20 Agustus 2004 17:32 http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/20/index.html <http://www.suarapembaruan.com/News/2004/08/20/index.html> SUARA PEMBARUAN DAILY _____
Koalisi Besar Susah Berantas KKN JAKARTA - Pengamat politik Eep Saefulloh Fatah mengingatkan, koalisi besar dari partai politik (parpol) yang besar akan membuat pemerintahan menjadi tambun dan akhirnya akan susah memberantas KKN. Hal itu bisa terjadi karena ketika akan menindak satu pihak yang melakukan KKN, tidak mungkin direalisasi karena yang terkena justru anggota yang masuk dalam satu tim koalisi tersebut. "Susah memberantas KKN, mau menyikut sedikit tidak jadi karena yang terkena teman koalisi, mau bertindak tegas gagal juga karena yang akan ditindak teman sendiri. Akan menyikat bersih satu kelompok, eh nggak jadi karena yang mau disikat tersebut teman sendiri. Sulit memberantas KKN karena di samping kiri, kanan, depan, belakang itu semuanya temen sendiri sehingga nggak akan bertindak apa-apa," kata Eep dalam diskusi yang mengambil tema "Menimbang Mega-SBY", di Jakarta, Kamis (19/8). Berkaitan dengan peluang antara SBY dan Megawati, Eep menilai semuanya masih sangat tergantung dari kerja kedua tim sukses mereka untuk melaksanakan program kerja menggalang dan memanfaatkan semua peluang yang dimiliki masing-masing kubu mulai sekarang hingga 20 September mendatang. Dalam waktu yang tersisa inilah kepiawian masing-masing diuji. Memang, tambah Eep, kalau menghitung dengan menggunakan perhitungan statistik, maka permainan sudah selesai hari ini dengan adanya koalisi kebangsaan dari empat parpol, yaitu Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Damai Sejahtera. Dengan menjumlah perolehan suara dari partai yang terlibat dalam koalisi ini sudah tercapai lebih dari lima puluh lima persen. Namun sekali lagi ini bukanlah matematika sederhana, persoalan ini jauh lebih rumit. Koalisi besar yang dijalin Megawati ini dapat memperbesar mesin politik partai, tetapi justru bisa menjadi senjata bagi SBY untuk menghantam Megawati. Hal itu terjadi karena dengan koalisi besar ini masyarakat dapat dibawa kembali ke masa lalu yaitu kembalinya statusquo dan perlunya perubahan. Jika SBY mampu dan berhasil mengelola isu statusquo ini dengan baik, bisa dipastikan itu akan dapat diterima masyarakat dan SBY menjadi presiden mendatang. "Namun bisa jadi sebaliknya," katanya. Berkaitan dengan Deklarasi Koalisi Kebangsaan, Ketua GP Ansor Munawar Fuad dalam diskusi yang mengambil tema "Kemana Suara NU Menuju?" mengatakan, pada Pemilu Presiden putaran pertama yang lalu, faktanya di wilayah basis NU yang ada di Jawa Timur, pasangan SBY-Kalla meraih kemenangan. "Isu-isu yang ditebar untuk mendiskreditkan SBY tidak mempan dan sama sekali tidak mempengaruhi pemilih NU," kata Fuad. Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Mohammad Mahfud MD mengatakan, pimpinan NU harus hati-hati dan tidak perlu ikut dalam politik praktis karena itu akan merugikan NU sendiri untuk jangka panjang. NU ini merupakan satu lembaga inspiratif dan karena itu biarlah PKB sebagai partainya orang NU menyerap aspirasi yang ada di kalangan warga NU. "Memang faktanya dalam pemilu yang lalu, banyak suara warga NU yang memilih SBY. Rakyat sekarang makin pintar dan mereka tidak mudah dipengaruhi," katanya. (M-11) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

