Dari Notes Belajar Seorang Awam:



CERITA-CERITA KECIL UNTUK AGUK IRAWAN [21] --1.


Dokumen-dokumen lain yang kukira perlu dibaca ketika mempelajari Lekra, adalah Pidato 
Sastra-seni Mao Zedong di Yenan, pidato kebudayaan Chou Yang, Pidato D.N.Aidit dalam 
Konfrensi Sastra-Seni Revolusioner di Jakarta, dan pidato Andrei Zdanov di depan 
Kongres I Pengarang-pengarang Soviet pada tahun 1934: "Pembangunan Sosialis Dan Sastra 
Soviet", di samping tentu saja dokumen-dokumen Kongres serta konfrensi-konfrensi 
nasional Lekra dan lembaga-lembaga kejuruannya. 


Barangkali Pidato Zdanov pada tahun 1934, agak sulit bagi kita di Indonesia untuk 
memperolehnya dan karena itu di sini ia kusalin kembali dari "Dokumen Kita", Lampiran 
Khusus No. 10 TH.X, 1984, Majalah Kancah, Paris. 


Apa yang dikemukakan oleh Zdanov dalam Pidatonya, mempunyai kaitan langsung dengan 
debat di dunia sastra kita pada periode 60an, terutama mengenai realisme sosialis yang 
oleh banyak kalangan disebut sebagai isme pegangan Lekra padahal metode penciptaan 
yang dianjurkan oleh Lekra adalah pemaduan antara realisme romantisme revolusioner dan 
romantisme revolusioner. Sejauh bacaan yang kulakukan tentang dokumen resmi Lekra,  
tidak pernah kudapatkan dokumen resmi Lekra yang menganjurkan penterapan metode 
realisme sosialis.Yang ada ialah pendapat-pendapat perseorangan anggota dan bukan 
pandangan resmi Lekra.  Dari apa yang kuketahui, alasan yang digunakan oleh Lekra 
untuk tidak menggunakan metode penciptaan  realisme sosialis terutama disebabkan  
karena Indonesia bukanlah negeri sosialis dan perkembangan masyarakat Indonesia masih 
jauh dari tingkat sosialisme. Lekra menilai masyarakat Indonesia pada waktu itu 
bersifat setengah jajahan dan setengah karena itu mengajurkan dibangunnya "kebudayaan 
yang nasional dan demokratis". Nasional artinya anti penjajahan dan demokratis 
bermakna anti feodal. Tentu saja penilaian terhadap watak masyarakat kita yang 
dirumuskan oleh Lekra merupakan tema terbuka bagi debat. Lepas dari kita setuju atau 
tidak dengan penilaian demikian, paling tidak Lekra sudah mengajukan pendapatnya dan 
bertindak atas dasar penilaian itu. Pengertian rakyat pun sesuai dengan penilaian atas 
watak masyarakat yang demikian.

Apa perlunya pengenalan watak masyarakat bagi karyasastra-seni? Barangkali kau akan 
bertanya demikian. Tentu saja ada hubungan dan arti pentingnya jika kita ingin 
karya-karya itu kian berbobot dalam artian sarat analisa dan turut mencerahkan 
pandangan dan bukan hanya ratapan karena putus cinta atau lukisan adegan-adegan 
ranjang yang terkesan belakangan jadi mode.  


Hari ini, sangat jarang kudengar dan kubaca bahwa para budayawan, sastrawan-seniman 
berbicara tentang watak masyarakat, lebih-lebih di kalangan angkatan muda. Yang lebih 
nyaring terdengar adalah suara mencari pengakuan diri sebagai sastrawan-seniman 
sampai-sampai juri suatu lomba tanpa keseganan sedikit pun ikut lomba memenangkan diri 
sendiri dalam perlombaan.


