Salam,
 
Ada satu hal penting yang belum pernah saya dengar di India ini yaitu mengenai 
"suap-menyuap" untuk bisa memasuki sebuah universitas. Sebab selama ini di Indonesia 
sering terjadi "pilih-kasih" untuk bisa memasuki sebuah universitas, lebih-lebih 
universitas ternama di Indonesia. Bila seorang anak pejabat ingin meneruskan 
pendidikannya di universitas manapun yang disukainya, maka pihak sekolah atau 
universitas akan langsung menerimanya. Dan kalaupun ada ujian masuk, itu hanyalah 
sebatas formalitas saja.
 
Berbeda dengan yang terjadi di India, siapapun boleh mengenyam pendidikan, asal ia 
memiliki otak yang cemerlang, maka ia berhak untuk berkompetisi dengan siapapun, baik 
itu anak pejabat, anak petani, akan pedagang ataupun anak penarik becak. Sayangnya di 
Indonesia tersebut, anak-anak yang memiliki interest yang kuat untuk belajar itu 
kadangkala berasal dari keluarga menengah kebawah. Tapi apa daya yang hendak dikata, 
meski otak brilian, kalaupun uang tidak ikutan "brilian" pula, maka selamat mengurung 
niat baik anda untuk meneruskan pendidikan. 
 
Satu hal lagi, budaya orang kaya Indonesia yang mau memberikan bantuan pendidikan 
kepada anak-anak miskin Indonesia untuk bersekolah hingga ke jenjang yang lebih 
tinggi, masih jarang untuk kita temukan di Indonesia. Di India, masyarakat India yang 
sudah sukses di Luar Negeri (NRIs) tersebut benar-benar sangat peduli dengan 
pendidikan masyarakat India yang masih tergolong miskin. Bagi mereka, biar secara 
ekonomi mereka masih miskin, tapi mereka berupaya untuk kaya secara intelektual dan 
otak. Sebab, bila otak kaya, maka kekayaan ekonomi pasti akan menyusul, tapi bila yang 
kaya adalah ekonomi, sedangkan otak masih miskin, maka tunggulah kemiskinan ekonomi 
itu akan menyusul pula. Artinya SDM kita perlu untuk dibenahi dan dibenahi lagi.
 
Wassalam,
 
IzaM -
 
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/21/humaniora/1220468.htm

 
bambang wisudo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Humaniora Sabtu, 21 Agustus 2004 

Pendidikan Tinggi di India
Bersahaja, Murah, Reputasi Mendunia 

KETIKA media di Indonesia sibuk memberitakan protes terhadap pungutan di 
sekolah-sekolah negeri yang melambung tinggi, penolakan komersialisasi Kampus Institut 
Pertanian Bogor, dan protes mahasiswa Universitas Indonesia terhadap uang masuk yang 
sampai belasan juta rupiah, koran-koran India mengangkat cerita anak penarik becak, 
Vaishali Wankhede, di halaman satu seperti layaknya seorang pahlawan.

VAISHALI tinggal di kawasan kumuh di Kota Nagpur, India. Ayahnya dan seorang kakak 
laki-lakinya penarik becak, kakak laki-laki lainnya tukang tambal ban, dan ibunya 
tukang cuci. Di tengah kemiskinan itu, Vaishali dinyatakan lolos tes masuk sekolah 
kedokteran dengan skor 84 persen. Keberhasilan itu merupakan sebuah keajaiban. Sebagai 
anak orang miskin, Vaishali tidak mungkin mengikuti bimbingan tes yang biayanya 
melangit, jauh lebih tinggi daripada biaya kuliah itu sendiri.
.........................

Sejauh bicara pendidikan tinggi, prestasi India cukup gemilang. (P BAMBANG WISUDO)


* * * * *
Zamhasari Jamil
Pelajar Islamic Studies
Jamia Millia Islamia, New Delhi
India 110 025
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website: http://www.melayuni.cjb.net
 
 






__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke