semua agama adalah benar jika dilihat dari ar ra'yu yang merupakan mahluk
Allah yang hina dihadapanNya


----- Original Message -----
From: "Zamhasari Jamil" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, August 29, 2004 6:34 PM
Subject: [ppiindia] Riau Pos: Menggugat "Fiqh Lintas Agama"


> Menggugat "Fiqh Lintas Agama"
>
> Riau Pos, Jumat, 27 Agustus 2004
>
> Baru-baru ini munculsebuah buku yang berjudul Fiqh Lintas Agama yang
> hangat dibicarakan di kalangan intelektual muslim. Buku ini menggagas
> ide baru yang mengembangkan konsep pluralisme Agama. Banyak pemikiran
> yang `'mengejutkan'' dan `'berani'' yang menimbulkan tanda tanya di
> kalangan umat Islam. Contohnya adalah paham bahwa semua agama benar
> adanya, boleh kawin beda agama dan lain-lainnya. Buku ini menarik
> untuk digugat karena di samping para penulis menolak konsep fiqh,
> namun justru mereka menamakan bukunya sebagai fiqh.Islam memberikan
> kebebasan kepada manusia melalui ijtihadnya untuk menafsirkan
> Alquran.
>
> Ijtihad untuk menafsirkan Alquran ini sudah tumbuh sejak wafatnya
> Rasulullah SAW. Walaupun demikian, orang-orang yang melakukan ijtihad
> ini bukanlah orang-orang `'sembarangan''. Kebebasan menafsirkan
> Alquran itu bukanlah tanpa batas sama sekali, ada rambu-rambu yang
> menjadi syarat agar dipenuhi untuk dapat menafsirkan alquran. Syarat-
> syarat ini perlu agar tidak terjadi `'tafsir pencemar'' Alquran yang
> dapat menjadi malapetaka dalam kehidupan manusia. Di samping itu,
> diperlukannya pembatas ini, karena memang menafsirkan Alquran itu
> bukan pekerjaan gampang, tetapi pekerjaan yang memerlukan gabungan
> intelektual dari berbagai kaedah disiplin ilmu, di samping ilmu
> tafsir. Kesulitan inilah yang menyebabkan Ibn Abbas, salah seorang
> sahabat nabi yang menjadi ahli tafsir, membagi kandungan Alquran
> menjadi empat bagian, sebagai warning bagi para penafsir Alquran.
>
> Bagian-bagian itu antara lain; pertama, kandungan yang dapat
> dimengerti oleh orang Arab karena kemampuan Bahasa Arab mereka;
> kedua, kandungan yang dapat diketahui oleh semua orang; ketiga, yang
> diketahui oleh cendikiawan (ahli pikir) Islam setelah melakukan
> penelitian; keempat, hanya Allah saja yang mengetahui kandungannya.
> Bersumber dari keempat bagian itulah, kemudian lahir beberapa syarat
> yang harus diperhatikan dan dipenuhi oleh seseorang yang ingin
> menafsirkan Alquran. Syarat-syarat itu, ada yang menyangkut pada ayat-
> ayat Alquran, ada pula yang menyangkut pada diri penafsir. Yang
> menyangkut pada ayat-ayat Alquran berkaitan dengan kenyataan adanya
> ayat yang tidak mungkin dapat dijangkau artinya oleh akal manusia,
> seperti alif lam mim dan yang senada dengan ini, atau ada pula ayat-
> ayat yang hanya diketahui secara umum artinya, tetapi maksudnya tidak
> dapat dipahami, seperti perincian ibadah dan lain sebagainya.
>
> Mengenai sangkutan ayat ini, tidak seorangpun yang berwenang
> memberikan penafsiran terhadapnya. Penjelasan mengenai ayat-ayat
> seperti ini hanya dapat diterima apabila telah didasarkan kepada
> hadits nabi. Sedangkan yang bersangkutan dengan diri penafsir adalah;
> pertama, penafsir harus mampu menguasai Bahasa Arab dalam segala
> bidangnya; kedua, penafsir juga harus menguasai disiplin ilmu-ilmu
> Alquran, asbabun nuzul-nya, keilmuan mengenai hadits-hadits nabi dan
> ushul fiqh; ketiga, penafsir harus menguasai prinsip-prinsip pokok
> keagamaan; dan keempat, penafsir juga harus menguasai disiplin ilmu
> yang menjadi bahasan tafsirnya.
>
> Bila tidak memenuhi sayrat syarat di atas seseorang tidak dibenarkan
> menafsirkan Alquran, atau tafsirnya tidak valid. Diberlakukannya
> batasan ini untuk menghindari kekeliruan dalam menafsirkan Alquran
> itu, yang disebabkan oleh subjektivitas penafsir, kesalahan penerapan
> metode dan kaedah, kelemahan penguasaan ilmu pengetahuan, dan lain
> sebagainya. Syarat-syarat yang penulis sebut itulah, yang belum
> terpenuhi dalam ijtihad penulis buku Fiqh Lintas Agama atas
> pluralisme liberalnya. Dengan begitu, keabsahan dan kevalidan
> tafsiran mereka perlu dipertanyakan, akibat masih ada beberapa syarat
> yang belum mereka penuhi untuk menafsirkan Alquran.
