http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-127%7CX Kamis, 19 Agustus 2004 Otoda Memungkinkan Angka Kematian Ibu Meningkat Jurnalis : Eko Bambang S Jurnalperempuan.com - Jakarta. Pelaksanaan otonomi daerah yang sedang berlangsung saat ini memungkinkan meningkatnya Angka Kematian Ibu (AKI). Kemungkinan ini terjadi mengingat komitmen pemerintah untuk mengurangi angka kematian cukup rendah dan hanya berorientasi pada proyek saja. Bila komitmen di tingkatkan nasional saja rendah, apalagi komitmen di tingkatan daerah. Disamping itu juga masalah perspektif tentang pentingnya diperhatikan bahaya kematian ibu saat melahirkan ini tidak dipunyai oleh aparatur-aparatur pemerintah, baik ditingkat pusat maupun daerah. Demikian pendapat Dr. Kartono Mohammad yang disampaikan dalam seminar Nasional tentang �Tingginya Angka Kematian Ibu di Indonesia: Suatu Tragedi Kemanusiaan�, yang diselenggarakan oleh Yayasan Kesehatan Perempuan dan Ford Foundation di Hotel Kemang Jakarta (Kamis,19/08/04).
Menurut Kartono, sejauh ini belum ada data mengenai AKI ini dapat dikatakan pasti. Data tersebut sangat bervariasi tergantung pada cara pendataan yang dilakukan. Namun demikian secara umum data tentang AKI masih menunjukkan jumlah yang cukup tinggi. Informasi dari Azrul Azwar dari Departemen Kesehatan misalnya menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu adalah 307/100.000 kh (SDKI 2002) yang berarti setiap jam ada 2 kematian ibu, setiap hari ada 50 kematian ibu, setiap minggu ada 352 kematian ibu, setiap bulan ada 1.500 kematian ibu dan setiap tahunnya ada 18.300 kematian ibu. Sebuah data yang ditunjukkan Kartono yang diambil dari UNDP menunjukkan angka 650/100.000 kh dari tahun 1980-an hingga tahun 1997. Sementara itu UNFPA pada tahun 2004 ini mengeluarkan data bahwa satu dari 41 ibu hamil di Indonesia menghadapi resiko mati. Masih tinggingnya angka kematian ibu menurut Kartono disebabkan oleh tiga hal yang paling mendasar pertama masalah angka-angka yang menunjukkan kematian ibu sejauh ini hanya menyentuh bagian permukaan. Kedua, masalah kesehatan dan kematian perempuan ini selama ini belum menjadi sebuah masalah yang penting baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah indikator seperti tidak masuknya AKI ini dalam perumusan indikator kesejahteraan rakyat sejak. Dari tahun 1970 sampai tahun 2000 AKI yang tinggi tidak menjadi target spesifik dari Sistem Kesehatan Nasional. Indikator lain dari masalah ini adalah tidak adanya program yang ditujukan untuk mengatasi kematian ibu yang berkaitan dengan kehamilan meskipun penyebab (klinis) sudah diketahui. Ketiga adalah pelayanan kesehatan bagi perempuan hamil yang buruk. Indikator ini dapat dilihat dari penempatan sejumlah bidan di sejumlah desa sejauh ini belum pernah dievaluasi dampaknya seperti apakah antenatal care meningkat, apakah komplikasi persalinan sudah dapat dideteksi sejak persalinan dini dan sebagainya. Disamping itu berbagai kesiapan seperti apakah dokter Puskesmas telah dilatih atau dibekali mengatasi AKI, seberapa jauh darah transfusi siap di lokasi terpencil dan seberapa jauh tempat rujukan juga siap adalah berbagai hal yang juga penting dijadikan indikator. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

