Hari Minggu tanggal 29 Agustus 2004, pemerintah baru
India dibawah pimpinan Perdana Menteri Manmohan Singh
tepat seratus hari menjalankan tugasnya, menggantikan
pemerintahan partai Hindu Nasionalis BJP. Setelah
Partai Kongres meraih kemenangan secara mengejutkan,
sejumlah besar warga India meragukan, apakah
pemerintah yang juga didukung Partai Komunis akan
dapat mengembangkan profil baru dibidang politik
ekonomi dan sosial?
=======================================================
27.08.2004
Seratus Hari Pemerintahan Perdana Menteri India
Manmohan Singh
Oleh: Friedemann Schlender
Pertanyaan kelompok yang skeptis pada awal masa
jabatan Perdana Menteri Manmohan Singh adalah sejauh
mana pemerintah minoritas Partai Kongres yang secara
tidak langsung didukung Partai Komunis dapat
menciptakan kestabilan? Siapa yang mencemaskan bahwa
dalam waktu dekat kebijakan yang akan ditempuh
mengarah kepada cita-cita negara sosialis yang
dijalankan mantan Perdana Menteri Nehru akan lebih
jelas diketahui dihari-hari mendatang. Sementara itu
diyakini akan terus berlanjutnya proses liberalisasi
ekonomi India berdasarkan pengalaman Perdana Menteri
Manmohan Singh, ketika menjabat Menteri Keuangan dari
tahun 1991 sampai 1996. Waktu itu ia mencanangkan
keterbukaan ekonomi India dan berusaha menghapuskan
pembatasan perdagangan dan investasi. Tekanan dari
kelompok kiri meskipun bernada moderat terutama
ditujukan terhadap program sosial dikawasan pedesaan
dimana program tersebut meliputi program pengadaan air
bersih, dibangunnya sarana pendidikan dan jaringan
jalan serta pelayanan kesehatan bagi rakyat. Bagaimana
caranya untuk membiayai program tersebut sampai
sekarang tidak seorangpun yang tahu? Telah dipikirkan
bahwa dengan peningkatan pendapatan pajak maka masalah
pembiayaan program tersebut terselesai, dan berharap
peningkatan pajak tidak akan memperburuk iklim
investasi. Untuk jangka menengah, tekanan dari
kelompok kiri akan dapat membantu terciptanya
ketenangan sosial di India, jika jurang antara yang
kaya dan miskin dapat dipertahankan pada batas yang
dapat diterima. Kemampuan India dibidang tehnik
informasi yang mendapatkan tempat dalam sistem ekonomi
global jangan sampai menimbulkan keguncangan sosial
dinegaranya sendiri. Sementara itu juga diharapkan,
Perdana Menteri Manmohan Singh dengan konsekuen
melanjutkan kebijakan pendekatan dengan Pakistan.
Kebekuan hubungan selama pemerintahan sebelumnya
dibawah pendahulunya Vajpayee kembali, kembali
dicairkan. Retorika dan lambang perujukan dilanjutkan
dengan pembicaraan kelompok kerja membahas masalah
hubungan kedua negara yang sejak lama tidak berhasil
dipecahkan. Sekarang dibicarakan masalah Kashmir,
kemudahan humaniter dikawasan perbatasan, aksi
menentang terorisme, perdagangan narkotika serta
mengatur pembagian aliran sungai. Sikap euforia bagi
keinginan menjalin saling pengertian antara kedua
negara diganti dengan realitas yang menjanjikan
stabilitas dalam hubungan baru antara India dan
Pakistan. Tantangan terberat yang dihadapi Perdana
Menteri Manmohan Singh adalah meruncingnya konflik
antara kelompok etnis dan agama sebagai peninggalan
pemerintahan Partai Hindu Nasionalis BJP. Tekanan yang
dilakukan Partai Hindu Nasionalis ketika berkuasa
terhadap kelompok agama minoritas yang merupakan usaha
untuk mendapatkan dukungan mayoritas pemilih Hindu
telah meninggalkan bekas yang mendalam. Dengan
demikian kembalinya koeksistensi sekuler dan hak yang
sama bagi semua agama, tetap merupakan keinginan utama
dari pemerintahan Partai Kongres dibawah pimpinan
Perdana Menteri Manmohan Singh. Pada akhir masa masa
jabatan Perdana Menteri Atal Behari Vajpayee,
melancarkan kampanye untuk menanamkan rasa harga diri
yang baru dikalangan rakyat India. Mottonya, India
yang cemerlang. Tetapi hasil pemilihan umum
menunjukkan pesan itu tidak dipedulikan mayoritas
warga India, yang paling-paling hanya diterima
dikalangan menengah keatas. Pemerintahan dibawah
Perdana Menteri Manmohan Singh harus mengukur, apakah
kemampuan keuangan pemerintah mencukupi untuk memenuhi
semua harapan. Sekitar 700 juta penduduk India yang
berada didesa-desa tidak dapat menerima terus
berlanjutnya jurang sosial yang dalam dengan kelompok
menengah yang makmur dikota-kota dengan kaum miskin di
desa-desa. Pemerintahan yang sekarang berkuasa harus
mengingat, janji dalam kampanye pemilihan yang
disampaikan masih terngiang ditelinga rakyat India.
_______________________________
Do you Yahoo!?
Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter now.
http://promotions.yahoo.com/goldrush
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/