Secara substansial, sampai hari ini aku baru mendapatkan seorang sobat dari Malaysia 
yang mempertanyakan penilaian Lekra atas masyarakat Indonesia yang demikian, tapi 
dalam kata-kata: "Sekarang apakah penilaian demikian masih sesuai kenyataan?". 
"Sekarang" artinya, teman Malaysia ini tidak mempertanyakan pernilaian terhadap watak 
masyarakat pada masa Lekra menyimpulkan watak masyarakat Indonesia seperti di atas. 
Aku kira, Guk, pertanyaan seperti ini jauh lebih berharga daripada saling cerca, 
saling menyalahkan, apalagi jika ingin benar sendiri, sekalipun dasar keinginan itu 
sulit dipertanggungjawabkan ketika ditagih. Ingin benar sendiri pun sesungguhnya 
merupakan sikap yang tidak nalar.


Daripada saling tuding, saling cerca kukira sikap dan anjuran alm. Oyik, Satyagraha 
Hoerip agar kita duduk berbincang secara dewasa di hadapan sebuah meja jauh lebih 
berharga dan berarti. Pidato Zdanov berikut ini, kusampaikan sebagai bahan berbincang 
menjawab pertanyaan memecahkan persoalan.




PEMBANGUNAN SOSIALIS DAN SASTRA SOVIET.    

[Pidato Di Depan Kongres-I Pengarang-pengarang Soviet, 17 Agustus 1934].

Oleh Andrei Zdanov


Keberhasilan sastra Soviet oleh keberhasilan pembangunan sosialis. Pertumbuhannya 
adalah ekspresi dari keberhasilan dan pelaksanaan rezim sosialis kita. Sastra kita 
adalah sastra yang paling muda daripada sastra semua rakyat dan semua negeri. Tapi 
bersamaan dengan itu juga ia merupakan sastra yang paling kaya dalam isinya, paling 
maju dan paling revolusioner. Tak ada dan belum ada sebelumnya sastra kecuali sastra 
Spviet yang telah memobilisasi kaum pekerja dan kaum tertindas dalam perjuangan mereka 
untuk menghapuskan buat selama-lamanya semua penghisapan dan beban perbudakan upah. 
Tak ada dan belum pernah ada sebelumnya sastra yang menjadikan tema-tema dasar 
penciptaannya adalah kehidupan klas buruh dan tani serta perjuangan mereka untuk 
sosialisme. Tak pernah ada di negeri mana pun di dunia ini, suatu sastra yang membela 
dan menyokong persamaan hak pekerja-pekerja semua bangsa, yang menyokong persamaan hak 
bagi kaum perempuan. Tak ada, dan tak akan bisa ada di dalam suatu negeri borjuis, 
adanya sastra yang secdara konsekwen melawan semua obskurantisme, mistisme, semua 
bentuk anatisme dan setan-siluman seperti yang dilakukan oleh sastra kita.


Hanyalah sastra Soviet, yang merupakan darah dan daging pembangunan sosialis kita, 
yang sungguh-sungguh bisa menjadi dan telah menjadi demikian maju,kaya dalam isi 
revolusioner. 


Pengarang-pengarang Soviet telah menciptakan tidak sedikit karya-karya berbakat yang 
melukiskan kehidupan negeri soviet-soviet kita dengan ketepatan dan keanekaragamannya. 
Telah muncul serangkaian nama yang memberikan kita hak untuk merasa bangga.  Di bawah 
pimpinan Partai, di bawah bimbingan penuh perhatian dan sehari-hari dari CC, dengan 
sokongan dan bantuan tak kenal lelah dari Kawan Stalin, massa seluruh pengarang Soviet 
bersatu di sekitar kekuasaan Soviet dan Partai. Dan demikianlah melalui cahaya 
keberhasilan sastra Soviet kita, pertentangan antara rezim kita, rezim sosialisme yang 
menang, dengan rezim kapitalisme yang sekarat dan membusuk nampak menjadi lebih jelas 
dan lebih tajam.


Paris, Agustus 2004.
-------------------
JJ.KUSNI
     
      [Bersambung...]  
           
     
     





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke