Saya bukan ahli ekonomi hanya sebagai orang biasa saja. Tetapi logikanya begini, andai ada sebuah wadah yang disekat. Bagian sekat pertama berisi larutan pekat dan bagian sekat kedua berisi larutan encer. Jika sekat dibuka otomatis larutan yang pekat akan merembes (istilah kerennya kalau tidak salah difusi) ke yang encer sampai terjadi keseimbangan kepekatan sehingga kepekatan di wadah tersebut menjadi sama. Nah begitu juga ekonomi, kalau sekatnya dibuka, cepat atau lambat maka uangnya akan merembes, begitu juga penganggurannya.
Supaya rakyat Indonesia lebih cepat pandai, orang-orang pandai kalau bisa merembeskan ilmunya ke yang belum pandai. Teknologi seperti internet, juga dapat mempercepat perembesan tersebut. Namun ingat, bukan perembesan esek-esek lho, kalau yang atu ini harus disekat. --- Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mas Sandy, kalau anda hidup didekat Jerman, dan > mengikuti perkembangan hampir tiap jam di TV dan > media, wahhh ngiris.... > > Pemerintah Sosial demokrat, yang tradisinya adalah > dekat rakyat yang terpinggirkan (SPD), malah > nyelonong mengekor partai konservatif yang opoisisi, > dan menjalankan politik ramah pasar. > > Saya yang pernah hidup di Jerman empat tahun > ditengah masa keemasan, selalu harus geleng kepala, > sulit percaya ini Jerman yang sama. Tingkat > kemakmuran sudah dilkewwati nergara2 kecil seperti > Austria dan Luxemburg. > > Perkembangan ekonomi yang anjlog ke jurang ini, > dimulai dengan penyatuan Jerman barat dan timur > setelah ambruknya komunisme di Eropa, 1989. > Pengangguran berat di Jerman timur menghisap jerman > barat untuk turut terjun bebas.. > > Mula2 mereka menyangka, angka penangguran yang > tinggi itu akan dapat diturunkan perlahan lahan, > maklum bangsa PD dan GR. Tetapi bersamaan dengan > penyatuan Jerman, maka angka penangguran membeku, > malah sedikit demi sedikit menanjak. > > Kini dengan naikyna harga minyak dipasar dunia, > disekitar 40an $ per barrel, dimana patokan sehat > disekitar 28 $, maka masalah ini makin tak teratasi. > > Perusahaan2 Jerman sendiri, seperti Siemens malah > mengancam untuk hengkang. > > Salam > > RMDH > > > > > > Sandy Dwiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sebagai perbandingan untuk negara kita bahwa sejak > bertahun-tahun pemberitaan mengenai Jerman di bidang > ekonomi hampir selalu negatif. Angka pengangguran > yang > melebihi 10 persen sudah sangat tinggi. Betapa pun > besarnya harapan tetapi tingkat pertumbuhan ekonomi > tetap berada di bawah satu persen. Reformasi sistem > sosial seperti asuransi kesehatan dan jaminan hari > tua > berjalan alot. Dan di Eropa, Jerman yang dulu > merupakan salah satu negara utama telah merosot ke > belakang. > > ======================================================= > > Defisit anggaran Jerman mendekati empat persen > > Oleh: Sybille Golte > > Saat ini merupakan masa yang tidak menggembirakan > Menteri Keuangan Hans Eichel sebab utang baru Jerman > jauh melebihi apa yang direncanakan pemerintah. > Dalam > paruhan pertama tahun ini defisit negara mencapai > empat persen, walaupun pemerintah telah menjalankan > berbagai langkah penghematan. > Penyebabnya mudah diketahui, konjuktur sedang lesu > sehingga tidak dapat diciptakan lapangan kerja baru. > Bantuan sosial bagi para penganggur tetap tinggi dan > pada saat bersamaan warga Jerman memilih untuk > menabung dan bukan membelanjakan uangnya untuk > menggerakkan lagi konjunktur. > Walaupun demikian defisit anggaran sebanyak empat > persen, boleh diimpikan oleh banyak negara di dunia. > Di AS misalnya, defisit berkisar pada lima persen > dan > perekonomiannya berkembang, sehubungan dengan > besarnya > pengeluaran negara. Hal serupa itu nampaknya tidak > diinginkan terjadi di Eropa. > Dalam kerangka Perjanjian Maastricht, negara-negara > anggota UE mewajibkan diri untuk menekan hutang > negara > tidak melebihi tiga persen dari produk domestik > bruto, > agar tidak membahayakan stabilitas mata uang bersama > Eropa. Siapa yang tidak mampu harus memperhitungkan > denda yang tinggi. Justru Jerman yang dulunya > menjadi > contoh dan salah satu pencetus gagasan Kriteria > Maastricht, tahun lalu pun merupakan negara pertama > yang dituding, disusul dengan Perancis. Boleh > dikatakan pada detik terakhir, menteri keuangan > Jerman > dan Perancis berhasil berkelit dari sanksi yang > mengintai. > Tetapi Menteri Eichel tidak akan semudah itu untuk > berkelit kedua kalinya. Oleh sebab itu ia berusaha > memperkecil masalah yang dihadapi. Ia masih tetap > menumpu harapan pada neraca tahunan karena > angka-angka > yang ada sekarang hanya berasal dari paruhan pertama > tahun ini. Sampai tahun depan ia ingin mencapai > batas > defisit tiga persen. Janji yang sudah sering > dikemukakannya tetapi tidak pernah dapat ditaati. > Mustahil kiranya, bahwa kali ini ia akan berhasil > karena kondisi ekonomi di Jerman masih tetap buruk. > Hampir tidak ada yang memperhitungkan bahwa jumlah > penganggur akan dapat cepat berkurang disebabkan > proyek-proyek pembaruan yang direncanakan > pemerintah, > tidak disambut oleh masyarakat. Setiap minggu > terdapat > demonstrasi baru menentang peraturan baru dan > dikuranginya tunjangan pengangguran. Karena kurun > waktu sampai pemilu berikutnya tidak terlalu lama > lagi > maka dapat diduga bahwa pemerintah Jerman yang > dipimpin oleh Partai Sosial Demokrat SPD, mungkin > akan > memperlunak kebijakan penghematan yang ketat. > Tetapi sebenarnya hampir semua negara Eropa > menghadapi > masalah struktural yang merintangi kenaikan > konjunktur > dalam waktu singkat sehingga dalam kesempatan > berikutnya bila kembali ditarik neraca dan dilakukan > pengkajian apakah kriteria defisit di Eropa itu > ditaati akan terbentuk lagi front negara-negara yang > melanggarnya menentang sanksi yang mengintai. > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > protection around > http://mail.yahoo.com > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat > Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in > Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA > (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg > akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: > [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: > [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: > [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT > > > --------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the > Yahoo! Terms of Service. > > > > --------------------------------- > Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB > kostenlosem Speicher > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

