Berbohong sebagai strategi eksistensi  
  
 
Semua kitab suci melarang umatnya berbohong. Dalam
semua agama maupun peradaban, kejujuran menempati
posisi teratas dan diagungkan. Bukannya saya bermaksud
menyuruh seseorang untuk berbohong, namun dari
penelitian yang cukup lama oleh para ahli psikologi,
sosiologi dan ahli biologi menunjukkan, kehidupan
tidak akan berjalan jika tidak ada kebohongan. Setiap
manusia, pasti melakukan kebohongan baik terhadap
orang lain maupun terhadap dirinya sendiri. Disini
muncul paradox. Manusia selalu berbohong, namun di
lain sisi dituntut untuk menunjung tinggi nilai
kejujuran. Bagaimana kedua hal ini bisa cocok ? Namun
juga muncul pertanyaan, apakah definis dari kejujuran
? Apakah kejujuran dan kebenaran memiliki nilai
mutlak? 

Jawaban dari pertanyaan itu amat rumit. Tetapi, paling
tidak kejujuran memberikan orientasi dalam bersikap,
demikian kata profesor Hans Rott, pakar filsafat dari
Universitas Regensburg di Jerman. Rott menyebutkan,
walaupun kejujuran atau kebenaran tidak selalu membuat
orang bahagia namun dalam banyak hal tema itu amatlah
penting. Misalnya dalam pengumpulan informasi. Dalam
kondisi ekstrim, kadang-kadang hidup atau matinya
manusia, amat tergantung dari kejujuran dan kebenaran
ini. 

Akan tetapi, secara moral kejujuran ditempatkan dalam
posisi terlalu tinggi, demikian pendapat pakar
pendidikan dan ahli filsafat dari Amerika Serikat,
David Nyberg. Disebutkannya, dalam ukuran tertentu,
ternyata membohongi orang lain maupun diri sendiri
tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas
kemasyarakatan maupun kesehatan mental personal.
Kadang-kadang dalam kondisi tertentu orang mutlak
harus berbohong, karena jika secara lugas
mengungkapkan kebenaran, situasi akan menjadi tidak
sehat dan tidak moralis. Mengutuk semua kebohongan
sebagai kejahatan, sama halnya seperti kita mengutuk
semua bakteri sebagai jahat. Padahal, tanpa adanya
bakteri tertentu, manusia tidak dapat menikmati keju
yang enak, wine atau juga tape dan tempe. 

Dengan teorinya, Nyberg tidak bertujuan membenarkan
kelakuan tukang menipu atau pembohong yang hanya
bertujuan memetik keuntungan bagi dirinya sendiri.
Yang dimaksudkannya, tentu saja berbohong untuk
menutupi aib orang lain atau menjaga derajat diri
sendiri atau masyarakat. Inilah yang disebut oleh
Nyberg sebagai kebohongan yang merupakan kecerdasan
sosial manusia. Dalam sejarah evolusi manusia,
kebohongan semacam itu sudah menjadi bagian dari
perkembangan kecerdasan sosial. 

Penelitian Nyberg menunjukkan, kepercayaan tidak
terbentuk dari apakah kita selalu jujur tetapi dari
pengetahuan bahwa seseorang atau masyarakat secara
timbal balik saling berbuat baik. Kebohongan
kadang-kadang diperlukan untuk menyelamatkan
kehidupan, mencegah seseorang dipermalukan atau
menunjukkan simpati. Agar dapat menunjukan kematangan
sosial, bagaimana caranya mengelola kebenaran secara
fleksibel dalam arti sekali-sekali melakukan
kebohongan, namun perlu digarisbawahi kebohongan yang
dilakukan harus dipelajari secara tepat. Dalam
kebudayaan manapun, seseorang yang terlalu jujur dan
lugas biasanya dijauhi lingkungannya. 

Namun harus diingat, mengelola kebohongan juga bukan
hal yang mudah. Kita seringkali cepat terjebak pada
zone kelabu. Contoh klasiknya, perselingkuhan. Suami
atau istri yang selingkuh akan cenderung berbohong
untuk kepentingan dirinya, terutama agar perkawinannya
tidak pecah. Prof. Hans Rott mengatakan, setiap
individu akan memutuskan sendiri, seberapa jauh ia
dapat menerima kebenaran. Dalam kasus selingkuh
misalnya, jika kebohongan terbongkar maka kepercayaan
akan rusak dan pasangan akan menilai kejujuran tidak
ada harganya lagi. 

Dalam semua kebudayaan memang terdapat kebiasaan
berbohong. Nyberg memperkirakan, dengan cara menutupi
kebenaran maka akan terbuka peluang untuk mengelak
dari konfrontasi langsung yang merugikan. Juga dalam
kehidupan modern, berbohong kadangkala merupakan cara
terbaik untuk menjaga harmoni. Seorang dokter yang
menangani pasien dengan penyakit berat misalnya,
walaupun tahu bahwa pasiennya tidak dapat tertolong,
namun ia selalu membesarkan hati pasiennya dimana
tujuannya untuk memelihara semangat hidup pasiennya.
Para dokter mengetahui, jika seorang pasien diberitahu
bahwa ia tidak akan tertolong lagi sama artinya ia
mendorong pasien untuk cepat mati. 

Nyberg menyatakan, menipu diri sendiri merupakan
software paling mengesankan yang diciptakan manusia
dalam evolusinya. Dengan melakukan kebohongan terhadap
diri sendiri, seseorang dapat memainkan peranan yang
berbeda-beda. Misalnya saja sebagai bapak, ibu, teman,
kekasih atau juga musuh. Di balik semua peranan itu,
tersembunyi keinginan psikologis untuk dapat diterima
oleh lingkungan. Masing-masing selalu berkeinginan
meyakinkan yang lainnya, bahwa mereka cukup cerdas,
dapat dipercaya dan penuh cintakasih. 

Akan tetapi, tidak selalu kenyataannya seperti begitu.
Karena itulah manusia memerlukan topeng untuk
membengkokan kenyataan sebenarnya. Caranya dengan
menciptakan gambaran lain dari diri kita sendiri yang
akhirnya juga kita percayai sebagai gambaran yang
sebenarnya. Manusia selalu berusaha menciptakan tokoh
idaman yang sesuai dengan gambaran yang diinginkannya.
Dengan begitu, manusia menciptakan kebohongan yang
menjadi landasan bagi perasaan meningkatnya martabat
dirinya. Nyberg menyebutkan, dalam kondisi semacam
itu, kebohongan ibaratnya menjadi kekuatan bagi
penyembuhan jiwa. 



 



                
_______________________________
Do you Yahoo!?
Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter now.
http://promotions.yahoo.com/goldrush


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke