama dalam mengikuti ujian, tapi rekan-rekan yang sangat peduli dan mengerti dengan PPI India tetap bersedia membantu menjalankan program PPI India. Terima kasih ya rekan-rekan semua. [New Delhi, 20 Agustus 2004] (bersambung) * * * Zamhasari Jamil, Mantan Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India; Mahasiswa di Jamia Millia Islamia New Delhi, India. * * * * * Zamhasari Jamil Pelajar Islamic Studies Jamia Millia Islamia, New Delhi India 110 025 E-mail: [EMAIL PROTECTED] Website: http://www.melayuni.cjb.net __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