>
> Sebagai contoh, tafsiran tentang ayat yang artinya''sesungguhnya
> agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam'' (Qs. 3:19), dan
> ayat `'barangsiapa yang mencari agama selain dari agama Islam, maka
> sesekali tidaklah diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di
> akhirat termasuk orang-orang yang rugi'' (Qs. 3:85). Fokus tafsir
> mereka adalah pada kata Islam yang diartikan dengan `'pasrah
> sepenuhnya kepada Allah''. Dengan begitu, mereka menafsirkan ayat ini
> sebagai sinyal dari Allah bahwa semua agama yang `'pasrah sepenuhnya
> kepada Allah'' adalah benar dan membawa keselamatan di sisi Allah.
>
> Artinya, menurut mereka, agama Kristen, Hindu, Budha, Yahudi dan lain
> sebagainya adalah sama dengan agam Islam di sisi Allah, karena
> menurut mereka, semua agama itu pada ujungnya membawa sikap pasrah
> kepada Tuhan. Akidah agama Islam, menurut mereka sama dengan akidah
> agama lain itu. Sepintas lalu, hal ini kelihatan benar, karena tafsir
> mereka hanya difokuskan pada satu sisi saja, yakni kata `'Islam''
> dalam ayat itu, tidak lebih. Akan tetapi, bila tafsiran mereka ini
> terus dilanjutkan dengan mengakomodir berbagai ayat dan hadits yang
> berbicara soal Islam, kemudian didukung oleh berbagai bidang keilmuan
> lainnya sebagaimana yang penulis paparkan dalam syarat-syarat bagi
> penafsir untuk menafsirkan Alquran di atas, maka kesimpulan mereka
> ini menjadi salah besar. Sungguh naif sekali, menerjemahkan Islam
> dengan hanya bersandar pada satu ayat saja dari sekian banyak ayat
> dalam Alquran.
>
> Juga tidak benar, menerjemahkan Alquran tanpa didukung oleh keilmuan
> tentang hadits dan keilmuan pendukung lainnya, kemudian mengambil
> kesimpulan bahwa akidah Islam sama dengan akidah agama lain. Berikut
> ini, penulis paparkan salah satu aspek dari sekian banyak aspek yang
> dilupakan, yaitu tentang asbabun nuzul surat Ali Imran ayat 85 di
> atas. An-NasaI, ibnu Hibban dan al-Hakim dengan bersumber pada ibnu
> Abbas meriwayatkan; bahwa seorang laki-laki dari kaum anshor murtad
> setelah masuk Islam, kemudian ia menyesal dengan kemurtadannya itu.
>
> Ia lalu meminta kepada kaumnya untuk mengutus seseorang menghadap
> Rasulullah untuk menanyakan apakah diterima tobatnya. Maka turunlah
> ayat ini, dan kemudian disampaikan kepada orang murtad tadi sehingga
> ia Islam kembali. Berpedoman kepada asbabun nuzul ayat ini saja sudah
> jelaslah bahwa Islam yang dimaksudkan dalam ayat di atas, adalah
> Islam sebagai agama formal, yaitu Islam dengan mengucapkan dua
> kalimat syahadat, menunaikan shalat, membayar zakat, melaksanakan
> puasa, dan haji bagi yang mampu. Karena, kalau Islam itu hanya
> sekadar percaya dan pasrah sepenuhnya kepada Tuhan, mengapa laki-laki
> itu harus kembali kepada Rasulullah dan mengucapkan kalimat syahadat?
> Dalam banyak hadits dan sejarah Rasulullah, seseorang itu baru
> dipandang muslim bila telah melakukan semuanya itu.
>
> Berarti, Islam yang dimaksud dalam ayat di atas bukanlah Islam dalam
> batasan arti bahasa semata seperti tafsir Fiqh Lintas Agama. Hal ini
> perlu diluruskan, agar akidah umat tidak dimanipulasi oleh
> keterbatasan ilmu. Konsep-konsep Fiqh Lintas Agama terlihat seperti
> kecenderungan lahirnya paradigma baru dalam pemikiran Islam.
> Kecenderungan ini mengalami penguatan seiring menguatnya politik anti-
> terorisme AS dalam percaturan politik dunia. Sebab pemikiran yang
> dituangkan dalam Fiqh Ilntas Agama ini, selalu diarahkan untuk
> memperbarui cara pandang terhadap syariah dan akidah Islam, agar
> Islam bukan lagi tantangan bagi AS. Wallaluhu a'lam bish shawab.***
>
> Drs Akbarizan MA MPd, dosen Fakultas Syariah UIN Suska dan Sekretaris
> Komisi Fatwa MUI Pekanbaru.
>
> Link: http://www.riaupos.com/sites/content/view/233/2/
>
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
>
***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke